Berbicara tentang tubuh makhluk hidup, terutama unit terkecil penyusun kehidupan, DNA, memang seperti tidak akan ada ujungnya. Ada banyak misteri kehidupan terkait DNA yang hingga sekarang masih coba diungkap oleh para ilmuwan.
BACA JUGA: Mengulas Serunya Dunia Sihir Bersama Novel Best Seller Dunia Harry Potter
Identitas Buku
Judul Buku: Misteri DNA
Penulis: Kazuo Murakami
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 175 Halaman
BACA JUGA: Dari Kirara untuk Seekor Gagak Karya Erni Aladjai: Menyoal Dendam, Penderitaan dan Romansa
Ulasan Buku
Kazuo Murakami, seorang peneliti dari Jepang yang berhasil menguraikan kode genetik enzim 'renin' manusia yang mendalangi tekanan darah tinggi, mencoba menuliskan keajaiban DNA dalam buku bersampul hijau ini.
Genre buku ini adalah tengah kesehatan, tetapi isinya lebih dari itu. Bahkan, bisa dibilang buku ini juga termasuk self improvement. Dengan mengetahui keajaiban DNA, unit terkecil penyusun tubuh kita, kita akan diajak menyadari bahwa keberadaan 'Sesuatu yang Agung' itu memang benar adanya.
Berbeda dari ilmuwan lain yang menganggap bahwa sains dan agama adalah dua hal yang terpisah, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa keduanya tidak bisa terlepas. Dunia sains hanya mampu mengungkap sebagian saja mengenai kehidupan, sisanya tetap menjadi misteri dan membuktikan adanya 'Sesuatu yang Agung' tersebut.
Sebut saja tentang 'nyawa'. Manusia memang bisa menghasilkan hewan kloning seperti biri-biri dan sapi kloning, tetapi apakah pantas dan berhak manusia ikut campur dalam urusan 'nyawa' andaikata kloning manusia dilakukan?
BACA JUGA: Ulasan Buku All The Bright Places: Romansa Sepasang Remaja yang Beranjak Dewasa
Buku ini juga membahas tentang keterhubungan pertemuan seseorang dengan gen. Benarkah keduanya memiliki kaitan? Pembahasan di buku ini sangat menarik. Mudah dipahami bahkan oleh orang awam atau non-akademik.
Buku ini bisa menjadi bacaan yang tepat ketika seseorang sedang merasa kesulitan, karena melalui ceritanya saat penelitian, Kazuo Murakami menerapkan beberapa prinsip hidup yang luar biasa. Ia mengenalkan isitilah 'ON/OFF' gen dengan beberapa kebiasaan baik.
Melalui penelitiannya yang berusaha menguraikan kode genetik salah satu enzim penting yang ada di tubuh manusia, ia mengaku bahwa keberhasilannya tidak akan tercapai tanpa kerja keras para peneliti pendahulu.
Beberapa pesan moral yang disampaikan oleh Kazuo Murakami dalam buku ini antara lain pertemuan dengan seseorang bukanlah kebetulan, musuh besar justru bisa dijadikan mitra tangguh, serta kesukaran merupakan titik balik menuju kesuksesan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
3 Bedak Tabur untuk Usia 30-an, Siap Samarkan Noda Hitam!
-
5 Lipstik Waterproof yang Tahan hingga 16 Jam, Mulai dari Rp12 Ribuan!
-
Ulasan Garda Detak: 40 Kisah Penuh Haru dan Mendebarkan di Balik Pintu IGD
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?
-
5 Rekomendasi Bumbu Sate untuk Daging Kurban, Makin Sedap dan Nikmat!
Artikel Terkait
-
Dari Kirara untuk Seekor Gagak Karya Erni Aladjai: Menyoal Dendam, Penderitaan dan Romansa
-
Ulasan Buku All The Bright Places: Romansa Sepasang Remaja yang Beranjak Dewasa
-
Meneladani Para Ulama dalam Menjaga Waktu untuk Sesuatu yang Bermanfaat
-
Ulasan Buku Mata Blater: Mengenal Kondisi Alam, Budaya dan Karakter Orang Madura
-
Ulasan Novelet Batu Sandung: Kisah Cinta Satu Kembang Dua Kumbang
Ulasan
-
Review We Are All Trying Here: Merasa Tertinggal Bukan Berarti Terlambat
-
Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini
-
Film Nobody Loves Kay dan Sisi Gelap yang Jarang Dibahas dari Dunia Esports
-
Kemunafikan Berkedok Agama di Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa
-
Mengejar Mimpi atau Menuruti Takdir? Dilema Molly dalam Novel Adore You
Terkini
-
Harga Rp12 Jutaan, Xiaomi 17T Pro Masih Layak Disebut Flagship Killer?
-
Unik dan Modis! 4 Rekomendasi Tabi Shoes Brand Lokal yang Wajib Dilirik
-
Anti-Boring! 4 OOTD Modern Edgy Classic ala Sooin MEOVV yang Mudah Disontek
-
Manifesto Lingkungan Hidup Emang Keren tapi Kalah Sakti dari Ketegasan Emak
-
Hemat dan Ramah Lingkungan, Biasakan 'Repair First' sebelum Membeli Baru