Buku “Meraih Mimpi itu Gampang” berupaya memotivasi para remaja yang ingin meraih impian. Tidak ada yang praktis, cepat, dan serba instan dalam mengejar impian. Buku yang ditulis oleh Sifah Nur, Jubilee Enterprise (penerbit Elex Media Komputindo) ini membuktikan bahwa jika prosesnya dijalani dengan baik, lewat nasihat-nasihat yang ditulis di setiap lembar buku ini, maka proses mengejar impian itu akan menjadi sebuah perjalanan yang penuh dengan petualangan dan daya tarik.
Sebelum mewujudkan impian, tentu setiap orang perlu menentukan terlebih dahulu, kira-kira impian seperti apa yang diinginkannya. Cara mengetahuinya adalah dengan bertanya ke lubuk hati terdalam: sebenarnya apa yang menjadi keinginan kita dalam hidup ini?
BACA JUGA: Memahami Fenomena K-Pop sebagai Ekspresi Seni yang Menyatukan Dunia
Kenali hal-hal yang paling disukai, diminati, atau yang paling menyenangkan saat kita menjalaninya. Lalu berusahalah untuk menjadikan aktivitas yang kita sukai itu sebagai sesuatu yang menghasilkan.
Ada sebuah kisah menarik dan sangat inspiratif yang dipaparkan penulis dalam buku ini. Kisah yang akan menjadi pemompa semangat atau motivasi bagi siapa saja yang tengah berjuang meraih impian atau cita-cita.
Sebuah kisah tentang kehidupan Albert Einstein semasa kecil. Tidak ada seorang pun yang mengira, anak pendiam yang sekaligus pemarah itu bisa jadi seorang ilmuwan besar dunia hingga kini ia dikenang. Einstein tidak sempurna. Ia bahkan sempat mengalami sulit bicara hingga usia anak-anak sebayanya berceloteh ria.
Mimpi untuk menjadi ilmuwan besar terus membayangi Einstein agar ia tidak dianggap remeh oleh orang lain. Dengan hanya sebuah kompas pemberian ayahnya, ia tahu dan yakin, mimpinya bisa datang dari sana.
BACA JUGA: Review 'Wanita Bertanya Islam Menjawab', Seputar Persoalan Kaum Muslimah
Einstein mulai mengerti, mimpinya lahir dari ilmu pengetahuan. Dan fisika menjadi ladang tempatnya terus mengembangkan diri. Harapannya terus tumbuh sejalan dengan prestasi yang ia torehkan dalam bidang science. Ya, semuanya dari mimpi.
Hal yang perlu diingat bahwa karier seseorang sangat dipengaruhi oleh tipe kepribadian yang dimilikinya. Nah, sekarang coba tanyakan kepada dirimu sendiri, bagaimana kepribadianmu setiap harinya. Kalau bingung, sederhananya kamu perhatikan saja bagaimana sikap-sikapmu, kebiasaanmu setiap harinya, impian-impian yang sering kamu khayalkan itu semualah yang dapat memengaruhi pola sikap dirimu sendiri (hlm. 17).
Kesimpulannya, setiap impian itu perlu perjuangan atau proses panjang dalam meraihnya. Tak ada yang instan di dunia ini. Bayi terlahir ke dunia saja berproses lama, butuh bertahun-tahun untuk tumbuh menjadi besar, remaja, dan dewasa.
Oleh karenanya, jalani proses meraih mimpi tersebut. Jangan mudah menyerah saat berhadapan dengan kegagalan. Jadikan kegagalan demi kegagalan sebagai bahan pembelajaran agar ke depan bisa melakukan hal yang lebih baik untuk meraih sukses.
BACA JUGA: Ulasan Buku 'Orang Pelit Pantatnya Item', Jangan Pelit Memuji Pasangan
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
-
Berikut Cara Booking Buku Online dari Perpustakaan Kota Pontianak, Tersedia 40 Ribu Koleksi Umum Hingga Braille
-
Review 'Wanita Bertanya Islam Menjawab', Seputar Persoalan Kaum Muslimah
-
Ulasan Buku 'Orang Pelit Pantatnya Item', Jangan Pelit Memuji Pasangan
-
Ulasan Buku 'Hanya untuk Satu Nama', Bencana yang Terekam dalam Cerita
-
Perempuan Peramal Bencana dalam Buku 'Seminar Mengatasi Keluhan Pelanggan'
Ulasan
-
Review Film Colony: Teror Zombi Cerdas dengan Naluri Koloni Semut
-
When I Am Not with You: Tentang Cinta yang Tak Berjarak
-
Review Below: Monster Laut, Keluarga, dan Konflik yang Terlalu Banyak
-
Anak Takut Salah dan Terobsesi Sempurna? Buku Ini Punya Jawaban Menenangkannya!
-
Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton
Terkini
-
Bye Kusam dan Penuaan! 4 Sunscreen Formula Pollustop Buat Aktivitas Outdoor
-
Bukan Musim Semi, Mengapa Bunga-Bunga Bermekaran Serentak di Jalanan Kota?
-
Sinopsis The Gate of Murder, Film Kento Yamazaki dan Kouhei Matsushita
-
Hiperregulasi Hukum: Tumpang Tindih Aturan dan Dampak Terhadap Masyarakat
-
Jeda dari Timeline Kehidupan: Tidak Semua Orang Harus Sukses di Usia Sama