Jembatan akar atau root bridge di kelurahan Kidul, Seyegan, Sleman, Yogyakarta, kini mulai viral di media sosial karena keindahannya meskipun pada lokasi itu nampak juga seperti hutan dengan adanya pepohonan yang besar.
Baru-baru ini, jembatan itu kerap dibicarakan oleh warganet karena ada orang yang mengunggah video dirinya sedang melintas di jembatan akar tersebut. Keindahan jembatan akar itu memang kerap menjadi pusat perhatian bagi orang-orang yang ingin mengeksplorasi alam.
Melalui unggahan akun Instagram @merapi_uncover, memang jembatan akar itu nampak sangat indah dengan pepohonan besar yang ada di sampingnya, bahkan terlihat seperti film The Jungle Book.
BACA JUGA: Sejarah Hari Ini: Peristiwa Pengeboman Bom Atom Kota Nagasaki, Jepang
Ukuran jembatan itu cukup dilewati satu orang, bisa juga lewat sambil membawa sepeda pecinta gomes seperti pada video di unggahan tersebut. Kono katanya jembatan akar yang ada di Seyegan, Sleman itu sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
Tidak diketahui secara pasti kapan jembatan akar itu terbentuk, tetapi secara logika, jembatan itu tidak terbuat dalam waktu 1-2 tahun saja. Pemandangannya yang masih asri dan segar, terpikat dengan ditutupinya tumbuhan masih hijau yang belum tergusur dan dialihfungsikan. Makanya tidak heran, siapa pun yang melihat video itu merasa ingin pergi ke sana, demi bisa menghirup udara segar dan menenangkan pikiran.
Pada unggahan video tersebut diketahui kalau jembatan akar itu memiliki panjang hampir 10 meter.
“Dan perjalanan bersepeda pun harus berhenti. Memaksa turun dan berjalan penuh kehati-hatian melintas pada sebuah jembatan alami akar pohon Streblus Asper yang mencengkram pada bibir sungai,” tulis sebagai penambah informasi di kolom keterangan.
“Jembatan akar yang memiliki panjang hampir 10 meter dengan lebar rata-rata sekitar 1 meter di berada di kelurahan Kidul, Margodadi, Seyegan, Sleman, Yokyakarta, Indonesia,” lanjutnya.
Sontak dari video tersebut yang diunggah di Instagram kini mendapatkan komentar cukup banyak dari warganet. Banyak netizen mengungkapkan jika tempat tersebut sudah viral dan nantinya akan banyak datang pengunjung, sehingga tidak menutup kemungkinan dapat merusak keindahan dan kebersihan jembatan akar tersebut.
BACA JUGA: Pernah Merasa Kalau Suara punya Warna? Yuk Kenalan dengan Sinestesia
“Duh deg-degan viral, hijaunya akan lenyap berganti dengan sampah. Dan kalau terlanjur viral dimohon warga sekitar kasih efek jera dengan denda Rp100 ribu/sampah yang ditinggalkan para pengunjung, hihihi,” tulis akun @a.im****.
“Viewnya cantik banget, jangan sampai viral biar terjaga,” tutur yang lain.
“Wahh viral dimari jebulnya, kasihan akarnya yang sudah terbentuk mungkin puluhan tahun atau ratusan tahun itu. Jika terlalu banyak kami atau sepeda yang berpijak pada akar tersebut. Semoga tetap terjaga keasriannya ya,” papar netizen yang lain.
“Warga setempat sigap jaga dan buat peraturan akan sampah-sampah yang kelak berserakan,” timpal yang lain.
Sebagai informasi tambahan, jembatan akar itu berjarak kurang lebih 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor dari Tugu Yogyakarta. Hal itu bisa dicari di Google Maps dengan nama Root Bridge. Di bawah jembatan akar alami itu juga terdapat aliran sungai kecil dengan lingkungannya yang masih sangat asri.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
-
Muslimah Bercadar Istiqomah saat di Indonesia, Bagaimana saat di Jepang?
-
Momen Jonathan Bustos Cetak Gol dari Sepak Pojok Saat PSS Sleman Kalahkan Persikabo 1973
-
'Agamamu adalah Agamamu', Jawaban Telak Marshanda usai Dituding Pindah Agama gegara Baca Alkitab
-
Anak Pimpinan DPRD Sulsel yang Ugal-ugalan Berakhir Sanksi Tilang Rp1Juta
-
Thales Lira dan Hokky Caraka Semringah Cetak Gol Perdananya untuk PSS Sleman
Ulasan
-
Review Juvenile Justice: Sebuah Pengungkapan Kasus Brutal pada Remaja
-
Ulasan Uncle Samsik: Potret Korea Selatan di Ambang Krisis Politik 1960
-
Satu Makan Siang dan Kenangan Cinta Pertama di Buku Makan Siang Okta
-
Sekolah Bukan Pabrik Nilai, Melainkan Tempat Menumbuhkan Potensi
-
Pintar tapi Tidak Bermoral? Inilah Alasan Mengapa Kecerdasan Bukan Jaminan Kebaikan
Terkini
-
Tim Favorit Justru Paling Tertekan di Piala Dunia 2026, Benarkah?
-
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Satu Program, Seribu Panggung: Jejak Narasi MBG dalam Pidato Prabowo