Modal penting dalam mendidik dan mengasuh anak adalah rasa cinta kepada anak-anak dan harapan positif terhadap kehidupan dan masa depan mereka.
Di dalam buku ini diurai mengenai cara mengelola dan menempatkan rasa cinta itu dengan tepat agar anak-anak merasa dicintai dan bukan sebaliknya, cinta yang salah, dalam praktiknya justru dapat menjerumuskan anak dalam perilaku negatif dan berdampak negatif pula pada masa dewasanya kelak.
BACA JUGA: Review Buku Surat untuk Mama: Kisah-kisah Menyedihkan dari Balik Penjara
Identitas Buku
Judul: Menjadi Orang Tua Bijaksana
Penulis: Rimalia, Riawani Elyta, Risa Mutia
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Cetakan: II, Januari 2022
Tebal: 224 halaman
ISBN: 978-602-495-291-4
Sinopsis Buku
Pengasuhan anak adalah bagian yang penting dari ajaran Islam yang mulia. Kehidupan yang semakin kompleks yang salah satunya merupakan dampak dari kemajuan teknologi telah membawa berbagai perubahan, baik positif maupun negatif terhadap pola pengasuhan itu sendiri.
Ditulis berdasarkan ilham pengasuhan dari Al-Quran dan hadis, buku ini juga dibuat berdasarkan pengalaman penulis dalam berbagai seminar parenting, baik online maupun offline, pengalaman pribadi dan pengamatan penulis terhadap permasalahan terbanyak yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA: Kebaikan Dibalas Keburukan dalam Buku 'Cara Bodoh Menertawakan Tuhan'
Ulasan Buku
Dengan gaya bahasa ringan dan mengalir, diharapkan buku ini mampu menjawab berbagai permasalahan terbanyak yang dihadapi para orang tua zaman now. Kehadiran buku ini diharapkan bisa menjadi sahabat baik yang mampu memberikan solusi jitu nan cerdas untuk berbagai persoalan tersebut.
Melalui buku terbitan Indiva ini, pembaca juga dapat menemukan kiat-kiat mencintai anak dengan cara yang tepat. Tak perlu risau dengan perbuatan anak yang kadang aksinya rada-rada nakal. Semisal saat anak merengek, menampakkan kemanjaannya, mulai kecanduan game, gemar berbohong, dan lain sebagainya.
Dengan membaca buku ini, kita sebagai orang tua dengan mudah dapat menangani perilaku mereka yang di luar keinginan kita, serta tetap menyelesaikannya dengan penuh kecintaan.
Sebagai titipan dari-Nya, anak perlu kita perlakukan dengan sebaik mungkin, mulai dari makanan yang dikonsumsi, perilaku, bimbingan dan didikan. Pesan mendalam yang didapat dari buku ini, di antaranya:
Terimalah anak sebagai satu paket utuh dan perlakukan dia selayaknya kita ingin diperlakukan, dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Jangan pernah lelah mengajarkan kebaikan kepada mereka. Dan bersandarlah kepada Allah lewat untaian doa untuk kebaikan anak-anak, belahan jiwa kita (halaman 146).
Tag
Baca Juga
-
Satire di Balik Tawa: Membaca Indonesia Lewat Buku Esai Lupa Endonesa
-
5 Pilihan HP Kamera Zoom Terbaik 2026, Bidik Jarak Jauh Tanpa Blur
-
Tren Sujud Freestyle Berujung Petaka: Alarm Keras Dunia Pendidikan
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember
-
Menelusuri Lorong Gelap Larung: Dari Hasrat hingga Sejarah yang Berdarah
Artikel Terkait
-
Berujung Diusir Satpol PP, Aksi Bagi-bagi Buku Dinasti Keluarga Jokowi Saat CFD di Thamrin Tuai Kritik
-
Ini Sosok Orang Tua Andi Tenri Natassa Istri Kombes Irwan Anwar, Ternyata Eks Napi Koruptor!
-
Nikita Mirzani Menyesal Melahirkan Lolly Usai Sang Putri Memberontak: Mendingan Minggat Deh!
-
Latar Belakang Keluarga Pratama Arhan, Dihina hingga Disebut Berbeda dengan Azizah Salsha
-
Review Buku Surat untuk Mama: Kisah-kisah Menyedihkan dari Balik Penjara
Ulasan
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?
Terkini
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi