Ada banyak hal yang akan kita hadapi ketika ingin mewujudkan cita-cita. Misalnya, kita akan dihadapkan pada persoalan demi persoalan yang tak jarang membuat kita merasa ingin berhenti dan tak mau melanjutkan impian atau cita-cita.
Padahal, yang namanya persoalan pasti akan ditemui oleh setiap orang. Tugas kita adalah berusaha menghadapinya dengan kesabaran, dan kembali bangkit melanjutkan cita-cita yang sempat terpenggal. Sabar, tekun, gigih, serta pantang menyerah adalah karakter yang biasa dimiliki oleh para pemenang atau mereka yang ingin meraih kesuksesan.
Bicara tentang upaya meraih kesuksesan, kita bisa membaca kisah menarik dalam novel “Dusun Tantangan” karya Arswendo Atmowiloto. Novel yang diterbitkan oleh Gramedia ini mengisahkan tentang Tanu, remaja yang putus sekolah tapi ia masih memiliki harapan baru untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di luar desa tempat kelahirannya.
Tanu, ayah dan kedua adiknya, memutuskan untuk menjadi transmigran, bersama seluruh warga desa. Semua bermula ketika desa tempat Tanu dilahirkan mengalami banjir besar. Padahal dulu, desanya termasuk desa yang tenteram. Hingga kemudian banjir besar datang dan mengubah wajah desanya. Bahkan ibu kandung Tanu meninggal dunia dalam tragedi banjir besar tersebut bersama tujuh warga lain yang tak bisa ditemukan.
Selanjutnya, ketika pemerintah daerah memberi kesempatan untuk transimgrasi, Tanu lantas mendesak ayah untuk ikut menjadi transmigran, meninggalkan desanya, menuju tempat baru yang lebih baik dan aman dari serangan banjir tahunan. Mulanya, ayah merasa keberatan. Namun akhirnya ayah setuju.
Singkat cerita, mereka berempat (ayah, Tanu dan kedua adiknya) bersama seluruh warga desa sepakat untuk melakukan transmigrasi. Namun, sebuah kejadian menyedihkan kembali menghampiri hidup Tanu. Ujian berat itu datang tiba-tiba saat dalam perjalanan menuju daerah yang baru. Ayah meninggal dunia, sehingga ia harus melanjutkan perjalanan bersama kedua adik dan warga desa yang lain. Tentu ini menjadi tanggung jawab yang berat baginya. Sebab, posisinya saat itu menjadi tulang punggung keluarga, menggantikan almarhum ayah.
Kisah Tanu dan kedua adiknya yang melakukan transmigrasi bersama seluruh warga desa dalam novel “Dusun Tantangan” ini menarik disimak. Salah satu pesan penting yang bisa dipetik dari novel ini misalnya tentang pentingnya menghilangkan rasa dendam pada tanah kelahiran yang telah merenggut orang yang dikasihi. Apa pun alasannya, dendam itu hanya akan melahirkan penyakit yang kelak merugikan diri sendiri.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Rangkaian Kisah Penuh Hikmah dalam Buku Berguru pada Saru
-
Pentingnya Memiliki Prinsip Hidup dalam Buku Menjadi Diri Sendiri
-
Menjalani Hidup dengan Tenang dalam Buku Hujan Bahagia
-
Menciptakan Kehidupan yang Harmonis dalam Buku Komunikasi Bebas Konflik
-
Sebuah Upaya Menghindari Penyakit: Buku 'Jagalah Sehatmu Sebelum Sakitmu'
Artikel Terkait
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
-
Perjalanan Menemukan Kebahagiaan dalam Ulasan Novel The Burnout
-
Ulasan Novel Notes from Underground: Memahami Pemikiran Eksistensialis
-
Review Novel 'Entrok': Perjalanan Perempuan dalam Ketidakadilan Sosial
Ulasan
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
Terkini
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga