Hidup ini sebenarnya tidak sulit bila kita selalu mengikuti panduan atau aturan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. Hidup itu tidak akan terasa sulit bila kita selalu mencontoh perilaku mulia Rasul-Nya, yakni Nabi Muhammad Saw.
Ada keterangan menarik dalam buku Hidup itu Mudah; Melalui Ketaatan dan Ketakwaan kepada Allah Swt. karya Sarjono Sahar. Jadi, hidup dan kehidupan itu sebenarnya mudah atau tidak sulit. Karena semua prasarana dan sarana yang dibutuhkan sudah tersedia dengan jumlah yang tidak terbatas, dan terdapat berbagai ketentuan dan aturan Allah sebagai petunjuk dan pedoman bagaimana seharusnya menjalani kehidupan yang baik dan tidak menyulitkan.
Bila kita benar-benar mengikuti dan berpedoman pada ketentuan dan rambu-rambu Allah Swt. dalam menghadapi dan mengarungi kehidupan, ternyata perjalanan hidup manusia itu tidak sulit bahkan sebenarnya mudah (hlm. vii).
Hidup itu mudah karena pada fitrahnya manusia adalah makhluk paling sempurna yang punya kelengkapan fisik dan non fisik yang memudahkan manusia beraktivitas dalam kehidupannya. Kelengkapan fisik seperti otak beserta akal dan pikiran, kaki, tangan, serta badan yang sehat terbukti mampu mengatasi berbagai persoalan hidup dari masalah rumah tangga, ekonomi, bisnis, profesi, bahkan masalah bangsa. Kita hanya dituntut bersedia mengoptimalkan penggunaan atau pemanfaatannya (hlm. 2).
Memang benar, tak ada yang benar-benar mudah dalam hidup ini. Karena setiap segala sesuatu itu harus diperjuangkan. Ingin punya uang harus bekerja, ingin pintar harus belajar, dan seterusnya.
Mudah dan sulit sebenarnya sangat bergantung bagaimana cara kita menyikapi atau menghadapinya. Kesulitan atau persoalan hidup yang kita alami misalnya, akan menjadi hal yang mudah bila kita berusaha menyikapinya dengan sabar dan tawakal atau berserah diri kepada-Nya.
Berdamai dengan takdir, selalu bersyukur, merupakan kunci ketenangan dan kemudahan dalam menjalani hidup. Saya sepakat dengan apa kata Sarjono Sahar dalam buku ini, bila kita tidak bersedia menerima kesulitan (tidak ikhlas) maka jangan heran bila kemudahan pun enggan menghampiri, karena kemudahan datangnya sesudah atau bersamaan dengan kesulitan.
Agar supaya sukses menjalani kehidupan ternyata mudah, lakukanlah apa yang diperintahkan dan dikehendaki Allah Swt. dengan baik, tinggalkan apa yang dilarang-Nya. Jadilah seseorang sebagaimana yang dikehendaki Allah Swt., dan jadikanlah diri Anda pantas untuk sesuatu yang Anda impikan (hlm. 16).
Bagi Anda yang sedang terpuruk atau sedang butuh hiburan dan motivasi hidup, saya rekomendasikan untuk membaca buku terbitan Elex Media Komputindo, karya Sarjono Sahar ini. Selamat membaca.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Rangkaian Kisah Penuh Hikmah dalam Buku Berguru pada Saru
-
Pentingnya Memiliki Prinsip Hidup dalam Buku Menjadi Diri Sendiri
-
Menjalani Hidup dengan Tenang dalam Buku Hujan Bahagia
-
Menciptakan Kehidupan yang Harmonis dalam Buku Komunikasi Bebas Konflik
-
Sebuah Upaya Menghindari Penyakit: Buku 'Jagalah Sehatmu Sebelum Sakitmu'
Artikel Terkait
-
Novel Homicide and Halo-Halo: Misteri Pembunuhan Juri Kontes Kecantikan
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Ulasan Buku Terapi Luka Batin: Menemukan Kembali Diri Kita yang Belum Utuh
-
Ulasan Novel Animal Farm karya George Orwell: Revolusi Menjadi Tirani
-
Ulasan Novel 1984 karya George Orwell: Kengerian Dunia Totalitarian
Ulasan
-
Review Novel 'Entrok': Perjalanan Perempuan dalam Ketidakadilan Sosial
-
Review Film All We Imagine as Light: Kesunyian di Tengah Hiruk-pikuk Mumbai
-
Novel Homicide and Halo-Halo: Misteri Pembunuhan Juri Kontes Kecantikan
-
Ulasan Novel Dunia Sophie: Memahami Filsafat dengan Sederhana
-
Review Film Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai, dari Ritual Mistis sampai Jumpscare Kejam
Terkini
-
Bikin Gagal Move On! 3 Drama Medis Korea Ini Siap Bikin Kamu Pengen Jadi Dokter!
-
Reuni Lagi, Lee Do Hyun dan Go Min Si Bakal Bintangi Drama Baru Hong Sisters
-
Lebaran Usai, Dompet Nangis? Waspada Jebakan Pinjol yang Mengintai!
-
Mark NCT Wujudkan Mimpi Jadi Bintang di Teaser Terbaru Album The Firstfruit
-
Generasi Unggul: Warisan Ki Hajar Dewantara, Mimpi Indonesia Emas 2045?