Penting bagi setiap orang untuk mengelola uang yang dimilikinya dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Artinya, pengeluaran kita lebih besar daripada penghasilan kita setiap bulannya.
Tak perlu kita memiliki banyak keinginan sementara kita tahu bahwa penghasilan kita setiap bulannya pas-pasan, atau hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan yang penting-penting saja seperti makan, minum, membayar kontrakan, dan jajan sekadarnya.
Sebenarnya, memiliki banyak keinginan sah-sah saja sih, dan itu adalah hak setiap orang. Tetapi harus diimbangi dengan usaha atau kerja keras. Misalnya, lebih gigih dan pantang menyerah dalam bekerja. Mencari pekerjaan sampingan dapat kita jadikan sebagai pilihan ketika kita ingin membeli barang-barang yang kita impikan.
Dalam menjalani hidup, biasanya kita memiliki rencana jangka panjang. Di sinilah kita perlu untuk mengelola keuangan dengan baik. Mengelola keuangan juga sangat penting untuk ditanamkan oleh para orang tua kepada anak-anaknya sejak usia dini. Semuanya dimulai dari rumah. Misalnya mengajari anak agar menyisihkan uang sakunya untuk ditabung.
Ajarkan kepada anak tentang bagaimana cara menghargai uang yang dimiliki, jangan dihambur-hamburkan sesuka hati, sebab mencari uang itu butuh perjuangan yang tidak bisa dianggap enteng.
Dalam buku ‘Mengelola Uang Saku’ diuraikan, banyak orang telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka untuk bekerja, dan di masa tuanya tidak mempunyai tabungan atau investasi. Mereka mengalami kesulitan untuk membayar kebutuhan seperti telepon dan listrik dan sangat tergantung kepada bantuan keluarga dan pemerintah. Yang lain ingin membeli rumah dan berkeluarga tetapi terlilit utang dan tidak memiliki barang berharga.
Sebagian dari masalah tersebut mungkin disebabkan oleh kekurangan keterampilan dalam mengelola keuangan. Jalan keluarnya mungkin dapat dilakukan dengan mengajarkan menabung dan membuat perencanaan kepada anak-anak sejak dini sehingga membantu mereka terhindar dari tekanan ekonomi masa depan (hlm 5).
Buku ‘Mengelola Uang Saku’ karya Jocelyn Hadley-Buxton ini bertujuan untuk membantu mengembangkan keterampilan manajemen keuangan untuk mengelola apa yang kita miliki dengan lebih baik. Buku ini tidak mengajarkan untuk menjadi kaya, melainkan untuk mengajarkan hidup yang baik tanpa terlalu merasa khawatir.
Semoga terbitnya buku ini dapat menjadi salah satu buku panduan bagi para orangtua untuk mengajari putra-putrinya tentang keterampilan mengelola keuangan dengan baik dan bijak sejak usia dini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tak Ada Perayaan Tahun Baru Malam Ini
-
Refleksi Keserakahan Manusia dan Kritik Penguasa dalam Antologi Puisi Negeri Daging Karya Gus Mus
-
Seni Mengatur Waktu dengan Baik dalam Buku "Agar Waktu Anda Lebih Bermakna"
-
Buku Perjalanan ke Langit: Nasihat tentang Pentingnya Mengingat Kematian
-
Ulasan Buku Resep Kaya ala Orang Cina, Cara Menuju Kekayaan yang Berlimpah
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Memberi Ruang, 72 Tulisan Pendek yang Menarik
-
Ulasan Novel Bungkam Suara, Dunia Fiksi yang Tak Terlihat di Peta Dunia
-
Pegadaian Dukung Potensi Agen Melalui Peluncuran Buku Agen Mental Juara
-
Ulasan Buku 'Malioboro at Midnight', Kisah Rumit dengan Hadirnya Orang Ketiga
-
Ulasan Buku 'Sumur Sebuah Cerita' Perjuangan Cinta yang Berujung Tragis
Ulasan
-
Ulasan Drama Korea Tempest: Kisah Kang Do Woon dan Jun Ji Hyun Melawan Teror Politik
-
Ulasan Film Your Letter: Petualangan Penuh Makna Lewat Sebuah Surat
-
Review Film Modual Nekad: Suguhkan Komedi Aksi yang Lebih Gila dan Kocak!
-
Ulasan Buku Tuhan, Beri Aku Alasan untuk Tidak Menyerah: Kamu Tidak Sendiri
-
Perjalanan Menemukan Diri Sendiri dari Buku Aku yang Sudah Lama Hilang
Terkini
-
Post-Holiday Fatigue: Liburan Tak Selalu Menyembuhkan, Tetap Merasa Lelah
-
EXO Bangun Hype Comeback lewat Promosi Misterius Jelang Album Baru REVERXE
-
Prilly Latuconsina Berbagi Pengalaman Tahun Baru di Jepang: Hening!
-
Awali 2026 dengan Kolaborasi Global, TXT Gandeng Hyde di Single Jepang Baru
-
Siap Tutup Kisah, Film Final Kaguya-sama: Love Is War Resmi Diumumkan