Film yang disutradarai oleh Edwin dan ditulis oleh Gina S. Noer ini merupakan sebuah karya yang menonjol di luar batas konvensi film remaja romantis. Pemain utama, Putri Marino sebagai Lala, seorang atlet loncat indah di bangku SMA, dan Adipati Dolken sebagai Yudhis, murid baru yang tanpa sengaja mengawali perkenalan dengan Lala dalam sebuah momen yang lucu dan tak terlupakan.
Meskipun dimulai dengan kesan manis yang umumnya terkait dengan drama percintaan remaja, film ini mengalami pergeseran yang mendalam di tengah jalan cerita. Hubungan antara Lala dan Yudhis yang awalnya terasa seperti kisah cinta remaja biasa, berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih kompleks dan menegangkan.
BACA JUGA: Film Rebel Moon Part One, Menelisik Integritas Moral Pada Karya Fiksi
Putri Marino dan Adipati Dolken berhasil membangun chemistry yang kuat di layar, membawa penonton terlibat dalam getaran cinta pertama dan perjalanan emosional karakter-karakter utama. Lala, seorang atlet loncat indah yang awalnya hanya fokus pada prestasi, mendapati dirinya terjerat dalam masalah tidak hanya dalam hubungannya dengan Yudhis, tetapi juga dengan ayah dan teman-temannya.
Yang membuat cerita semakin menarik adalah sifat posesif Yudhis yang tidak lazim, melebihi batas-batas hubungan romantis biasa. Yudhis bukan sekadar posesif; ia mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, seolah-olah mengklaim Lala sebagai miliknya. Bahkan, tingkat kekerasan yang ditunjukkan Yudhis terhadap Lala menciptakan nuansa ketegangan yang jarang ditemui dalam film-film sejenis di Indonesia.
Tengah film, karakter Yudhis mengalami perubahan yang semakin tidak terkendali, membawa cerita ke dimensi yang lebih gelap dan intens. Keberanian Putri Marino dan Adipati Dolken dalam membawakan peran-peran ini menciptakan ketegangan yang dirasakan oleh penonton, membuat mereka terlibat emosional dalam lika-liku hubungan yang semakin rumit.
BACA JUGA: Novel 'Centerpiece', Kisah Perjodohan Antara Emily Dengan Sang Idola
Meskipun bahaya dan penuh ketidakpastian, Lala memilih untuk tetap menjalani hubungan ini, bahkan merasa memiliki tanggung jawab untuk merubah Yudhis. Hal ini menambah lapisan kompleksitas pada karakter Lala, yang selain harus menghadapi konflik romantisnya, juga menghadapi pertarungan internal dan eksternal yang menguji kekuatan dan ketabahannya.
Film ini berhasil mengeksplorasi tema cinta yang berbahaya , mengajak penonton untuk mempertanyakan batas-batas dalam hubungan dan dampaknya pada kehidupan individu. Dengan kombinasi akting luar biasa dan pengembangan karakter yang mendalam, film ini tidak hanya menjadi kisah cinta remaja biasa, melainkan sebuah perjalanan emosional yang menantang dan memikat penonton hingga akhir cerita.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Drama Korea Anna, Merajut Takdir dalam Kebohongan
-
Film 'Persona: Sulli', Cerita Sebuah Hidup di Dunia K-Pop
-
Kisah Hidup Dewasa: Romantika Realisme dalam 'Because This Is My First Life'
-
Nevertheless (2021): Keindahan Visual Drama Romantis yang Kontroversial
-
Rahasia Perawatan Kulit Jepang Sehat dan Awet Muda ala Metode CSM
Artikel Terkait
-
Persaingan Film Lebaran 2025, Norma: Antara Mertua dan Menantu Paling Tak Diminati
-
Jejak Ray Sahetapy di Hollywood, Peran yang Terhapus dari Captain America: Civil War
-
Sinopsis Setetes Embun Cinta Niyala, Film Lebaran Tayang di Netflix
-
Review Film All We Imagine as Light: Kesunyian di Tengah Hiruk-pikuk Mumbai
-
Remake Film Mendadak Dangdut: Apa yang Berubah?
Ulasan
-
Review Novel 'Entrok': Perjalanan Perempuan dalam Ketidakadilan Sosial
-
Review Film All We Imagine as Light: Kesunyian di Tengah Hiruk-pikuk Mumbai
-
Novel Homicide and Halo-Halo: Misteri Pembunuhan Juri Kontes Kecantikan
-
Ulasan Novel Dunia Sophie: Memahami Filsafat dengan Sederhana
-
Review Film Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai, dari Ritual Mistis sampai Jumpscare Kejam
Terkini
-
Bikin Gagal Move On! 3 Drama Medis Korea Ini Siap Bikin Kamu Pengen Jadi Dokter!
-
Reuni Lagi, Lee Do Hyun dan Go Min Si Bakal Bintangi Drama Baru Hong Sisters
-
Lebaran Usai, Dompet Nangis? Waspada Jebakan Pinjol yang Mengintai!
-
Mark NCT Wujudkan Mimpi Jadi Bintang di Teaser Terbaru Album The Firstfruit
-
Generasi Unggul: Warisan Ki Hajar Dewantara, Mimpi Indonesia Emas 2045?