Film terbaru Netflix, "Through My Window 3: Looking At You," mencoba mempertahankan daya tarik genre romantis yang sering kali menjadi favorit di platform streaming ini. Tayang sejak 15 Februari 2024, dan dibintangi oleh Clara Galle dan Julio Pena Fernandez
"Through My Window 3: Looking At You" mengisahkan kelanjutan kisah cinta antara Raquel dan Ares. Keduanya awalnya hanya tetangga, tapi hubungan mereka berkembang menjadi lebih dari itu.
Kali ini, melanjutkan kisah pada film sebelumnya, penonton akan melihat bagaimana Raquel dan Ares menghadapi tekanan dari keluarga masing-masing. Raquel dan Ares sampai detik ini sulit melupakan kenangan manis di antara mereka. Biarpun sudah mencoba menjalin hubungan dengan orang lain, tetap saja mereka nggak bisa saling melupakan. bahkan saat mengencani orang lain.
Selain itu, film ini juga menyoroti perjalanan karakter-karakter lain, seperti Artemis dan Claudia, yang mengalami peran baru sebagai orangtua, dan perjuangan Apollo dalam mencari pasangan sambil menghadapi kebingungan tentang orientasi seksualnya. Pertanyaannya, bisakah Raquel dan Ares bersatu lagi di bab terakhir trilogi ini?
Ulasan:
Sebenarnya aku agak malas menonton "Netflix Smutty Romance" macam begini. Buat yang belum tahu, "Netflix Smutty Romance” itu semacam film-film romantis di Netflix, dengan perpaduan unsur dewasa atau adegan yang eksplisit secara seksual. Istilah "smutty" sendiri mengindikasikan bahwa film-film itu mungkin ‘menonjolkan atau memusatkan’ perhatian pada aspek-aspek sensual dan seksual. Intinya, Film semacam ini lebih menekankan elemen erotis, adegan dewasa, dan penekanan pada hubungan intim antara karakter.
Salah satu kelemahan yang mencolok adalah kurangnya motivasi atau dorongan yang kuat pada karakter-karakter utama. Meskipun film ini merupakan instalmen ketiga, masih terasa sulit untuk merasakan kedalaman emosional atau perkembangan karakter yang signifikan.
Pengembangan karakter yang lemah bukan hanya terbatas pada hubungan Raquel dan Ares. Film ini juga mencoba menjelajahi perjalanan ‘menjadi orangtua oleh Artemis dan Claudia, serta perjuangan Apollo dalam mencari pasangan yang membuatnya bingung tentang orientasi seksualnya’. Sayangnya, eksplorasi ini terasa sekunder dan nggak cukup mendalam untuk membuat penonton terhubung secara emosional.
"Through My Window 3" juga gagal dalam memberikan kesan akhir yang memuaskan. Akhir film terasa terburu-buru, terus kayak kasar banget pemotongan adegannya.
Sisi positifnya, cinematografi film ini cukup baik, dan memberikan tampilan visual yang menyenangkan. Namun, aspek ini nggak dapat menggantikan kelemahan substansial dalam penulisan skenario dan pengembangan karakter.
Dengan demikian, "Through My Window 3: Looking At You" bagiku cukup ditonton sekali seumur hidup. Dengan cara film ini berakhir, terlihat bahwa baik para aktor maupun pembuatnya mungkin merasa kelelahan. Skor dariku: 3/10. Agak nggak tega kasih skor segitu, tetapi nyatanya, pengalaman menontonku cukup rusak oleh jalan cerita dan berbagai aspek lain dalam film ini.
Kamu mau coba nonton film ini? Siapkan mental dan iman, ya! Eh.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Review Film Pemikat Jiwa: Pelet, Ego, Obsesi, dan Cinta Laknat
-
Foufo Membuktikan Sci-Fi dari Indonesia Nggak Perlu Mengekor Hollywood
-
Pencarian Identitas yang Menyayat Hati: Mengapa Abandoned di Disney+ Lebih dari Sekadar Dokumenter
-
Review Film Moana: Saat Disney Kembali Berlayar dalam Balutan Live-Action
-
Review Color Book: Meramu Duka Menjadi Perjalanan Cinta yang Begitu Tulus
Artikel Terkait
-
Review Film Dune Part One, Epos Sci-Fi yang Megah!
-
3 Rekomendasi Series yang Dibintangi Omar Daniel, Terbaru Ada Hati Suhita
-
Sutradara Dirty Vote Sindir Bintang Empat Prabowo dari Jokowi: Titip IKN, Batu Bara Sampai Anakku!
-
Ulasan Film A Man Called Otto, Menggali Momen Heartwarming yang Mengharukan
-
Review Film Ritual Tumbal Terakhir, Horor Padat yang Terlalu Singkat!
Ulasan
-
Review Film Pemikat Jiwa: Pelet, Ego, Obsesi, dan Cinta Laknat
-
Layak Tonton atau Lewatkan? Kupas Tuntas Film Moana Live Action 2026
-
Lebih dari Sekadar Kungfu: Mengapa Tai Chi Master adalah Film Jet Li yang Paling Ngenes?
-
Ulasan "Limited Time", Novel Korea dengan Kisah Remaja yang Menyentuh
-
Drama Study Group, Ketika Hierarki Sekolah Ditentukan oleh Kekuatan Fisik
Terkini
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Wonderwall, Oasis, dan Mimpi Inggris Menjuarai Piala Dunia 2026
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
Cuaca Makin Terik! Lakukan 5 Langkah Ini Agar Kulit Tak Cepat Kusam dan Menua
-
Kereta Api Bukan Dapur Berjalan! Alasan Logis Mengapa Stopkontak KAI Haram untuk Rice Cooker