Buku Psikologi Sosial yang ditulis oleh Dr. WA Gerungan, Dipl. Psych. ini mempelajari eksistensi manusia dalam kedudukannya sebagai makhluk individu dan sosial. Studi komprehensif tentang aktivitas hubungan antar manusia sebagai makhluk utuh (jiwa dan raga) yang berusaha merealisasikan potensi individualnya dengan membangun interaksi sosial yang dinamis dalam kelompok.
Bapak Psikologi Sosial, Gabriel Tarde mengatakan bahwa proses imitasi atau peniruan perilaku merupakan dasar bagi terbentuknya interaksi sosial antar manusia. Social Interaction berkisar dari gagasan original dan excellent yang dirumuskan oleh seseorang berbakat tinggi kemudian dicontoh, ditiru, dan diikuti oleh orang lain melalui proses imitasi. Menurut Tarde, imitasi menjadi faktor utama bagi perkembangan individu bahkan berperan dalam tumbuhnya adat dan tradisi: la sosiete c'est l'imitation.
Dikatakan oleh Chorus dalam buku ini bahwa proses imitasi tidak bersifat mutlak karena keberhasilannya ditentukan oleh perhatian, sikap, struktur kepribadian, kematangan perkembangan, dan taraf intelegensi seseorang yang bekerja secara selektif sebelum memutuskan tindakan peniruan perilaku.
Menurut Woodworth terjadi empat jenis hubungan antara individu dengan lingkungan ketika membangun interaksi sosial yakni memanfaatkan, berpartisipasi, menyesuaikan diri, dan bertentangan dengan lingkungan. Kecenderungan individu untuk berusaha menyesuaikan diri secara autoplastis dilakukan dengan berusaha mengubah dirinya agar sesuai dengan tuntutan lingkungan, dan secara aloplastis dengan mengubah lingkungan agar sesuai dengan dirinya.
Dalam interaksi sosial yang dinamis terjadilah proses saling mempengaruhi sehingga melahirkan tokoh panutan dan disegani dalam sebuah kelompok sosial yang dianggap layak menjalankan peran kepemimpinan. Menurut Floyd Ruch seorang pemimpin mengemban tugas sebagai Structuring the Situation, Controlling Group Behaviour, dan Spokesman of the Group, yang bekerja bersama anggota kelompok dalam mencapai tujuan organisasi.
Fakta-fakta yang diperoleh melalui penelitian dan dilakukan oleh Psikolog Sosial pada tahun 1950-an tentang pengaruh besar konten media massa seperti pustaka, majalah, surat kabar, film, radio, dan televisi terhadap pembentukan attitude, perkembangan, dan perubahan sosial tertuang di dalam beberapa lembar halaman buku ini.
Buku yang diterbitkan oleh PT ERESCO, Bandung, 1991 ini juga menyajikan pemikiran-pemikiran dari Emile Durkheim, Gustave Le Bon, Sigmund Freud, William James & Charles H Cooley, Kurt Lewin, dan tokoh-tokoh lain yang memiliki gagasan kritis, saling bertentangan, dan saling mendukung dalam menguatkan kedudukan Psikologi Sosial sebagai disiplin ilmu yang mempelajari aktivitas hubungan antar manusia dalam kelompok.
Selamat membaca, semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Menjawab Keraguan Gen X Lewat Saksi Bisu Kebersamaan Tim Futsal
-
Kaum Intelektual Kudu Ngerti kalau 'Literasi bukan Sekadar Calistung' Mulu
-
Karakteristik Schadenfreude dalam Psikologi Massa Sound Horeg
-
Tokoh Perempuan di Balik Sukses Ki Hajar Dewantara Pertahankan Taman Siswa
-
Tumbuhkan Jiwa Patriot lewat Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Welcome Home, Rain: Kisah Skandal Besar Seorang Pianis
-
Memahami Keberadaan Meme dalam Interaksi di Media Sosial
-
Ogah Flexing Barang Mewah, Ini Alasan Selvi Ananda Tak Pakai Media Sosial
-
Ulasan Buku Kakeibo karya AE Zen: Belajar Mengatur Keuangan ala Jepang
-
Menyusuri Jejak Asmara dalam Ulasan Buku 'Romeo Gadungan'
Ulasan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain
-
Novel White Wedding: Ketika Warna Putih Menjadi Simbol Luka dan Kebahagiaan
Terkini
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra
-
4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering
-
Gunil Keluar dari Xdinary Heroes, Agensi: Akan Lanjut dengan 5 Anggota
-
Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak