Film animasi "The Tale of the Princess Kaguya" merupakan salah satu karya dari Studio Ghibli, disutradarai oleh Isao Takahata, yang juga salah satu pendiri studio tersebut.
Anime ini didasarkan pada cerita rakyat Jepang abad ke-10 yang disebut "The Tale of the Bamboo Cutter". Film ini mengisahkan tentang pasangan kurang mampu yang menemukan seorang gadis misterius di hutan dan membesarkannya sebagai seorang putri.
Review Anime The Tale of the Princess Kaguya
Film ini menawarkan animasi yang memukau, dengan gaya lukisan Jepang kuno yang hidup. Animasinya mengalir dengan halus dalam gaya air minimalis yang mengingatkan pada lukisan Raymond Briggs, "The Snowman".
Tema utama film ini adalah tentang kebahagiaan sederhana yang bisa ditemukan dalam kehidupan alami, dibandingkan dengan kehidupan di perkotaan yang penuh dengan kemajuan sosial dan materialisme.
Studio Ghibli selalu dikenal dengan inovasi dalam animasi, dan film ini tidak terkecuali. Gaya seni yang inovatif dan unik adalah ciri khas dari karya-karya Studio Ghibli.
Dalam "The Tale of the Princess Kaguya", sutradara Takahata berhasil menciptakan visual yang memukau yang menampilkan ekspresi karakter yang kuat dan mudah dikenali, serta menggambarkan kenangan masa kecil dengan indah.
Meskipun film ini dikenal karena keindahan visualnya, plotnya yang terlalu sederhana mungkin tidak membenarkan durasi film yang cukup panjang.
Namun demikian, penggemar Studio Ghibli pasti akan menikmati film ini meskipun twist cerita yang agak tak terduga di akhir.
'The Tale of the Princess Kaguya' menunjukkan lagi bahwa Studio Ghibli adalah tempat di mana keahlian artistik dan naratif yang luar biasa bertemu.
Meskipun mungkin bukan karya terbaik Takahata, film ini tetap menarik dan memukau penonton dengan pesona dan keindahannya.
Film ini adalah salah satu dari sedikit karya Takahata, dan mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk menikmati karya baru dari sutradara legendaris ini.
Dengan segala keunikan dan keindahannya, "The Tale of the Princess Kaguya" adalah film yang tidak boleh dilewatkan bagi para penggemar animasi dan penggemar Studio Ghibli.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku The Principles of Power: Seni Menguasai Pengaruh Secara Etis
-
Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Belajar Mengambil Keputusan Lewat The Decision Book Karya Mikael Krogerus
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Dari Ongkos Transportasi hingga Harga Sembako
Artikel Terkait
-
Ulasan Anime 'Uchi Musume': Kisah Pria yang Mengadopsi Anak Iblis
-
Review Anime 'Porco Rosso', Misi Pertempuran dengan Pembajak Pesawat
-
Review Anime 'Pom Poko', Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup
-
Pencipta Dragon Ball Meninggal Dunia, RIP Legend Menggema di X
-
Review 'When Marnie Was There', Anime Penutup Studio Ghibli yang Bikin Haru
Ulasan
-
Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya
-
Review Serial The Gentlemen Season 2: Pengkhianatan Berdarah Keluarga Glass
-
UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh
-
Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
Terkini
-
Membongkar Rapuhnya Pendidikan Indonesia: Masihkah Kita Mau Menyangkal?
-
Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata
-
Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Sepatu Ajaib Menyeberangi Sungai