Beberapa waktu yang lalu akun twitter/X Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI), memposting 2 video yang memperlihatkan latihan TNI-AU dengan menggunakan pesawat tempur kelas berat asal Rusia, yakn Sukhoi SU-27. Uniknya, dalam latihan kali ini juga diperlihatkan pesawat tanker legendaris milik TNI-AU, yakni Lockheed-Martin KC-130B yang juga turut digunakan dalam latihan tersebut.
“Para Penerbang Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, melaksanakan Latihan Air Refueling (Pengisian Bakan Bakar di Udara) pada siang hari dan malam hari di langit Makassar beberapa waktu lalu. Latihan melibatkan beberapa pesawat, antara lain pesawat Tempur Sukhoi Su-27/30 Skadron Udara 11, dan pesawat Tanker KC-130 Hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh,” tulis dalam unggahan akun twitter/X resmi milik Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (@kemhan_RI).
Latihan ini sendiri bertujuan untuk menjaga kesiapan awak pesawat tempur, khususnya para pilot agar tetap menjaga kecapakan dalam mengoperasikan alutsista milik TNI-AU dan demi menjaga kesadaran situasional dalam berbagai kondisi. Salah satunya adalah saat misi pengisian bahan bakar pesawat di udara.
Sudah Dioperasikan Sejak Dekade 1960-an
Melansir dari laman indomiliter.com, pesawat KC-130B Hercules yang dioperasikan oleh TNI-AU sudah mulai berdinas sejak dekade 1960-an ataua saat masa-masa awal TNI-AU atau kala itu yang bernama AURI mengoperasikan pesawat angkut C-130 Hercules. Varian KC-130B sendiri sejatinya merupakan hasil modifikasi dari C-130 standar yang dikonfigurasi agar mampu membawa tabung bahan bakar dan alat pengisian bahan bakar di udara.
Meskipun telah diubah menjadi pesawat tanker, namun KC-130B tetap mampu melayani misi penerjunan pasukan dan misi angkut logistik sesuai keperluan. Hal ini dikarenakan komponen pengisian bahan bakar tersebut dapat dibongkar-pasang sesuai kebutuhan. Tentunya hal ini karena pesawat C-130 memang menjadi pesawat multi-role yang mampu mengemban banyak misi.
Pesawat KC-130B sendiri mampu membawa bahan bakar cadangan sebanyak 25.000 kg dan mampu mengisi 2 pesawat bersamaan. Pesawat yang dioperasikan oleh 2 orang pilot dan 2 orang kru pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan 670 km/jam dan memiliki jarak jangkauan sekitar 6.000 km. Hal ini dikarenakan pesawat ini ditenagai oleh 4 mesin Allison T56 Turboprop.
Indonesia sendiri memiliki 1 unit pesawat KC-130B yang masih berdinas bersama TNI-AU. Sejatinya pesawat ini memiliki jumlah 2 unit, akan tetapi salah satu unitnya jatuh saat melakukan penerbangan di tahun 2015 silam. Kini, pesawat ini direncanakan akan digantikan oleh Airbus A400 yang dibeli dari Prancis dan direncanakan mulai beroperasi pada kurun waktu 2026-2027 nanti.
Baca Juga
-
Sebut Ajang AFF Cup Penting, Ini Misi John Herdman Bagi Timnas Indonesia
-
Pertajam Lini Depan, Timnas Indonesia Incar 2 Penyerang Keturunan Baru!
-
Gabung Grup Neraka, Ini Peluang Lolos Indonesia di Piala Asia U-17 2026
-
PSSI Sebut Tak Proses Naturalisasi Baru, Bagaimana Peluang di FIFA Series?
-
Mauro Zijlstra Gabung Persija, Media Lokal Pertanyakan Fungsi Naturalisasi!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Belajar Adaptasi dan Profesionalitas dari Novel Dirty Play Karya Ghyna Amanda
-
Saat Galaksi dan Bintang Membentuk Akal Sehat dalam The Demon-Haunted World
-
Film Waru: Sebuah Perjanjian Pesugihan Berdarah yang Mematikan!
-
Novel Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa, Peta Jawa dan Misteri Samiam
-
Romansa Enemies to Lovers di Novel Act of Money Karya Dinda Delvira