Salah satu karakteristik dari novel dengan tokoh anak-anak adalah jalan cerita yang biasanya lebih sederhana dan sarat akan nilai-nilai pembelajaran. Kisah-kisahnya juga cenderung heartwarming, mampu membuat suasana hati kita menjadi hangat.
Bagi kamu yang sedang ingin menyelingi kesibukan dengan kegiatan membaca buku anak, berikut ini 4 rekomendasi buku dengan karakter anak-anak yang tetap relevan untuk dinikmati oleh segala usia!
1. Le Petit Prince karya Antoine de Saint-Exupéry
Rekomendasi pertama adalah buku yang bercerita tentang seorang pilot yang bertemu dengan sosok pangeran kecil . Pangeran ini berasal dari luar angkasa, namun terjebak di tengah-tengah gurun Sahara. Lewat pertemuan itu, mereka banyak berdialog dan bertukar ide tentang hal-hal sederhana yang kerap dilupakan oleh banyak orang seiring mereka tumbuh dewasa.
2. Totto-Chan karya Tetsuko Kuroyanagi
Selanjutnya adalah novel populer karya penulis Jepang dengan tokoh anak perempuan yang akrab disapa Totto-Chan. Tingkah polos ala anak-anak dan besarnya rasa keingintahuan mereka digambarkan dengan baik dalam novel Totto-Chan. Selain itu, banyak pelajaran mengenai dunia parenting, pendidikan, hingga nilai-nilai persahabatan yang disajikan dalam novel yang diambil dari kisah nyata penulis ini.
3. Serial Anak Nusantara karya Tere Liye
Sebagaimana judulnya, Serial Anak Nusantara mengangkat cerita anak-anak Indonesia dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ada banyak nilai moral yang bisa dipetik dari perjalanan anak-anak luar biasa yang ada di ke-8 serial ini. Yakni kisah tentang Si Anak Spesial, Si Anak Pintar, Si Anak Pemberani, Si Anak Kuat, Si Anak Cahaya, Si Anak Badai, Si Anak Pelangi, hingga Si Anak Savana. Dengan tokoh anak-anak beserta petualangan seru mereka masing-masing, serial ini adalah bacaan yang cocok dinikmati oleh segala usia!
4. Serial Mata karya Okky Madasari
Hampir sama dengan Serial Anak Nusantara, Serial Mata ini adalah tetralogi novel yang mengangkat latar dari berbagai tempat menarik Indonesia. Bersama sosok anak perempuan bernama Mata, pembaca akan diajak berpetualang ke tempat-tempat menarik, mulai dari Belu, Ternate, hingga Wakatobi.
Yang menjadi pembeda antara serial yang satu ini dengan buku-buku anak lain adalah ide cerita yang lebih berani dalam mengeksplor beragam isu, seperti pendidikan, budaya, hingga aspek kemanusiaan.
Nah, itulah tadi 4 rekomendasi buku anak namun dapat dibaca oleh orang dewasa maupun segala usia. Bagi kamu yang saat ini sedang jenuh, membaca buku-buku di atas semoga bisa menjadi hiburan yang ringan namun tetap bermakna!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
Artikel Terkait
-
BCA Mau Merger Dua Anak Usaha di Sektor Pembiayaan Kendaraan Bermotor
-
Serupa Perkara Kematian Afif Maulana, YLBHI Ungkap 9 Kesamaan dengan Kasus Brigadir J
-
Kapolri Ngaku Kerahkan Itwasum dan Propam Mabes Tangani Kasus Kematian Afif Maulana
-
LBH Padang Ungkap 7 Teman Afif Maulana Juga Alami Luka Kekerasan
-
Pencinta Wangi Vanilla, Ini 3 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Awet
Ulasan
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Belajar dari Iblis dan Maling? Seni Menang di Buku Jadilah yang Terbalik!
-
Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf
-
Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup
-
Magic Cat Leave the Trees, Please: Puisi Indah untuk Menyelamatkan Bumi
Terkini
-
Cegah Kusam! Ini 5 Night Cream Vitamin C untuk Kulit Tampak Cerah Merata
-
Elegan! Ini 7 Rekomendasi Merk Handuk yang Cocok Jadi Souvenir dan Hampers
-
Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya
-
Gaji Manajer Kopdes Ditanggung APBN: Di Mana Letak Skala Prioritas Negara?
-
Puisi Pahlawan dan Tikus: Menyelami Kritik Sosial yang Sarat Spiritualitas