CODA adalah film drama musikal yang disutradarai oleh Sian Heder dan dirilis pada tahun 2021. CODA telah meraih beragam penghargaan, di antaranya penghargaan sebagai Best Picture Oscar 2022.
Film ini berfokus pada Ruby Rossi (Emilia Jones) seorang gadis remaja yang merupakan satu-satunya anggota keluarga yang bisa mendengar dalam keluarganya yang tuna rungu.
CODA sendiri adalah singkatan dari "Child of Deaf Adults" (Anak dari orang tua penyandang tuna tungu).
Ruby tinggal bersama orang tuanya, Jackie (Marlie Matlin) dan Frank (Troy Kotsur), serta kakaknya, Leo (Daniel Durant), di sebuah komunitas nelayan, yang terletak di Massachusetts. Keluarga mereka mengelola bisnis perikanan yang menjadi mata pencaharian utama.
Cerita dimulai dengan keseharian Ruby yang harus membantu keluarganya dalam mengurus bisnis perikanan.
Ruby berperan penting dalam menjembatani hubungan keluarganya dengan orang-orang yang tidak mengerti bahasa isyarat.
Namun, Ruby memiliki mimpi yang lebih besar yaitu menjadi penyanyi, sesuatu yang bertentangan dengan keadaan keluarganya karena mereka tidak bisa mendengar.
Di sekolah, Ruby bergabung dengan klub paduan suara yang dipimpin oleh Mr. Villalobos (Eugenio Derbez), seorang guru musik yang mulai melihat potensi besar dalam suara Ruby.
Sepanjang film, Ruby dihadapkan pada dilema yang berat. Di satu sisi, dia ingin mengejar mimpinya untuk menjadi penyanyi dan mendapatkan beasiswa di Berklee College of Music, namun di sisi lain, dia merasa bertanggung jawab untuk membantu keluarganya yang sangat bergantung padanya dalam berkomunikasi dengan dunia luar.
Keluarganya, terutama ibunya Jackie, pada awalnya tidak mendukung keinginan Ruby untuk meninggalkan mereka, karena mereka merasa tidak bisa berfungsi tanpa Rubby.
Titik konflik terjadi ketika masalah lisensi mengancam bisnis perikanan keluarga. Keluarganya memerlukan seseorang yang bisa mendengar dan berbicara di kapal mereka, sehingga Ruby merasa dilema antara tetap tinggal dan membantu keluarganya atau mengikuti ambisinya.
Dalam proses ini, Ruby mulai memahami pentingnya mengikuti panggilan hatinya meskipun itu berarti meninggalkan keluarganya.
Keluarganya akhirnya menyadari betapa pentingnya impian Ruby dan mendukungnya, meskipun awalnya sulit bagi mereka untuk menerima kenyataan ini.
Film ini penuh dengan momen emosional yang menggambarkan hubungan kompleks antara Ruby dan keluarganya, serta bagaimana mereka belajar untuk saling mendukung dan menghargai impian satu sama lain.
Puncak cerita adalah ketika Ruby tampil di audisi musik, keluarganya datang secara diam-diam untuk mendukungnya.
Ruby menyanyikan sebuah lagu sembari menggunakan bahasa isyarat agar keluarganya bisa memahami apa yang ia nyanyikan, sebuah momen yang sangat menyentuh hati penontonnya.
Ulasan Film CODA
CODA adalah film yang menurut saya sangat sederhana namun luar biasa efektif dalam menyampaikan emosi yang mendalam.
Tak perlu plot yang ribet atau efek visual yang berlebihan, tapi justru kesederhanaan itulah yang membuat film ini berhasil menyentuh hati.
Satu hal yang menonjol dari CODA adalah karakter-karakternya yang terasa hidup. Ruby adalah remaja yang mungkin sebagian orang pernah berada di posisinya, harus memilih antara keinginan kita sendiri atau memenuhi harapan keluarga.
Akting dari para pemerannya, juga patut dipuji, terutama akting dari Troy Kotsur yang berperan sebagai ayah Rubby. Troy Kotsur sendiri, dalam kehidupan nyata juga merupakan seorang penyandang tunu rungu.
Troy Kotsur mampu membawa humor dan kehangatan dalam perannya. Dia bisa membuat kita tertawa sekaligus terharu hanya dengan bahasa isyarat dan ekspresi wajahnya. Chemistry antara anggota keluarga Rossi juga terasa sangat otentik.
CODA juga tak jatuh ke jebakan klise film drama. Ada keseimbangan yang baik antara humor, drama, dan momen-momen menyentuh.
Saya rasa, hal ini membuat filmnya jadi ringan tapi tetap punya bobot emosional yang kuat. Humor yang diselipkan membantu menjaga alur film supaya tidak terasa berat atau terlalu dramatis.
Secara keseluruhan, CODA menurut saya adalah film yang heartwarming, sangat pas untuk kamu yang suka cerita keluarga dengan konflik ringan tapi bermakna dalam.
CODA mengingatkan kita bahwa keluarga adalah tempat terindah yang kita miliki.
Cinta dan dukungan yang kita terima dari keluarga adalah hal yang paling berharga, karena pada akhirnya, merekalah yang selalu ada untuk kita dalam setiap langkah perjalanan hidup.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Film Marty Supreme: Super Chaos dan Menyesakkan Sepanjang Durasi!
-
Marty Supreme: Drama Ambisi yang Intens dan Melelahkan
-
Film 28 Years Later: The Bone Temple, Sekuel yang Lebih Sadis dan Artistik
-
Review The Long Walk: Film Distopia yang Brutal, Suram, dan Emosional
-
Review Film Weapons: Horor Non-Linear dengan Atmosfer Super Mencekam
Artikel Terkait
-
Sinopsis Film Aayushmati Geeta Matric Pass, Dibintangi Kashika Kapoor
-
Ulasan Film The Substance, Ambisi Berparas Jelita Berujung Petaka
-
Sang Legenda Kembali, Intip Poster Perdana Film Karate Kid: Legends
-
5 Rekomendasi Film Sambut Akhir Pekan, Ada The Substance
-
Review Film Shiva Baby, Ketegangan dan Humor di Tengah Kumpul Keluarga
Ulasan
-
Kisah Romansa Antara Mei Li dan Lung di Film Bangkok Traffic (Love) Story
-
Ulasan Drama A Virtuous Business: Angkat Isu Tabu dengan Cara yang Elegan
-
Panduan Anak Muda Raih Sukses Tanpa Tumbang Mental Karya Iqro' Firdaus
-
Sebelum Mengerti Belajarlah Menghormati: Menghidupkan Kembali Tata Krama di Tengah Krisis Moral
-
Perjuangan Menjadi 'Mandiri' di Jakarta: Realitas Pahit yang Dibalut Komedi dalam Novel ANJAS
Terkini
-
Dari Tumbler ke Paylater: Kontradiksi Gaya Hidup Ramah Lingkungan Anak Muda
-
ASUS ExpertBook Ultra 2026 Masuk Indonesia, Laptop Pebisnis Sultan dengan Intel Core Ultra Series 3
-
Niatnya Healing, Kok Malah Berujung Kantong Kering?
-
IHR: Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam, Karnaval Meriah dan Inul Daratista Hibur Ribuan Penonton
-
Aksi Memukau Joe Taslim dan Yayan Ruhian dalam Film 'The Furious', Kapan Tayangnya?