Saat meniti jalan yang panjang sebagai seorang penulis, Ki Ju Lee menyadari bahwa sebuah tulisan memiliki martabatnya masing-masing. Sesuatu yang menjadikan tulisan tersebut mampu meninggalkan makna yang mendalam di hati para pembacanya.
Selain bermakna, sebuah tulisan yang bermartabat adalah tulisan yang menyentuh dan sifatnya tak lekang oleh waktu. Hal tersebut ia paparkan dalam buku berjudul The Dignity of Writing : Makna Kehidupan Lewat Sebuah Tulisan.
Di dalam buku ini, penulis menguraikan hal-hal penting yang harus diketahui terkait membuat sebuah tulisan yang bermartabat. Misalnya bagaimana membuat kalimat pertama yang berkesan, mencari judul yang nendang, hingga memilih kalimat penutup yang mewakili isi buku keseluruhan.
Sebenarnya, beberapa pembahasan yang ada di dalam buku ini bisa dengan mudah ditemukan dalam buku panduan kepenulisan lainnya.
Namun, hal yang menjadikan buku ini menarik adalah kemampuan menulis untuk meramu seluruh pengetahuan dan konsep dasar tersebut menjadi sebuah pembicaraan yang menyentuh hati.
Sebagaimana judul dari buku ini, martabat tulisan yang dimaksud oleh penulis benar-benar mampu diaplikasikan dalam buku yang ia tulis sendiri.
Jadi, kita tidak sekedar diajarkan tentang bagaimana merangkai tulisan yang baik dan benar. Tapi Ki Ju Lee menunjukkan contoh langsung dari apa yang ia paparkan dalam buku ini.
The Dignity of Writing tidak hanya merangkul pengalaman menulis dari Ki Ju Lee, tapi ia seakan menceritakan sebuah perjalanan emosional yang mampu membawa pembaca tersentuh. Tentang bagaimana sebuah tulisan benar-benar mendatangkan makna yang mendalam bagi kehidupannya.
Beberapa kali ia mengangkat contoh-contoh pengalaman dari para penulis fenomenal dunia. Selain itu, Ke Ju Lee tak lupa menyertakan pengalaman pribadinya sendiri yang relevan dengan tiap topik.
Baru kali ini saya membaca buku yang membahas sebuah teori kepenulisan yang ilmiah tapi mengandung sentuhan personal dalam taraf yang seimbang.
Hal tersebut membuat buku ini tidak hanya menambah wawasan, tapi juga sangat nyaman untuk dibaca. "Makna kehidupan lewat tulisan" yang dicantumkan pada halaman sampul ternyata bukan sekedar jargon atau isapan jempol belaka.
Ke Ju Lee adalah jenis penulis yang walk the talk. Dia memang berhasil mempraktekkan apa yang ia ketahui lewat karyanya sendiri. The Dignity of Writing adalah sebuah buku panduan yang tampaknya harus dibaca bagi orang-orang yang tertarik dalam dunia kepenulisan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
-
Pahlawan Ekonomi Kreatif: Tetap Cuan Meski Tanpa Kerja Kantoran
-
Pecandu Buku, Gerak Laku Penuntut Ilmu: Literasi untuk Membangun Peradaban
-
Resep Kaya ala Orang Cina: Ketika Strategi yang Tepat Terlihat Seperti Hoki
-
Jangan Kalah Sama Monyet: Kumpulan Gagasan di Era Disrupsi
Artikel Terkait
-
Heartwarming! Ulasan Novel My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry
-
Ulasan Novel Game Over, Kisah Romansa Dua Manusia dengan Sifat yang Berbeda
-
Ulasan Novel Antologi Rasa: Kisah Rasa yang Tak Terucap
-
Menjalani Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan untuk Keseimbangan Emosi
-
Ulasan Buku 'Berdamai dengan Air Mata', Merayakan Kesedihan Lewat Puisi
Ulasan
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik
-
Ketika Chat Mesra Ternyata Salah Sasaran: Manisnya Sweety Anatomi
-
Gentala Arasy, Simbol Kejayaan Islam Kebanggaan Negeri Sepucuk Jambi
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
Bikin Khawatir di Baeksang, Ini Alasan Mata Choo Young Woo Ditutup Perban
-
4 Sunscreen SPF 35 Proteksi Kulit dari Sinar UV, Harga Ekonomis Rp30 Ribuan
-
Intip Peran Lee Jun Young di Reborn Rookie, Mantan Atlet yang Bertukar Jiwa