novel "Quatre" karya Venita Beauty. Judul "Quatre" yang diambil dari bahasa Prancis berarti "empat", menjadi metafora bagi kehidupan tokoh utama, Rosita yang seolah terjebak dalam sebuah kotak dengan empat sisi permasalahan. Novel ini menyajikan potret realistis tentang dilema-dilema yang sering dihadapi perempuan, terutama dalam konteks masyarakat yang masih memiliki standar ganda.
Rosita dihadapkan pada berbagai tekanan, mulai dari tuntutan keluarga untuk segera menikah, ekspektasi masyarakat akan kesuksesan karier, hingga pencarian jati diri yang belum tuntas. Konflik batin yang dialaminya menjadi benang merah yang menyatukan seluruh cerita.
Tema utama yang diangkat dalam novel ini adalah tentang pilihan hidup. Setiap keputusan yang diambil memiliki konsekuensi, dan tokoh utama harus belajar untuk bertanggung jawab atas pilihannya.
Novel ini mengajak pembaca untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hidup, seperti,
Apa yang sebenarnya membuat kita bahagia?
Bagaimana cara menemukan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier?
Bagaimana cara menghadapi tekanan sosial?
Bagi Rosita (28). pertanyaan "kapan menikah?" bukanlah sebuah basa-basi. melainkan cara orang lain untuk merendahkan hidupnya. Padahal, Rosita merasa nyaman dengan kehidupannya yang lengkap, la sukses dalam pendidikan, karier, hingga membangun bisnis toko roti bernama "Iris Kitchen", yang sudah lama menjadi impiannya. Rosita tak memahami mengapa orang- orang begitu mendewakan pernikahan, sedangkan ia mendewakan impian.
Ketika bisnisnya berada di ambang kehancuran karena sepi peminat, Rosita dengan gigih kembali bekerja kantoran demi mencari modal tambahan. Namun Bu Rindu, mamanya bersikeras agar Rosita mengakhiri bisnisnya dan menikah dengan pria mapan saja. Bu Rindu tak tahan melihat anaknya menjadi bahan gosip tetangga karena masih melajang di usia menjelang kepala tiga.
Desakan orang tuanya adalah hinaan tertinggi bagi Rosita, karena tak satu pun dari mereka tahu tentang berbagai alasan dan pengalaman kelam di masa lalu yang membuat Tata menghindari pernikahan.
Dari novel ini kita tahu jika perempuan seringkali dihadapkan pada standar ganda yang tidak adil. Mereka diharapkan sukses dalam karier, namun juga harus menjadi istri dan ibu yang sempurna.
Gaya bahasa yang sederhana namun bermakna membuat novel ini mudah dinikmati. Masalah-masalah yang diangkat dalam novel ini masih sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Novel ini memberikan inspirasi bagi pembaca untuk lebih berani dalam mengejar mimpi dan tujuan hidup.
Melalui "Quatre", Venita Beauty ingin menyampaikan pesan bahwa setiap individu berhak untuk memilih jalan hidupnya sendiri tanpa harus terpengaruh oleh tekanan dari luar. Novel ini juga mengajak pembaca untuk lebih menghargai diri sendiri dan tidak takut untuk berbeda.
"Quatre" adalah sebuah novel yang layak dibaca bagi siapa saja yang ingin merenungkan tentang makna hidup, pilihan, dan tekanan sosial. Novel ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi pembaca untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.
Identitas Buku
Judul: Quatre
Penulis: Venita Beauty
Penerbit: Diandra Primamitra
Tanggal Terbit: Januari 2021
Tebal: 214 Halaman
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ulasan Novel A untuk Amanda, Beban Berat di Balik Nilai Sempurna
-
Ulasan Novel Habis Gelap Terbitlah Terang, Kumpulan Surat untuk Para Sahabat
-
Ulasan Novel Pintu Terlarang, Labirin Kegilaan dalam Simbolisme Karya Seni
-
Ulasan Novel Anak Asli Asal Mappi, Dedikasi Anak Negeri Tanah Papua
-
Novel Catatan Harian Menantu Sinting, Drama Komedi Menantu Batak dan Mertua
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Bebas Tanggungan, Dilema Sandwich Generation dengan Utang Keluarga
-
Ulasan Novel Logika Asa, Perjuangan Diri di Tengah Tuntutan Keluarga
-
Ulasan Novel Highly Unlikely, Kisah Anak Pertama Menanggung Beban Keluarga
-
Ulasan Novel Le Petit Prince, Pangeran Cilik yang Kesepian
-
Atasi Keresahan dengan Cara yang Efektif Lewat Buku Lepas dari Kecemasan
Ulasan
-
Peran Terbaik Laura Basuki! Menguak Sisi Gelap Sumba di Balik Film Yohanna
-
Buku Tamasya Ke Taman Diri; Menemukan Tuhan Lewat Kata-Kata Para Sufi
-
Luka dari Meurawoe: Membaca Aceh Pasca-DOM dalam Bayang Suram Pelangi
-
Mencintai yang Berbeda: Mengapa Novel 'Kisah Seekor Camar dan Kucing' Wajib Anda Baca
-
Review Bloodhounds Season 2: Bromance Brutal Is Back, Udah Siap Liat Rain Jadi Villain?
Terkini
-
UMK Jember Tembus 3 Juta, Sudahkah Memenuhi Realitas Hidup Buruh?
-
Travel Look Goals! 4 OOTD ala Hwang Min Hyun yang Simpel dan Stylish
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Makna Belajar yang Hilang di Balik Sistem Pendidikan Indonesia