Membaca merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang.
Oleh karenanya, membaca perlu diajarkan sedari kecil.
Di sinilah peran orang tua dan para guru dibutuhkan, agar berusaha mengajari anak-anaknya membaca sejak dini.
Hal yang perlu digarisbawahi bahwa belajar membaca bagi anak itu harus dilakukan dengan cara-cara yang menyenangkan.
Tujuannya agar anak tidak merasa tertekan, tidak bosan, dan bisa lekas paham dengan apa yang dipelajarinya.
Buku Panduan Lancar Membaca CERIA (Cepat, Ringan, Asyik) karya Dra.
Wita Hendardijati yang diterbitkan oleh penerbit Deepublish ini, dapat dijadikan sebagai salah satu buku panduan bagi para orang tua dalam mengajari anak-anaknya mengenali huruf atau belajar membaca sejak usia dini.
Anak belajar membaca, sebaiknya dilakukan sambil bermain. Berbagai macam permainan yang dapat dipakai orang tua sebagai sarana mengajar anak membaca seperti Bermain Kartu, Melempar Kartu, dan Kartu Tersembunyi (hlm. 6).
Jangan lupa, kata-kata yang dipakai saat mengajarkan membaca, menggunakan kata yang bermakna, yang mengandung arti (daya tangkap anak berkaitan dengan hal-hal yang konkret). Tujuannya agar lebih mudah melekat di dalam memori anak, sehingga cepat ditangkap dan diingat olehnya (hlm. 12).
Dalam buku ini diuraikan kiat membaca lancar dengan CERIA. Jadi, CERIA adalah singkatan dari cepat, ringan, dan asyik.
Panduan lancar membaca CERIA ini merupakan tip dan trik untuk orang tua dan guru dalam mengajarkan anak lancar membaca dengan cepat, ringan, dan asyik bagi anak dan orang tua.
Trik ini sudah digunakan untuk terapi anak yang mengalami kesulitan membaca.
Alat-alat yang dibutuhkan saat anak belajar membaca dengan menggunakan kartu baca lancar membaca CERIA antara lain: spidol non permanen, warna merah, biru, dan hijau. Siapkan tisu untuk membersihkan kartu baca. Selanjutnya siapkan kartu baca, alat penunjuk (pena, pensil, atau lidi), dan terakhir adalah hadiah (hlm. 15).
Mudah-mudahan terbitnya buku ini bisa membantu para guru dan orang tua dalam mengajari anak-anak membaca dengan cara-cara yang asyik dan menyenangkan. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Baca Juga
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health
-
Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik
-
Review Terbelah Jadi Dua dan Alasan Kita Senang Menyiksa Diri Lewat Lagu
-
Review Film Hope, Teror Makhluk Misterius di Desa Terpencil
-
Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan
Terkini
-
Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang
-
Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang
-
Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh