Gen Alfa sebagai salah satu generasi yang dilahirkan pada era melesatnya perkembangan teknologi adalah mereka yang barangkali telah asing dengan cara berkomunikasi lewat surat.
Padahal sebelum maraknya perkembangan media sosial maupun akses informasi yang demikian cepat hari ini, generasi boomers dari kakek-nenek mereka masih merasakan euforia saling berbalas surat, memiliki sahabat pena, dan betapa menyenangkannya hobi mengumpulkan perangko.
Maka sebagai bentuk mengenalkan anak-anak tentang salah satu hal membahagiakan masa silam di atas, salah satu bacaan yang membahas hal tersebut adalah buku berjudul 'Kantor Jingga'.
Buku karya Watiek Ideo yang diilustrasikan oleh Dian Yusnita Setiany ini membahas tentang cerita tentang kantor pos sebagai salah satu bangunan penting yang ada di pusat kota.
Meskipun keberadaan kantor pos ini terbilang penting di masa lalu, namun penggunaannya hari ini mulai diabaikan karena perannya telah tergeser dengan keberadaan teknologi.
Perkembangan teknologi memungkinkan kita mengirim surat elektronik tanpa perlu bersusah payah mendatangi kantor pos. Lambat laun, keberadaan kantor pos pun mulai terabaikan.
Hal itulah yang dialami oleh sebuah bangunan yang dijuluki sebagai kantor jingga ini. Kantor jingga yang berada di salah satu sudut kota tersebut dulunya ramai oleh pengunjung. Khususnya anak-anak yang gemar bertukar surat ataupun hanya sekadar membeli perangko di bangunan tersebut.
Tahun demi tahun berlalu, kantor jingga merasa sedih karena keberadaannya mulai dilupakan. Hingga suatu ketika, datanglah seorang kepala pos baru bernama Ibu Murti yang mengadakan beragam inovasi terhadap kantor jingga.
Ia melakukan renovasi terhadap bangunan tua tersebut, lalu mengadakan festival dan lomba untuk anak-anak.
Anak-anak pun menyambut acara tersebut dengan gembira, dan kantor jingga akhirnya tidak lagi kesepian.
Secara umum, buku ini mengangkat sebuah tema tentang surat dan kantor pos yang sangat jarang dibahas dalam buku anak lain.
Lewat cerita kantor jingga ini, anak-anak dapat dikenalkan tentang kebiasaan berkirim surat dan hal-hal menyenangkan lain di masa lalu yang saat ini sudah sulit dijumpai.
Tidak hanya menghadirkan nostalgia, cerita tentang kantor jingga juga mengajarkan tentang pentingnya melakukan inovasi agar kita bisa bertahan dalam cepatnya arus perkembangan zaman.
Jadi, bagi pembaca yang sedang mencari buku bacaan anak dengan tema yang unik, Kantor Jingga adalah salah satu bacaan yang menarik untuk disimak!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat
-
Potret Kelam Perundungan dan Kejahatan Digital dalam Novel 'Mel, Melatiku'
-
Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops
-
Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan
-
What's Keeping You Broke: Kebocoran Finansial yang Sering Tidak Disadari
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Ia Meminjam Wajah Puisi, Refleksi Diri dalam Proses Pendewasaan
-
Karena Hidup Membutuhkan Penyemangat dalam Buku Cinta Itu Motivasi
-
Menemukan Motivasi Hidup dari Buku Melelahkan, Tapi Semua Demi Masa Depan
-
Upaya Menjaga Kesehatan Mental dalam Buku Mendukung Orang yang Kita Cintai
-
Mengatasi Batasan Diri dengan Konsep dari Buku Summary of Mindset
Ulasan
-
Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial
-
Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube
-
Ulasan Film The Imaginary: Ketika Imajinasi Menjadi Tempat untuk Bertahan
-
Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah
-
Merawat Ingatan tentang Tanah Melayu dalam Kenangan-Kenanganku di Malaya
Terkini
-
Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai
-
Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus
-
4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi
-
Gaji Terbatas, Pengeluaran Terus Berjalan: Bisakah Downgrade Lifestyle Jadi Solusi?
-
Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?