Mengenal A. Mustofa Bisri, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Mus, beliau adalah pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibien yang terletak di Rembang, Jawa Tengah. Selain aktif dalam dunia pendidikan, Gus Mus juga dikenal sebagai seorang ulama, penyair, dan penulis yang sering berbagi pemikirannya melalui berbagai media, termasuk media sosial.
Antologi puisi Negeri Daging yang ditulis oleh A. Mustofa Bisri diterbitkan pada tahun 2020 oleh Diva Press. Terdapat 35 judul puisi dalam buku yang berhalaman 96 ini. Salah satu puisi yang berjudul sama dengan buku ini adalah Negeri Daging.
Puisi-puisi dalam Negeri Daging karya Gus Mus memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kondisi sosial dan politik di zaman sekarang. Di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi, banyak masyarakat, khususnya di Indonesia, yang terperangkap dalam materialisme dan hedonisme.
Gus Mus menggambarkan hal ini dengan tajam melalui simbolisme "daging", yang mengingatkan kita tentang kecenderungan masyarakat untuk mengejar kepuasan fisik dan kenikmatan sesaat, tanpa mempertanyakan makna hidup yang lebih dalam.
Berikut ini adalah beberapa bait dari puisi Negeri Daging:
NEGERI DAGING
di negeri daging
kulihat banyak gedung
dan orang-orang yang terus
membangun gedung
banyak perumahan
dan orang-orang yang terus
membangun perumahan
banyak kantor
dan orang-orang yang terus
membangun kantor
banyak hotel
dan orang-orang yang terus
membangun hotel (halaman 46)
Pada masa kini, kita menyaksikan pesatnya pembangunan fisik, terutama di Indonesia, yang sering kali mengabaikan dampaknya terhadap lingkungan dan kemanusiaan. Pembangunan gedung-gedung megah serta infrastruktur yang terus berkembang sering kali mengesampingkan pentingnya aspek moral dan spiritual dalam kehidupan masyarakat, yang menjadi sorotan dalam puisi Gus Mus.
Selain itu, dalam situasi politik dan sosial Indonesia yang sering terperangkap dalam pragmatisme dan materialisme, puisi-puisi ini memberi kesempatan kepada pembaca untuk merenung, mempertanyakan arah perkembangan bangsa, dan mencari jalan kembali kepada nilai-nilai kemanusiaan yang lebih luhur.
Gus Mus mengajak kita untuk melampaui pencapaian fisik dan materi, serta kembali merenung untuk menemukan kesejahteraan sejati yang tidak hanya didasarkan pada kekayaan dan kenikmatan duniawi, tetapi juga pada kesadaran moral dan spiritual.
Dengan demikian, puisi "Negeri Daging" sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat modern, di mana materialisme seringkali menutupi pencarian makna kehidupan yang lebih mendalam dan manusiawi.
Identitas Buku
Judul Buku: Negeri Daging
Penulis: A. Mustofa Bisri
Penerbit: Diva Press
Cetakan Pertama: September 2020
ISBN: 978-623-293-096-4
Baca Juga
-
Biografi Imam al-Bukhari: Menelusuri Jejak Ketelitian Sang Penulis Kitab Shahih
-
Lebih dari Menahan Lapar, Ini Hikmah Puasa Menurut Buku 'Puasa: Kado Spesial untuk Allah'
-
Aku dan Sosok Perempuan Penunggu Jembatan Batu
-
Bedah Buku Gajah Mada: Riwayat Hidup Mahapatih Terhebat dalam Sejarah Majapahit
-
CERPEN: Arah: Cinta yang Menuntunku Tanpa Pernah Bertemu
Artikel Terkait
-
Mengurai Makna Rezeki dalam Buku Rezekimu Sudah Dijamin
-
Valentine's Day: Mengkritisi Dampak Perayaan Terhadap Identitas Muslim
-
From Me to You: Love Notes, Jawaban Persoalan Asmara Ala Asma Nadia
-
"The Power of Now": Buku yang Membuka Mata Soal Hidup di Saat Ini
-
Ulasan Buku Seni Mengubah Nasib, Memperbaiki Mindset tentang Keuangan
Ulasan
-
Malam 3 Yasinan: Horor Psikologis yang Menggali Luka dan Rahasia Keluarga
-
Hana Tara Hata: Prekuel yang Menghidupkan Kembali Series Bumi
-
Menjajaki Trek Gunung Kawi: si Cantik yang Butuh Effort!
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Belajar Komitmen Terhadap Janji di Novel Bidadari Bermata Bening
Terkini
-
Redmi Turbo 5 Max Meluncur Bulan Ini, HP MediaTek Dimensity 9500s dan Baterai 9.000 mAh
-
Spesifikasi Infinix Note Edge 5G Resmi Muncul, HP Murah Rp 3 Jutaan Bawa Chipset Dimensity 7100
-
Wajib Baca! 5 Rekomendasi Buku yang Cocok untuk Self-Healing dan Refleksi Diri
-
Guliran FIFA Series 2026 dan 2 Alasan dari Semesta yang Patahkan Klaim PSSI Anak Emas FIFA
-
Rubah yang Belajar Menjadi Jujur