"The Stand-In" adalah novel romansa kontemporer yang ditulis oleh Lily Chu, menggabungkan elemen celebrity romance, identitas ganda, serta tema pencarian jati diri. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2022 dan berhasil menarik perhatian pembaca dengan premis unik serta gaya penulisan yang ringan namun menggugah emosi.
Kisah ini berpusat pada Gracie Reed, seorang perempuan Kanada keturunan Asia yang hidupnya berantakan setelah kehilangan pekerjaannya. Suatu hari, ia didekati oleh seorang wanita kaya dan terkenal bernama Wei Fangli, seorang aktris Tiongkok yang sangat populer.
Fangli menawarkan Gracie sebuah pekerjaan yang tidak biasa, Fangli meminta Gracie untuk menggantikan posisinya. Dengan imbalan uang yang sangat besar, Gracie menerima tawaran tersebut dan terjun ke dunia penuh kemewahan, skandal, serta romansa yang tak terduga.
Masalah semakin rumit ketika Gracie harus berhadapan dengan Sam Yao, seorang aktor terkenal sekaligus sahabat dekat Fangli. Sam awalnya curiga dengan kehadiran Gracie, tetapi seiring berjalannya waktu, hubungan mereka berkembang menjadi lebih dalam. Namun, di balik kehidupan barunya yang glamor, Gracie mulai mempertanyakan identitas dirinya dan apa yang sebenarnya ia inginkan dalam hidup.
Salah satu tema utama dalam novel ini adalah identitas dan pencarian jati diri. Gracie yang selama ini merasa tidak cukup baik harus menghadapi kenyataan bahwa ia bisa berperan sebagai seseorang yang sangat berbeda dari dirinya. Hal ini membuatnya merenungkan bagaimana orang lain melihat dirinya dan bagaimana ia memandang dirinya sendiri.
Selain itu, novel ini juga mengangkat isu tentang ekspektasi sosial dan tekanan yang dihadapi oleh selebritas. Fangli, meskipun kaya dan terkenal, tidak bisa menjalani hidupnya dengan bebas. Melalui peran Gracie sebagai stand-in, pembaca diajak untuk melihat bagaimana kehidupan seorang selebritas sering kali dikendalikan oleh manajemen, media, dan opini publik.
Gracie adalah protagonis yang relatable bagi banyak pembaca. Ia bukan sosok yang sempurna, tetapi ia berusaha mencari jalan terbaik bagi dirinya. Perkembangannya dari seorang wanita yang tidak percaya diri menjadi seseorang yang lebih tegas dan berani adalah salah satu aspek terbaik dalam novel ini.
Lily Chu menggunakan gaya penulisan yang ringan dan mengalir, membuat novel ini mudah dibaca dan dinikmati. Dialog antara karakter terasa hidup dan penuh humor, menambah daya tarik cerita. Alur novel ini juga cukup seimbang antara bagian-bagian yang menyentuh, romantis, dan menghibur.
Salah satu keunggulan utama The Stand-In adalah premisnya yang menarik. Konsep pertukaran identitas bukanlah sesuatu yang baru dalam fiksi, tetapi Lily Chu berhasil menghadirkannya dengan pendekatan yang segar dan relevan dengan dunia modern.
Selain itu, novel ini juga memiliki representasi budaya yang kuat. Sebagai karakter keturunan Asia yang tinggal di Kanada, Gracie menghadapi tantangan yang unik dalam hal identitas dan ekspektasi budaya, sesuatu yang jarang diangkat dalam novel romansa mainstream.
Meskipun novel ini sangat menghibur, ada beberapa bagian yang terasa agak klise, terutama dalam perkembangan hubungan antara Gracie dan Sam yang bisa ditebak sejak awal. Beberapa konflik juga terselesaikan dengan cukup mudah, sehingga mungkin terasa kurang dramatis bagi pembaca yang menginginkan ketegangan lebih.
Secara keseluruhan, "The Stand-In" adalah novel yang menyenangkan dan penuh makna, cocok bagi pembaca yang mencari bacaan ringan namun tetap memiliki kedalaman emosional. Dengan karakter yang kuat, tema yang menarik, serta elemen romansa yang manis, novel ini layak dibaca bagi pencinta romansa kontemporer.
Identitas Buku
Judul: The Stand-In
Penulis: Lily Chu
Penerbit: Sumber Casablanca
Tanggal Terbit: 3 Mei 2022
Tebal: 384 Halaman
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Novel Si Putih: Saat Teknologi Menjadi Ancaman dan Kesetiaan Diuji
-
Buku Kita dan Mereka, Menelusuri Akar Luka di Balik Identitas Manusia
-
Ulasan Novel Janji, PerjalananTiga Santri Menemukan Ketulusan Hati Manusia
-
Ulasan Novel Grass, Kesaksian Sunyi Perempuan Korban Perang
-
Ulasan Novel Aib dan Nasib, Pertarungan Eksistensial Melawan Stigma Sosial
Artikel Terkait
-
Ulasan Antologi Puisi MemulaSarakan: Kehidupan Sara Kan dalam Bait Puisi
-
Novel sebagai Alternatif Kritik Sosial di Era Kebebasan Berekspresi yang Kian Mencekik Leher
-
Review Novel 'To the Lighthouse': Merenungi Waktu, Kenangan, dan Identitas
-
Dibintangi Chani SF9, Film Fiksi Ilmiah 'Ghosts' Umumkan Tanggal Tayang
-
Ulasan Novel Merakit Kapal: Memaknai Kamus dan Pekamus
Ulasan
-
Ulasan Drakor No Mercy: Kisah Balas Dendam Akibat Penipuan Voice Phishing
-
Review Film Patah Hati yang Kupilih: Konflik Cinta Beda Agama yang Menyentuh Hati
-
Ulasan Novel Si Putih: Saat Teknologi Menjadi Ancaman dan Kesetiaan Diuji
-
Review Film Sampai Titik Terakhirmu: Chemistry Arbani Yasiz dan Mawar de Jongh yang Penuh Emosi
-
Ulasan Drama Legend of the Female General: Merebut Kembali yang Seharusnya
Terkini
-
5 Rekomendasi Film Seru Sambut Natal dan Tahun Baru 2026
-
4 Jenis Bunga Sedap Malam yang Cocok Jadi Tanaman Hias di Rumah
-
4 Serum Lokal Succinic Acid, Solusi Keringkan Jerawat Tanpa Efek Purging
-
Rampung Wamil, Hwang Min-hyun Terpilih Jadi MC Gayo Daejeon
-
Kamu Hobi Healing? Jusuf Hamka Ingatkan Pentingnya Menabung untuk Masa Tua