TXT atau lengkapnya Tomorrow X Together merupakan salah satu boygrup besutan BIGHIT Music ini beranggotakan lima member yakni Soobin, Yeonjun, Beomgyu, Taehyun dan Huening Kai. Grup yang debut pada 2019 silam ini memiliki banyak musik yang catchy. Salah satunya adalah lagu ‘Good Boy Gone Bad’.
Lagu ‘Good Boy Gone Bad’ ini menjadi track utama dalam mini album kedua TXT yakni ‘Thursday’s Child’ yang rilis pada 2022 silam.
Namun, versi Jepangnya rilis di tahun 2023. Lagu K-Pop ini memiliki makna yang tak biasa, jika diartikan dari judul lagunya ‘Good Boy Gone Bad’ bermakna ‘Laki-laki Baik Menjadi Jahat’. Di mana liriknya berisi tentang bagaimana hancurnya perasaan saat putus cinta.
Musik yang bergenre Hip Hop Hardcore dengan sentuhan rock ini pun mendeskripsikan tentang penderitaan yang mungkin dirasakan seseorang setelah putus cinta. Secara khusus, lagu ini menjelaskan bagaimana “laki-laki baik” yang dulunya manis dapat menjadi rusak dan hancur patah hati.
Apalagi pada liriknya terus menerus menyebutkan ‘Good boy gone bad’ yang mana frasa ini menekankan tentang bagaimana perubahan hidup dan karakter mereka yang sebelumnya polos dan penuh cinta menjadi sosok orang yang dingin dan tak peduli dengan perasaan orang lain.
Bisa dikatakan frasa tersebut merupakan reaksi atas trauma cinta dan pemberontakan emosional yang terus berkecamuk dalam dirinya.
Kemudian pada bait pertama tertulis ‘Put that nail in the coffin over the word forever// You completely changed me when I was fragil.’ (Taruhlah paku itu dalam peti mati di atas kata selamanya //Kau benar-benar telah mengubahku saat aku rapuh). Dari penggalan lirik di atas dapat dikatakan tentang bagaimana rasa kecewa seseorang pada pujaan hatinya yang telah mengkhianatinya.
TXT juga ikut menegaskan penerimaan luka dan pasrah terhadap apapun yang terjadi melalui baitnya ‘This broken feeling's not too bad //Better than those pathetic days’ (Perasaan yang hancur ini tak terlalu buruk // (bahkan) lebih baik daripada hari menyedihkan itu).
Di balik bait ini Yeonjun dan kawan-kawan juga menjelaskan bahwa kepedihan yang diterima karena putus cinta lebih baik daripada perasaan lemah saat masih berharap pada cinta yang menyakitkan.
Bukan Cuma itu saja, TXT juga menggambarkan puncak kemarahan dan kekecewaannya terhadap cinta pada bagian Bridge yang tertulis ‘Gouge you out from my heart // Bleeding out the traces of you // Love is a lie, I loved that lie // Burn in just burn it out // I give up give love to the dogs forever’
Jika diartikan akan berarti ‘Mencabutmu dari hatiku // Menghilangkan jejakmu // Cinta adalah kebohongan, aku menyukai kebohongan itu // Membakar habis, membakarnya // Aku menyerah, memberikan cinta kepada anjing selamanya.’
Tentu dari penggalan bait di atas TXT menganggap bahwa cinta hanyalah kebohongan besar, dan ia rela menghapus semua perasaan yang tersisa daripada hidup dalam nestapa. Simbol kata-kata seperti “monochrome diamonds” menggantikan darah, menandakan kehilangan warna hidup dan empati.
Kemudian, pada kata ‘I give up give love to the dogs forever (aku menyerah memberi cinta kepada anjing selamanya)’ di mana ini menjadi metafora yang penuh emosi dan bersifat sarkatik. Di mana secara harfiah merujuk pada ungkapan kekecewaan, muak dan ini menjadi penghinaan terhadap cinta itu sendiri, seolah-olah cinta tersebut sudah tak berharga lagi.
Bisa disimpulkan kalua lagu TXT ‘Good Boy Gone Bad’ ini merupakan salah satu lagu patah hati yang menggambarkan bagaimana cinta bisa mengubah sikap seseorang secara ekstrim.
Bahkan melalui lagu ini mereka juga menyuarakan sisi gelap dari proses penyembuhan luka tak selamanya manis dan positif, melainkan ada sisi negative yang merusak Sebagian diri seseorang. Jadi, bagaimana menurutmu?
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Kwon Eunbi Tampil Misterius di Pertemuan Pertama Lewat Lagu Hello Stranger
-
Demi si Dia! TXT Belajar Bahasa Cinta di Single Terbaru 'Love Language'
-
Bukan Hanya Warna, ZEROBASEONE Ungkap Beragam Emosi Melalui Lagu 'Blue'
-
Membara, SEVENTEEN Ajak Penggemar Gigih Mengejar Mimpi Lewat Lagu 'HIT'
-
SEVENTEEN 'Candy': Cinta Semanis Permen di Kehidupan Dewasa yang Melelahkan
Ulasan
-
Hangatnya Ikatan Ayah dan Anak dalam Novel One Big Family
-
Narasi Perihal Ayah, Menyusuri Duka Kehilangan dari Sudut Pandang Anak
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Review Buku 'Tahun Penuh Gulma': Suara Masyarakat Adat Melawan Rakusnya Korporasi
-
Meninggalkan Dunia Nyaman Demi Kebebasan Sejati: Menyelami Kisah 'Into The Wild'
Terkini
-
Dirumorkan ke Liga Indonesia, Karier Ragnar Oratmangoen Diprediksi Menurun?
-
Chemistry Tatjana Saphira dan Fadi Alaydrus di Serial Baru Picu Isu Cinlok?
-
Normal atau Tidak? Memahami Pergolakan Batin dan Lelah Mental di Usia 20-an
-
4 Serum Retinol Rahasia Kulit Kencang dan Halus, Harga Pelajar Rp30 Ribuan
-
4 Wash-Off Mask Cica Atasi Jerawat dan Kontrol Sebum pada Kulit Sensitif