Lagu “What You Waiting For” dari Jeon Somi pada awalnya terdengar seperti lagu pop R&B biasa dengan sentuhan EDM dan nuansa synth yang cerah.
Namun, jika diperhatikan lebih dalam, lagu ini menyimpan emosi yang lebih kompleks dan menyentuh, yakni tentang penantian, patah hati, dan proses penyembuhan yang tidak selalu berjalan mulus.
Lagu ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi cinta yang tak terbalas, tetapi juga eksplorasi diri dan proses emosional setelah mengalami kekecewaan dalam cinta.
Secara garis besar, lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang menyukai orang lain, namun tidak kunjung mendapat kepastian. Pertanyaannya sederhana, tentang apa yang kamu tunggu? Tapi pertanyaan ini ternyata mengandung banyak makna, tergantung dari emosi yang sedang dirasakan.
Video musik dari lagu ini memberikan gambaran yang sangat kuat mengenai isi pikiran Somi setelah patah hati. MV ini dipenuhi dengan berbagai set warna-warni, perubahan kostum yang dramatis, dan versi-versi Somi yang berbeda.
Namun semua itu bukan tanpa alasan. MV ini memperlihatkan bahwa semua kejadian berlangsung di dalam kepala Somi, sebagai caranya dalam memproses rasa sedih dan kecewa.
Di awal MV, Somi terlihat terpuruk di kamarnya. Ruangannya berantakan, menunjukkan bahwa dia sudah berminggu-minggu larut dalam kesedihan. Scene ini adalah fase ketika seseorang masih bingung kenapa bisa berada dalam situasi menyakitkan, meski sudah menunjukkan rasa suka kepada orang yang diinginkan. Pada titik ini, pertanyaan apa yang kamu tunggu? terdengar seperti jeritan keputusasaan.
Kemudian muncul versi Somi lainnya dengan penampilan yang tangguh dan glamor. Ia hadir untuk menyadarkan Somi yang sedang larut dalam kesedihan. Dalam salah satu adegan, ia menyeret Somi untuk dirias dan menikmati makanan lezat, seolah mengatakan, “Bangun dan rawat dirimu, kamu pantas untuk bahagia.”
Ada juga Somi di masa lalu, versi yang mengenakan gaun biru dan perhiasan mencolok, simbol dari malam di mana ia berharap cinta akan datang, tapi justru berakhir dengan kekecewaan. Somi versi ini terjebak dalam kenangan malam itu, tidak bisa maju sebelum tahu alasan di balik penolakan yang ia alami.
Namun pada akhirnya, Somi versi glamor kembali, menghancurkan lingkaran kenangan tersebut. Kali ini, pertanyaan “What you waiting for?” berubah menjadi bentuk kemarahan, bukan lagi mempertanyakan hambatan, tapi kenapa pria yang ia sukai malah menggantung tanpa kejelasan.
Selain itu, ada versi Somi pelarian, yang mengendarai kapal pesiar sendirian di tengah laut, simbol dari keinginan untuk kabur dari semua masalah. Ada pula versi Somi yang percaya diri, yang tampaknya telah move on.
Versi terakhir dan yang paling penting adalah Somi yang memakai gaun hijau, yang duduk di depan layar-layar monitor, menyaksikan semua versi dirinya yang lain. Dialah yang mencoba memahami, menyusun ulang potongan-potongan emosinya, rasa sakit, amarah, kebanggaan palsu, dan keinginan untuk melanjutkan hidup.
Ia tidak lari seperti Somi versi pelarian, melainkan memilih untuk menutup bab itu dalam hidupnya. Somi gaun hijau adalah refleksi seseorang yang telah melewati fase patah hati dan kini siap menyambut kehidupan baru.
Dari segi musiknya, “What You Waiting For” cukup menyenangkan didengar. Aransemen EDM-nya ringan dan cocok dengan warna vokal Somi yang berkarakter dan ekspresif.
Perpindahan emosi dari sedih, marah, hingga percaya diri terasa cukup halus melalui interpretasi vokalnya. Namun, secara musikal, lagu ini terasa agak generik. Tanpa dukungan dari MV dan ekspresi visual yang kuat, lagu ini mungkin tidak akan terlalu menonjol dibanding lagu-lagu pop lainnya.
Namun yang menjadikan lagu ini istimewa adalah bagaimana Somi dan tim kreatifnya mengangkat patah hati sebagai proses yang kompleks dan manusiawi. Mereka menyajikan visual yang menunjukkan bahwa dalam menghadapi luka hati, seseorang bisa mengalami banyak emosi yang bertolak belakang, dan semua itu sah. Tidak ada cara yang benar atau salah untuk sembuh, yang penting adalah terus melangkah ke depan.
“What You Waiting For” bukanlah sekadar lagu tentang cinta yang tak terbalas, melainkan cerminan dari proses batin seseorang ketika menghadapi kenyataan pahit dalam cinta.
Lewat berbagai versi dirinya, Somi memperlihatkan bagaimana seseorang bisa terjebak dalam rasa kecewa, membangun pertahanan egonya, hingga akhirnya menemukan kembali kekuatannya untuk bangkit.
Tag
Baca Juga
-
Belajar Mengambil Keputusan Lewat The Decision Book Karya Mikael Krogerus
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Dari Ongkos Transportasi hingga Harga Sembako
-
Polemik Modifikasi Kurikulum, Kenapa Lulusan Masih Sulit Siap Kerja?
-
Durasi Musik Modern Semakin Pendek, Apakah Kreativitas Ikut Berubah?
-
Efisiensi Anggaran tapi Gaji Tetap: Apakah Masyarakat Merasakan Manfaatnya?
Artikel Terkait
-
Mengurai Makna Hubungan Toxic Lewat Lagu Treat You Better oleh Shawn Mendes
-
Boyhood Pop! TWS Jadi Maba di Lagu Debut Jepang 'Nice to See You Again'
-
Conan Gray Ungkap Luka Patah Hati Lewat Lagu Synth Pop Bertajuk Maniac
-
Usai 'Boom Boom Tel Aviv' Viral, Kini Muncul Lagu 'Death to the IDF'
-
Bukan Sekadar Lagu, '24H' Jadi Simbol Cinta Tanpa Batas dari SEVENTEEN
Ulasan
-
Review Petaka Gunung Welirang: Saat Mitos Lokal Berhasil Digali dengan Apik
-
Di Balik Bullying Mahasiswi Populer: Teror Bangkawarah yang Menjemput Nyawa
-
Nasi Goreng di Restoran Jepang? Mencicipi Chicken Tokio Goulash Zenbu
-
Seni Memahami Kekasih: Potret Hubungan 'Anak Muda Miskin' yang Sangat Relate dengan Kehidupan Nyata
-
Review Jujur The Prodigy: Saat Kejeniusan Berubah Menjadi Senjata Mematikan
Terkini
-
Syarat Maksimal, Gaji Minimal: Standar Tak Masuk Akal dalam Lowongan Kerja
-
RAM 24 GB, Kamera OIS, Baterai 8000 mAh! Ini HP Realme Terbaik
-
Piala Dunia 2026 Hampir Berakhir, Saatnya Cari Hiburan Lain?
-
Wajah Lembap dan Sehat! 4 Cleanser Probiotic Jaga Mikrobioma Skin Barrier
-
Kartelisasi Politik dan Urgensi Gerakan Massa Melawan Dominasi Kekuasaan