Menjalani aktivitas seharian penuh, bertemu dengan banyak orang, menjadi kegiatan yang sangatlah melelahkan.
Untuk charge energi kembali, kita biasanya istirahat di tempat yang tenang. Rumah salah satunya. Namun, ternyata itu justru membuat kita merasa kesepian.
Itulah perasaan yang coba ditangkap Ra-bin Kwon dalam buku Yearning for Home While I'm at Home.
Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan biasa, tapi semacam pelukan lembut untuk jiwa-jiwa lelah yang butuh diingatkan bahwa perasaan seperti itu wajar adanya.
Ulasan Buku Yearning for Home While I'm at Home
Ra-bin Kwon menggunakan pola kalimat yang sederhana dalam setiap halaman novel ini. Tapi, justru di situlah letak kekuatannya.
Tidak ada kalimat-kalimat bombastis, tidak pula teori hidup yang terlalu berat. Semua ditulis dari sudut pandang manusia biasa. Manusia yang merasakan kesepian meski di tengah keramaian.
Seperti seekor ikan yang hidup di air, tapi tak suka saat tubuhnya basah terkena hujan.
Analogi sederhana ini kira-kira bisa menggambarkan salah satu bagian di buku ini. Begitulah manusia, kerap berada di tempat yang seharusnya memberi ketenangan, namun justru dihampiri rasa gelisah yang tak bisa dijelaskan
Banyak manusia yang rasanya mengalami masalah ini. Rasa kesepian tidak hilang meski sudah dikelilingi orang terdekat.
Buku ini dibagi menjadi beberapa bab. Dua bab awal membahas tentang kesepian. Di bagian ini, Ra-bin Kwon membahas mengenai perasaan sepi yang datang tanpa alasan.
Tentang momen-momen di mana hari terasa panjang, suara sendiri terdengar asing, dan dunia tampak berjalan tanpa menyapa.
Penulis menyampaikan bahwa kesepian bukan selalu tentang tak punya teman atau pasangan, tapi bisa hadir saat seseorang kehilangan hubungan dengan dirinya sendiri.
Lalu, dua bab selanjutnya mulai masuk ke topik yang lebih personal: patah hati dan cinta romantis. Ra-bin Kwon mengajak pembaca mengenang luka-luka kecil yang pernah ditinggalkan oleh hubungan yang tak berjalan sebagaimana harapan.
Tentang beratnya melepas sesuatu yang berusaha kita genggam, tentang memendam kerinduan pada orang terkasih, meski semuanya terasa tidak masuk akal.
Meski begitu, tulisan-tulisan ini tidak membuat kita semakin berlarut akan kesedihan. Justru sebaliknya. Kita diajarkan cara menerima bahwa luka ada untuk dikenang, bukan disesali.
Yang buat buku ini lebih menarik adalah ketika kalimat-kalimat di setiap halaman terasa sangat dekat dengan kehidupan kita dan juga banyak orang.
Membaca buku ini membuat kita merasa bahwa ternyata, di dunia ini ada banyak orang yang merasakan hal serupa. Bahwa perasaan "merindukan rumah" tak selalu berarti merindukan bangunan fisik, tapi bisa juga tentang rasa aman dan tenang di dalam diri, yang mungkin telah lama hilang.
Secara keseluruhan, Yearning for Home While I'm at Home adalah buku yang cocok dinikmati pelan-pelan, saat malam-malam sepi, atau ketika hati sedang sulit dijelaskan.
Meski bukan bacaan yang berat, namun emosinya bisa benar-benar tersampaikan. Buku ini seolah menepuk bahu kita sambil berkata "tidak apa-apa jika merasa lelah, tidak apa-apa jika merasa kehilangan arah. Kamu tidak sendirian kok".
Bagi siapa pun yang saat ini sedang mencari bacaan yang bisa menemani di tengah keheningan dan kesendirian, buku ini layak masuk daftar.
Dengan gaya kalimat yang singkat dan nuansa kata yang menenangkan, buku ini pas sekali jadi teman di saat hati terasa sepi.
Sebuah bacaan motivasi asal Korea yang layak masuk jadi daftar bacaan pribadi kamu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi
-
Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu
-
Waiting for Iced Tea: Kisah Hangat tentang Kesabaran dan Keluarga
-
All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan
-
Buku Billy and the Hole, sebuah Lubang Misterius dan Pelajaran Batasan Diri
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Slow Burn Summer: Dari Kepura-puraan Menjadi Cinta
-
Buku I'm Not Lazy. I'm On Energy Saving Mode; Pelukan untuk Diri yang Kelelahan
-
Buku Rahasia Napas untuk Ketenangan Hidup, Solusi Bagi yang Suka Cemas!
-
Sayang Pada Buku Bukan Berarti Pelit: Memahami Hati Seorang Bibliotaph
-
Tutorial Jadi Orang Keren di Buku "Seni Berbicara" Karya Larry King
Ulasan
-
The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
-
Dikenal sebagai Perpustakaan Berjalan, 5 Rekomendasi Buku dari Gawon MEOVV!
-
Nasehat Mbah Kakung yang Reformis: Kritik Tajam di Tengah Kemerosotan Moral
-
Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!
Terkini
-
Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU
-
Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
4 Moisturizer Berbahan Honey Extract Berikan Efek Hidrasi agar Wajah Lembap