Membaca karya Linda Howard untuk kali kedua setelah sebelumnya menyelesaikan Troublemaker, saya harus mengakui bahwa novel kali ini, Mangsa (Prey), jauh lebih menarik dari novel yang saya baca sebelumnya tersebut.
Mangsa (Prey) menceritakan tentang Angie Powell, yang meneruskan bisnis Pemandu Perburuan milik sang ayah, setelah ayahnya tersebut meninggal dunia. Usaha milik Angie terancam bangkrut karena saingan bisnisnya, Dare Callahan, membuat sebagian besar klien dari Powell Guide Trips berpindah ke usaha Pemandu Perburuan milik lelaki itu.
Masalah persaingan bisnis tersebut membuat ketegangan selalu timbul, apabila tanpa sengaja kedua orang tersebut berpapasan. Di luar ketertarikan personal yang mereka miliki satu sama lain, toh tak meredupkan atmosfer yang sarat emosi di antara keduanya setiap bertemu, terlebih-lebih pada diri Angie.
Masalah kebangkrutan yang telah ada di depan mata, ditambah keputusan Angie untuk menjual rumah sang ayah untuk membayar kredit pinjaman bank dan pindah ke Missoula, ternyata masih belum cukup menimpa gadis itu. Masalah Angie bertambah ketika ia mengantarkan dua klien terakhirnya, Chad Krugman dan Mitchell Davis, berburu. Ia mendapati bahwa salah satu dari kliennya tersebut adalah seorang pembunuh.
Setelah insiden penembakan yang menewaskan salah seorang dari kedua kliennya, Angie pun menjadi sasaran tembak selanjutnya. Ia terjebak di hutan dengan seorang pembunuh dan ancaman seekor beruang hitam yang sebelumnya telah memangsa pendaki dan kliennya yang mati.
Apakah Dare, yang mendengar suara tembakan dari arah hutan, akan tergerak mengikut instingnya untuk mencari Angie dan menolong gadis itu? Atau membiarkan sakit hatinya pada Angie lebih mendominasi?
Tembakan kedua mengikuti tembakan pertama, kemudian lagi, dan meskipun jendela ruangan itu tertutup rapat dan badai terdengar ribut di sekitarnya, Dare tahu tembakan itu berasal dari arah perkemahan Angie. (Hal. 156)
Linda Howard, penulis terkenal yang karya-karyanya didominasi oleh genre romance suspense, kembali hadir dengan Mangsa (Prey) yang di Indonesia diterbitkan pertama kali oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2014.
Howard dengan piawai menggambarkan keliaran dan keeksotisan alam hutan Montana, lengkap dengan segala bahaya yang mengancam di balik keindahannya.
Gaya kepenulisan sang penulis yang deskriptif, realistis, dan emosional membuat pembaca seperti saya ikut terbawa pada suasana ekstrem yang mencekam dalam cerita, juga atmosfer di tengah badai, dan ancaman beruang yang sewaktu-waktu dapat mengintai.
Karakteristik para tokohnya digambarkan dengan sangat baik. Angie Powell si gadis mandiri, keras kepala, pejuang tangguh, tapi sekaligus rapuh dan memiliki masalah dengan kepercayaan.
Dare Callahan, mantan anggota militer yang memiliki kemampuan bertahan hidup di alam liar, kasar sekaligus kuat, tapi juga lembut dan menghargai perempuan.
Harlan Forbes, agen properti sekaligus sahabat ayah Angie, yang insting kuatnya mampu mendeteksi bahaya yang mengancam diri Angie atas kehadiran sepasang kliennya.
Chad Krugman dan Mitchell Davis, dua klien Angie yang pintar memanipulasi, keji, congkak, dan penuh tipu daya. Pendek kata, semua hal buruk dimiliki kedua lelaki yang menyembunyikan rencana berbahaya ini.
Bagi saya selaku pembaca, novel Mangsa (Prey) telah berhasil menghadirkan ketegangan berbau suspense dan thriller, tanpa meniadakan romansa yang cukup pekat tapi berimbang. Melalui kedua tokoh utama di novel ini, Angie dan Dare, saya pun jadi percaya bahwa cinta ternyata juga bisa tumbuh melalui kondisi tak terduga, ekstrem, dan penuh mara bahaya.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Rekomendasi Drama Korea Thriller 2025, Terbaru Queen Mantis
-
5 Drama Korea Psikologis Thriller Tayang di Netflix, Terbaru Queen Mantis
-
Ulasan Novel The Friend Zone: Pilihan Sulit Antara Cinta dan Mimpi
-
5 Rekomendasi Drama China yang Dibintangi Zhang Kaitai, Ada Genre Fantasi hingga Thriller
-
Ulasan Novel Mrs Spy: Perempuan Biasa dengan Misi Mematikan
Ulasan
-
Papa Zola The Movie Bikin Banjir Air Mata: Kisah Nyata Perjuangan Ayah yang Menguras Emosi!
-
Menabung Bisa Bikin Kaya? Intip Tips di Buku Good With Money
-
Menelusuri Absurditas dalam Jakarta Sebelum Pagi
-
Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini: Saat Rindu Tak Lagi Punya Alamat
-
Novel Tentang Kamu: Kisah Hidup yang Disusun dari Jejak yang Tercecer
Terkini
-
Gara-Gara Ban, Verstappen Kehilangan Kemenangan di Balapan NLS2 Nurburgring
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
Hemat Pangkal Kaya? Masihkah Relevan di Era Ini atau Perlu Dievaluasi
-
Gelombang THR Usai, Saatnya Serbu Lowongan! 5 Jurus Ampuh Dapat Pekerjaan Baru Pasca-Lebaran
-
Produk Desa Masuk Marketplace: Rahasia Produk Naik Kelas Jalur Branding