Ketika luka terus bertumpuk, dunia ini tidak peduli dan menuntut kita tetap berdiri utuh. Mirisnya lagi, kenapa orang lain yang melukai tapi justru kita yang harus pergi? Membangun dan mengulang kehidupan setelah hancur berkeping-keping. Menyusun kembali serpihan yang berserak karena ulah orang lain.
Novel Sejuta Waktu untuk Mencintaimu karya Achi TM menghadirkan kisah romansa yang berpadu dengan realitas pahit pandemi COVID-19 serta sentuhan fiksi perjalanan waktu. Cerita berfokus pada Andien Carissa Putri, seorang perempuan yang hidupnya runtuh tepat ketika wabah melanda.
Identitas Buku
- Judul: Sejuta Waktu untuk Mencintaimu
- Penulis: Achi TM
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Seri/Genre: MetroPop (Romansa)
- Tahun Terbit: 2024
- Jumlah Halaman: 416 halaman
Andien Carissa Putri. Ia ditinggalkan calon suami saat hari akad, dikhianati demi perempuan yang lebih kaya, dan ironisnya ia ditinggalkan tepat di hari akad itu terjadi. Dengan gaun impian, dekor cantik, tapi tanpa pengantin pria yang datang menjemputnya.
Ironi Kehidupan Manusia: Dia yang Terluka, Dia yang Harus Pergi
Untuk menyelamatkan kewarasannya, Andien memutuskan pindah dari Jakarta ke Tangerang. Ia menempati rumah di Cluster Arumdalu, milik perusahaan properti tempatnya bekerja sebagai marketing administrator.
Berkat performa kerjanya yang baik, Andien mendapatkan bonus besar hingga bisa memiliki rumah tanpa uang muka.
Lingkar pertemanannya Eva, Lily, dan Karin dari geng “Ciwi-Ciwi Gabut" menjadi penguat di masa sulit. Menghadirkan dinamika ringan di tengah suasana pandemi yang menekan.
Konflik utama cerita mulai bergerak ketika seorang pria asing tiba-tiba muncul di kamar Andien yang terkunci rapat. Pria itu memperkenalkan diri sebagai Danish Adelard dan mengaku berasal dari masa depan, tepatnya tahun 2045, ketika vaksin COVID-19 telah ditemukan.
Alih-alih langsung percaya, Andien justru merasa terancam dan kebingungan. Namun kehadiran Danish perlahan menjadi konstan. Ia muncul di saat Andien kehilangan pekerjaan, ketika Andien ditawari menjadi istri kedua, dan saat kondisi ekonominya terpuruk.
Perpaduan Time Travel dan Latar Pandemi yang Nyata
Danish digambarkan sebagai sosok yang konsisten memberi dukungan, perhatian, dan waktu. Ia tidak datang dengan janji kosong, melainkan hadir dalam bentuk tindakan kecil yang bermakna.
Mulai dari sinilah judul novel menemukan maknanya: sejuta waktu bukan tentang durasi, tetapi tentang kesediaan untuk menemani proses seseorang pulih dan bangkit.
Salah satu kekuatan utama novel ini terletak pada latar pandemi COVID-19. Tahun 2020 digambarkan sebagai masa penuh keterbatasan: ekonomi lesu, interaksi sosial terhambat, dan ketidakpastian menjadi keseharian.
Situasi ini tidak sekadar menjadi latar, tetapi turut membentuk karakter dan pilihan hidup para tokohnya. Pembaca diajak mengingat kembali masa kolektif yang penuh kecemasan, namun juga sarat solidaritas.
Dari sisi romansa, Sejuta Waktu untuk Mencintaimu menawarkan konsep romance halal. Ketertarikan antara Andien dan Danish dibangun tanpa sentuhan fisik atau ungkapan cinta berlebihan.
Perasaan tumbuh melalui perhatian, perlindungan, dan dukungan emosional. Romansa semacam ini memberi ruang bagi pembaca untuk menikmati keintiman yang tenang dan penuh makna.
Di Balik Asmara Hancur, Persahabatan Kuat yang Mengharukan
Novel ini juga menyoroti hubungan interpersonal yang kompleks. Antara sahabat, keluarga, mantan kekasih, dan relasi sosial yang teruji oleh krisis.
Penulis menyisipkan banyak kutipan reflektif yang mengajak pembaca bermuhasabah, salah satunya tentang mensyukuri hal-hal kecil tanpa terjebak penyesalan masa lalu atau kecemasan masa depan.
Meski demikian, bagi sebagian pembaca, porsi cerita di masa depan terasa kurang dieksplorasi. Ekspektasi terhadap elemen perjalanan waktu mungkin lebih besar dibanding realisasi yang diberikan.
Namun kekurangan ini terbayar dengan paket emosi yang cukup lengkap: sedih, hangat, romantis, dan penuh harapan. Side-story para tokoh pun menyatu dengan baik dalam perjalanan Andien sebagai pusat cerita.
Pada akhirnya, Sejuta Waktu untuk Mencintaimu adalah kisah tentang bertahan, menyembuhkan luka, dan belajar membuka hati di tengah dunia yang tidak baik-baik saja. Sebuah novel yang mungkin tidak cocok untuk semua selera, tetapi menawarkan kehangatan dan pesan reflektif bagi mereka yang ingin membaca cinta dari sisi yang lebih tenang.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Hukum Karma Alam: Saat Gunungan Sampah Berubah Menjadi Mesin Pembunuh
-
Fakta Ironisnya: Ketika MBG Hanya Menanggung 1/9 Biaya Makan Keluarga
-
Empati Tidak Harus Menunggu Korbannya Menjadi Keluarga Kita
-
Negara Ring of Fire, Mengapa Anggaran Bencana Masih Seperti Lelucon?
-
Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Aib dan Nasib, Pertarungan Eksistensial Melawan Stigma Sosial
-
7 Our Family: Luka Keluarga dari Sudut Anak Paling Terlupakan
-
Ulasan Novel Timun Jelita: Bukti Mengejar Mimpi Nggak Ada Kata Terlambat!
-
Review Novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas: Potret Realistis Kehidupan Mahasiswa Indonesia
-
Ulasan Novel The Mint Heart: Romansa Gemas Reporter dengan Fotografer Cuek
Ulasan
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Belajar dari The Early Spring: Jangan Meremehkan Orang yang Sedang Berjuang
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Lagu Mungkin di Depan Buram dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Masa Depan
Terkini
-
Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan
-
Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?