Hayuning Ratri Hapsari | Ruslan Abdul Munir
Buku Kios Pasar Sore karya Reda Gaudiamo (Dok. Pribadi/Ruslan Abdul Munir)
Ruslan Abdul Munir

"Mungkin kita bukan tokoh utama dalam cerita besar dunia, tetapi setiap kehidupan tetap menyimpan kisah yang layak didengar." Itulah kiranya kutipan yang cocok untuk menggambarkan pesan utama buku ini.

Buku Kios Pasar Sore dan Cerita Orang-Orang Biasa Lainnya merupakan sebuah antologi yang merangkai tiga puluh satu cerita pendek.

Secara umum, buku ini membahas tentang eksistensi individu-individu yang sering kali terabaikan dalam hiruk-pikuk kehidupan modern saat ini. 

Reda Gaudiamo, seorang penulis dengan rekam jejak lebih dari 51 karya, berhasil memasukkan emosi pembaca yang melampaui karya-karya sebelumnya seperti seri Na Willa.

Dalam Kios Pasar Sore, narasi yang dibangun tidak menawarkan dramatisasi yang bersifat heroik, melainkan fokus pada kejujuran lembaran-lembaran kehidupan dari orang-orang biasa yang tidak memiliki keistimewaan dalam hidupnya.

Penggunaan metafora "Pasar Sore" dalam judul buku ini memiliki arti yang sangat kuat. Pasar sore di Indonesia sering kali menjadi ruang transisi, tempat di mana orang-orang dengan berbagai latar belakang ekonomi dan sosial bertemu dalam waktu singkat untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Judul tersebut juga diambil dari salah satu cerpen yang ada di dalam buku tersebut. Dalam cerita tersebut, Reda Gaudiamo menggambarkan sebuah pasar yang terbakar untuk keempat kalinya, sebuah narasi yang mencerminkan siklus tragedi yang dialami oleh masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia.

Karakter-karakter dalam buku ini, seperti penjual keliling, tetangga yang tampak bersahaja, atau teman kecil yang mengajarkan tentang arti kehilangan, dijadikan subjek utama yang memiliki kedalaman emosional.

Untuk membaca cerita-cerita yang ada di buku ini, kamu tidak perlu harus susah payah memahami makna yang disampaikan, karena penulis menggunakan bahasa yang sederhana dan sangat mudah dipahami oleh semua pembaca.

Yang menjadikan cerita-cerita di buku ini bagus sekaligus menjadi kelebihan dari buku ini adalah karena cerita-cerita yang diangkat sangat erat dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, cerita yang disajikan juga bukan hanya sekadar cerita yang setelah dibaca lalu hilang begitu saja, tetapi ketika kita benar-benar meresapi cerita di dalamnya, kita akan memahami bahwa syarat akan nilai-nilai kemanusiaan dan empati.

Adapun kekurangan dari buku ini adalah, saya merasa beberapa cerita terasa begitu singkat, sehingga terkadang pesan yang disampaikan menjadi kurang.

Untuk itu, sebelum kamu memutuskan untuk membaca buku ini, ada baiknya kamu menurunkan ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap isi bukunya.

Mungkin kamu tidak akan menemukan plot twist yang sangat mengagetkan, atau penyelesaian konflik yang jelas seperti pada novel-novel lainnya.

Namun, satu hal yang membuatku suka dengan buku ini adalah bahwa buku ini berhasil memvalidasi perasaan bahwa setiap orang berharga.

Meskipun tidak ada cerita dengan plot twist yang membuat kaget, karena itulah buku ini hadir: dengan hadirnya buku ini, setiap dari kita tidak ada yang benar-benar biasa; semua layak untuk diceritakan dan dirayakan.

Buku ini menunjukkan bahwa keajaiban hidup sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana, melalui kisah-kisah kecil yang selama ini kita anggap biasa.

Buku ini juga sangat cocok jika kamu sedang mencari bacaan ringan ketika mengalami reading slump, karena ceritanya yang biasa tidak akan terlalu membuat kita berpikir lebih keras, justru akan membuat kita jauh lebih santai.

Jika kamu menyukai cerita-cerita yang bergenre slice of life, buku Kios Pasar Sore karya Reda Gaudiamo ini sangat cocok untuk masuk dalam daftar bacaan kamu.