Bagaimana perasaanmu saat akan dipanggil ke suatu tempat untuk urusan pekerjaan, tapi tidak pernah benar-benar sampai ke tujuan? Kamu tahu alasan kedatanganmu, tetapi semakin berusaha mencari kepastian, semakin banyak hal yang justru terasa membingungkan.
Situasi tersebut dialami K., tokoh utama dalam Kastil atau The Castle karya Franz Kafka. Ia datang ke sebuah desa untuk menjalankan pekerjaan sebagai juru ukur tanah setelah mengaku mendapat panggilan dari pihak kastel. Namun, alih-alih bisa langsung bekerja, K. justru menghadapi berbagai aturan dan birokrasi yang membuat statusnya di desa tersebut tidak pernah benar-benar jelas.
Semakin jauh, perjalanan itu malah membawa K. pada pencarian dan pengakuan jati diri, bukan lagi masalah pekerjaan.
Kastel yang Terasa Dekat, Tapi Tak Bisa Digapai
The Castle dibuka dengan K. yang melakukan perjalanan dinas menuju suatu desa karena dipanggil oleh pihak kastel. Belum pernah ke sana, ia banyak bertanya pada warga sekitar tentang kastel itu. Bukannya dapat petunjuk, K. justru semakin bingung dengan informasi simpang siur dari mereka.
Ironisnya, kastel tersebut sebenarnya tidak terasa jauh. K. bahkan dapat melihat keberadaannya. Tetapi, untuk benar-benar berhubungan dengan orang-orang di dalamnya terasa seperti perkara yang hampir mustahil. Setiap kali K. merasa sudah menemukan jalan untuk mendapatkan kepastian, muncul aturan, pesan, atau perantara baru yang kembali membuatnya berada di titik awal.
Tokoh yang Semakin Menjauhkan K. dari Tujuannya
Dalam perjalanan mencari jalan menuju kastel, K. sebenarnya tidak sepenuhnya sendirian. Ia bertemu dengan orang-orang yang memiliki hubungan dengan kastel dan bahkan mencoba memanfaatkan hubungan tersebut untuk mendapatkan kepastian, seperti Frieda.
Frieda merupakan mantan kekasih Klamm, salah satu petinggi kastel. Karena itu, K. berusaha menggali banyak informasi mengenai kastel darinya. Bahkan K. sampai menjalin hubungan romantis dan bertunangan dengannya. Mengetahui niat awalnya, Frieda memutuskan hubungannya dengan K.. Apakah K. mendapat sesuatu tentang kastel? Tentu saja, tidak.
Berbicara soal Klamm, ia adalah pejabat tinggi kastel. Oleh karena itu, Klamm jadi orang yang sangat dicari-cari K. saat ini. Sebelum itu, K. juga mencari informasi tentang Klamm dari beberapa warga desa. Namun, mereka justru memberikan penjelasan yang tidak jelas tentangnya. Deskripsi fisik Klamm pun berbeda-beda di setiap orang yang ditemuinya.
Semakin Lama, K. Terjebak dalam Ketidakpastian
Semakin lama berada di desa, K. tidak hanya kesulitan mendapatkan akses ke kastel, tetapi juga mulai kehilangan kepastian tentang status dirinya sendiri. Kepala desa bahkan menjelaskan bahwa kedatangan K. sebagai juru ukur merupakan kesalahan administratif.
Di sinilah pencarian K. mulai terasa mendalam. Ia tidak lagi sekadar mencari kastel atau pekerjaan sebagai surveyor, tetapi juga mempertanyakan dirinya sendiri. Siapakah ia di desa itu? Apa tujuannya? K. mulai merasa ragu dan asing dengan tempat itu.
Saya sama frustasinya dengan K. saat membaca novel ini. Apalagi setiap K. mulai mencari tahu tentang kastel dan akhirnya sia-sia. Saya sempat mengira K. akan tetap sampai di kastel meskipun sad ending. Ngomongin ending, novel ini tidak memilikinya. The Castle berakhir di tengah kalimat yang terputus. Unik banget, bukan? Tapi, dari sini saya justru melihat tulisan khas Kafka atau Kafkaesque yang membahas tentang keterasingan. Mau coba baca?
Baca Juga
-
Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?
-
Stoikisme: Tetap Peduli Sesama tanpa Terjebak dalam Kecemasan, Apakah Bisa?
-
Jangan Keliru Lagi! Ini 5 Perbedaan Mencolok Sushi dan Kimbap yang Sering Bikin Tertukar
-
Sisi Lain Anne of Green Gables: Benarkah Dunia Anne Tak Ramah Perempuan?
-
5 Dessert Unik dari Kimpul ala Ibu Tin, Ada Boba hingga Dubai Chewy Cookie!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Namib: Sisi Gelap di Balik Mimpi Menjadi Idol
-
Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!
-
Review I Play Rocky: Kisah Stallone Kalah Besar dari Karakter Fiksinya
-
Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia
-
Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan
Terkini
-
Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren
-
Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi
-
5 Sabun Muka Anti Acne Lokal Remaja untuk Kulit Bersih Bebas Jerawat
-
Outback, Drama Misteri Terbaru Netflix Resmi Umumkan Jajaran Pemeran Utama
-
Anime Bride of the Barrier Master Ungkap 5 Karakter Baru Jelang Tayang 2027