facebook

Menindak Lanjuti Rumor Bullying, Agensi Nam Joo Hyuk Seret Penyebar Gosip ke Jalur Hukum

Lintang Larissya
Menindak Lanjuti Rumor Bullying, Agensi Nam Joo Hyuk Seret Penyebar Gosip ke Jalur Hukum
Nam Joo Hyuk (koreaboo)

Aktor Nam Joo Hyuk baru-baru ini terlibat dalam rumor kasus bullying di sekolah. Melansir Naver, agensi telah mengajukan tuntutan pidana terhadap penyebar gosip anonim dan media online yang menyebut Nam Joo Hyuk terlibat kekerasan sekolah. 

Sebelumnya pada tanggal 20 Juni, sebuah media melaporkan dugaan kekerasan sekolah oleh Nam Joo Hyuk, pelapor anonim tersebut mengakui teman sekolah sang aktor selama enam tahun, dari SMP hingga SMA.

Orang A mengatakan pada media bahwa Nam Joo Hyuk tidak sendirian, melainkan bergabung dengan grup anak nakal lainnya. Mereka mendorong, memotong antrian makan siang, mengumpat, memukul, dan meminta uang kepada murid lainnya. Orang A menyebut ada korban lain yang diperlakukan lebih parah darinya.

Sumber yang identitasnya disembunyikan itu mengaku telah dirawat oleh psikiater untuk mengobati traumanya. Korban juga menunjukkan sebuah buku tahunan sebagai bukti dari tuduhannya tersebut.

Lanjutan Rumor Bullying Nam Joo Hyuk

Terkait kasus tuduhan kekerasan sekolah tersebut, agensi Nam Joo Hyuk Management Soop telah memberikan pernyataan, setelah mengonfirmasi pada sang aktor, bahwa pernyataan tanpa dasar itu tidak benar sama sekali dan akan mengambil tindakan hukum kepada siapapun yang menyebarkan.

Pada Sabtu (25/6/2022), media penyebar gosip itu merevisi artikel tentang kekerasan sekolah Nam Joo Hyuk. Informan yang awalnya mengaku menjadi korban kekerasan di sekolah selama enam tahun itu tiba-tiba mengubah hukumannya dari enam tahun menjadi dua tahun. Selain itu, informan yang mengaku bahwa Nam Joo Hyuk melemparkan barang tajam kepadanya, berubah menjadi teman sekelas Nam Joo Hyuk.

Mengenai perubahan pernyataan orang A tersebut, reporter A berkata bahwa orang A meminta untuk menyembunyikan bahwa itu merupakan cerita teman, selain itu si reporter berkata bahwa terdapat miskomunikasi akibat orang A menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Namun, orang A mengatakan bahwa dia tidak berniat untuk menghapus artikel tersebut. “Agensi menawarkan untuk membatalkan pengaduan hukum jika media dan orang A menghapus artikel. Namun jika Anda mendengar cerita orang A yang cukup spesifik, saya konsisten (tidak menghapus artikel),” dikutip dari Naver pada Sabtu (25/06/2022).

Sementara itu, kasus ini masih menjadi berita paling hangat di Korea Selatan.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak