Bagaimana cara seseorang menghadapi kehilangan? Apakah waktu benar-benar bisa menyembuhkan luka, atau justru memperdalam rasa bersalah? Pertanyaan-pertanyaan ini jadi inti dari Film Mungkin Kita Perlu Waktu buatan Sutradara Teddy Soeriaatmadja yang akan tayang di bioskop nggak lama lagi.
Sebagai sutradara, Teddy Soeriaatmadja tuh punya gaya penceritaan yang emosional, mendalam, dan menyentuh hati lho. Film-filmnya, ‘Lovely Man’ dan ‘The Architecture of Love’ sering mengeksplorasi hubungan manusia yang kompleks dan penuh emosi. Nah, kali ini dia kembali dengan kisah keluarga yang menghadapi trauma, penyesalan, dan pencarian makna hidup.
Mengetahui keterlibatan sutradara, wajar sih kalau ada penonton yang sudah nggak sabar mau nonton film ini. Memangnya berkisah tentang apa sih? Sini merapat dan kepoin terus ya!
Sekilas tentang Film Mungkin Kita Perlu Waktu
Film Mungkin Kita Perlu Waktu yang diproduksi sama Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures kisahnya berpusat pada Ombak (Bima Azriel), penyintas bunuh diri yang masih hidup dalam bayang-bayang trauma.
Ombak mencoba bangkit dari masa lalunya, tapi kejadian tragis mengguncang hidupnya, yakni saat kakak perempuannya mengalami kecelakaan.
Insiden itu jadi pukulan berat buat Ombak. Dia mulai mengalami serangan kecemasan yang semakin parah, diperburuk rasa penyesalan yang menghantui dirinya. Nggak cuma itu, ibunya (Sha Ine Febriyanti) juga semakin menekan Ombak dengan harapan putranya bisa menjadi "lebih kuat" dan "lebih baik." Namun, kenyataannya, tekanan itu justru semakin membebani Ombak dan membuatnya semakin terpuruk dalam perasaan bersalah.
Apa yang dialami Ombak dan ibunya benar-benar miris sekaligus problematik. Gimana mereka keluar dan menghadapi masalahnya? Jawabannya akan Sobat Yoursay ketahui pas nonton film ini. Namun, jangan beranjak dulu karena ada hal menarik yang bisa dibahas. Merapat dan baca sampai tuntas ya!
Kesehatan Mental dalam Keluarga
Aspek paling menarik dari film ini tuh caranya menggambarkan kesehatan mental dalam lingkup keluarga. Ombak bukan satu-satunya yang menderita—ibunya juga bergulat dengan trauma, meskipun dalam cara yang berbeda.
Banyak orang mengira, bahwa setelah seseorang selamat dari percobaan bunuh diri, semuanya akan kembali normal. Namun, kenyataannya, penyintas seringkali harus berhadapan dengan dampak psikologis yang panjang, seperti kecemasan, depresi, dan perasaan bersalah. Ombak mungkin merasa dirinya nggak cukup baik untuk keluarga, atau bahkan dia seharusnya nggak hidup sementara kakaknya mengalami nasib buruk.
Film ini bisa jadi refleksi bagi banyak orang yang mengalami situasi serupa. Bagaimana perasaan seorang anak yang merasa jadi beban bagi keluarganya? Bagaimana cara sosok ibu (orangtua) menghadapi kehilangan tanpa menyakiti anak yang masih hidup? Film Mungkin Kita Perlu Waktu tampaknya ingin mengangkat kenyataan ini dengan cara yang jujur dan menyentuh.
Yang lebih menarik, film ini juga memperlihatkan bagaimana lingkungan keluarga bisa memperburuk kondisi mental seseorang, meskipun mungkin tanpa sengaja. Sang ibu mungkin mengira dengan bersikap tegas atau mengharapkan Ombak untuk lebih kuat, berarti dirinya sedang membantu anaknya. Namun, kenyataannya, harapan-harapan itu bisa menjadi beban yang terlalu berat bagi Ombak, yang masih berusaha menemukan keseimbangannya sendiri dan artinya hidup.
Dari jajaran pemain, ada dua nama paling menarik perhatian:
- Sha Ine Febriyanti yang mampu membawakan karakter dengan emosi yang kompleks dan dalam. Dalam film ini, dia memerankan sosok ibu yang harus menghadapi kehilangan sekaligus mengurus anaknya yang masih berjuang dengan trauma. Perannya kemungkinan akan penuh dengan lapisan emosi—antara rasa sayang, rasa bersalah, dan keinginan untuk menemukan ketenangan.
- Bima Azriel si aktor muda yang terus menunjukkan kemampuannya di berbagai proyek. Perannya sebagai Ombak menuntut banyak ekspresi emosional, terutama dalam menggambarkan kecemasan, trauma, dan perasaan bersalah. Ini bisa jadi salah satu peran terbaiknya jika dia mampu menampilkan kompleksitas karakternya dengan meyakinkan.
Selain mereka, film ini juga diperkuat sama:
- Tissa Biani
- Lukman Sardi
- Naura Hakim
- Asri Welas
- Dan masih banyak bintang pendukung lainnya.
Nah, dengan mengangkat isu kesehatan mental, trauma, dan spiritualitas, Film Mungkin Kita Perlu Waktu berpotensi jadi tontonan yang menyentuh banyak orang, terutama buat mereka yang pernah berhadapan dengan kehilangan atau tekanan ‘yang sama’. Catat tanggal tayangnya, film ini akan tayang di bioskop pada 15 Mei 2025!