Setelah sukses dengan film horor seperti ‘Perewangan’ dan ‘Sebelum 7 Hari’, Pichouse Films dan MD Pictures kembali menghadirkan karya terbaru mereka yang dijamin bikin bulu kuduk merinding, yaitu ‘Pembantaian Dukun Santet’.
Film ini digarap oleh Azhar Kinoi Lubis, sutradara yang udah nggak asing lagi di dunia horor. Karya terbarunya adalah ‘Petaka Gunung Gede’ yang sukses mengantongi lebih dari 3 juta penonton bioskop yang membuktikan bahwa genre horor masih menjadi favorit di bioskop tanah air.
Kini sama seperti pendahulunya, ‘Perewangan’, cerita dari ‘Pembantaian Dukun Santet’ kembali diangkat dari cerita thread viral @jeropoint.
Mengangkat kisah peristiwa tragis yang terjadi pada tahun 1998 di Banyuwangi, Jawa Timur. Pada masa itu, banyak orang yang dituduh sebagai dukun santet dan menjadi pembantaian oleh kelompok misterius. Kejadian ini, tentunya menimbulkan trauma dan ketakutan mendalam bagi masyarakat setempat.
Tentang Film ‘Pembantaian Dukun Santet’
Dalam film ini, kisah tragis tersebut dikemas dalam cerita fiksi yang lebih dramatis dan menegangkan. Berlatar di sebuah pesantren yang mendadak diteror oleh kejadian mengerikan, para pengajar dan santri mulai menjadi korban satu per satu.
Di tengah kekacauan tersebut, seorang santri bernama Satrio (diperankan oleh Kevin Ardilova) berusaha bertahan hidup sekaligus melindungi kedua orang tuanya yang ikut terancam. Sambil mencari cara untuk keluar dari situasi mengerikan ini, Satrio juga mencoba mengungkap siapa dalang di balik teror yang menimpa pesantrennya.
Film ini dibintangi sejumlah aktor ternama Indonesia, yaitu Kevin Ardilova, Aurora Ribero, Kaneishia Yusuf, Iqbal Sulaiman, Siti Azizah Chairunnisa, Sasya Anastaysa, Teuku Rifnu Wikana, Ariyo Wahab, Totos Rasiti, Annisa Hertami, Pritt Timothy, Sapta Taliwang. Dengan jajaran pemain yang mumpuni, film ini diprediksi bakal menyajikan akting yang kuat dan penuh emosi.
Sempat Tuai Kontroversi dan Penolakan
Jika sebelumnya kalian pernah mendengar tentang film berjudul 'Lemah Santet Banyuwangi', maka kalian gak salah. Film ini awalnya memang menggunakan judul tersebut sebelum akhirnya diubah menjadi 'Pembantaian Dukun Santet'.
Pergantian judul ini terjadi setelah munculnya berbagai penolakan dari masyarakat Banyuwangi, termasuk dari Persatuan Artis Film Indonesia (PAFRI) Banyuwangi. Mereka menilai bahwa film ini mengeksploitasi tragedi 1998 dan mendistorsi makna tradisional santet, yang sejatinya merupakan bagian dari identitas budaya daerah tersebut.
Karena kontroversi tersebut, teaser poster yang sempat dipublikasikan akhirnya ditarik kembali. Kini, film ini hadir dengan judul baru yang tetap menggambarkan esensi cerita.
Meski begitu, banyak yang masih bertanya-tanya apakah perubahan judul ini cukup untuk meredakan kontroversi atau justru menimbulkan perdebatan baru. Apakah inti cerita tetap sama? Bagaimana reaksi masyarakat setelah perubahan ini? Semua itu baru bisa kita lihat setelah film ini resmi dirilis.
Antusiasme Penonton dan Kapan ‘Pembantaian Dukun Santet’ Tayang?
Gak bisa dipungkiri kalau film horor berbasis kisah nyata selalu memiliki daya tarik tersendiri. Penonton mungkin akan lebih tertarik dengan cerita yang memiliki akar sejarah, karena memberikan sensasi yang lebih nyata dan relatable.
Selain itu, film seperti ini juga sering kali memicu diskusi dan memperkenalkan kembali sejarah lokal yang mungkin mulai terlupakan.
Dengan hadirnya 'Pembantaian Dukun Santet', Pichouse Films kembali membuktikan bahwa mereka jeli dalam menangkap tren dan selera penonton Indonesia.
Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, film ini diprediksi akan menarik perhatian banyak orang, baik karena unsur horornya maupun karena kisah tragis yang diangkat.
Buat yang penasaran dan nggak sabar menonton, ‘Pembantaian Dukun Santet’ dijadwalkan tayang di bioskop mulai 8 Mei 2025. Jangan sampai ketinggalan untuk menyaksikan kisah mencekam ini di layar lebar!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS