Film horor yang sempat menghebohkan bioskop pada 2023, ‘Waktu Maghrib’, bakal punya sekuel yang siap meneror penonton lagi.
Film ini masih disutradarai Sidharta Tata dan diproduksi Rapi Films yang juga bekerja sama dengan Sky Media, Rhaya Flicks, Legacy Pictures, dan Kebon Studio. Dilihat dari sutradara dan siapa yang memproduksinya, jelas sekuel ini menjanjikan horor lebih mencekam.
Nah, se-mencekam dan se-menarik apa sampai-sampai Film Waktu Maghrib dibuat sekuelnya? Sini merapat dan yuk kepoin bareng!
Lompat Waktu 20 Tahun, Teror Pindah ke Desa Giritirto
Salah satu hal paling menarik dari Film Waktu Maghrib 2 adalah perubahan latar dan waktu cerita. Jika di film pertama kita mengikuti kisah Adi dan teman-temannya di Jatijajar, kali ini ceritanya ber-setting 20 tahun setelah kejadian tersebut dan berpindah ke desa Giritirto.
Jin Ummu Sibyan kembali bangkit dan meneror anak-anak desa, kali ini lewat kejadian yang melibatkan sekelompok bocah yang pulang saat magrib setelah berseteru di lapangan sepak bola. Tanpa sadar, sumpah serapah mereka memicu kengerian yang lebih besar dari sebelumnya.
Perubahan lokasi ini menarik karena menimbulkan banyak pertanyaan: Apakah kejadian di Giritirto masih terkait dengan Jatijajar? Atau ada sejarah kelam lain di desa baru ini? Dengan latar yang berbeda, ada kemungkinan mitos yang lebih luas dan suasana yang lebih menegangkan. Apalagi, desa baru ini mungkin punya nuansa horor yang berbeda. Apakah lebih mistis, lebih terpencil, atau malah punya aturan khusus yang nggak boleh dilanggar? Ini jadi sesuatu yang menarik untuk diantisipasi lho.
Perubahan waktu juga membuka peluang bagi cerita lebih segar. Dengan selisih dua dekade, apakah ada karakter dari film pertama yang kembali? Atau ada penduduk desa yang masih menyimpan kisah lama dan menghubungkan kejadian ini dengan masa lalu? Detail seperti ini bisa jadi faktor penting dalam membangun keseruan horor satu ini.
Pemain Baru dan Potensi Gaya Horor yang Berbeda
Selain cerita yang berkembang, sekuel ini juga membawa pemain-pemain baru. Jelas tertulis di atas bahwa Omar Daniel dan Anantya Kirana bergabung dalam deretan pemeran utama, bersama Sulthan Hamonangan, Ghazi Alhabsyi, Muzakki Ramdhan, Sadana Agung, Nopek Novian, Bagas Pratama Saputra, dan Fita Anggriani. Kehadiran wajah baru ini bisa ngasih warna segar dalam akting, apalagi beberapa di antaranya sudah berpengalaman dalam genre horor.
Dan hal menarik lainnya, yakni bagaimana karakter-karakter baru ini berinteraksi dan menghadapi ancaman Ummu Sibyan. Apakah ada karakter yang lebih rasional dan mencoba mencari solusi, atau justru mereka akan lebih panik dan mudah terjebak dalam ketakutan? Komposisi pemain juga bisa berpengaruh pada nuansa cerita, apakah lebih dramatis, lebih mencekam, atau lebih banyak elemen misteri? Sampai saat ini memang belum banyak bocoran, tapi jelas Film Waktu Maghrib 2 sangat layak buat dinantikan, khususnya buat para penggemar horor.
Menariknya lagi, meskipun masih disutradarai Sidharta Tata, kali ini skenario ditulis tiga nama: Khalid Kashogi, Bayu Kurnia, dan Sidharta Tata sendiri. Dengan lebih banyak kepala di balik cerita, bisa jadi Film Waktu Maghrib 2 akan menghadirkan gaya horor yang berbeda. Bisa jadi lebih brutal, lebih psikologis, atau bahkan lebih banyak elemen jumpscare yang nggak terduga.
Kalau di film pertama, suasana horor lebih banyak bermain di bayangan, suara yang bikin merinding, dan ketentuan dari kerasukan para bocah, mungkin kali ini kita bisa melihat lebih banyak efek visual yang mendukung wujud setan dan elemen gore-nya. Atau bisa juga, Film Waktu Maghrib 2 akan lebih eksploratif dengan mitologi jin Ummu Sibyan yang semakin mengerikan.
Akankah Sekuel Ini Melampaui Kesuksesan Film Pertama?
Dengan semua perubahan ini, Film Waktu Maghrib 2 terlihat ambisius dan berpotensi lebih dari sekadar ulangan film pertama. Namun, sekuel horor seringkali menghadapi tantangan besar. Misal, bagaimana tetap mempertahankan ketegangan tanpa terasa repetitif. Apakah unsur horor kali ini bisa lebih efektif atau justru kehilangan kejutan karena penonton sudah mengenal pola teror Ummu Sibyan?
Film pertama sukses besar, baik dari segi perolwhannjumlah penonton termasuk ulasan positif penonton. Kesuksesan ini tentu menimbulkan ekspektasi tinggi pada sekuelnya. Jika cerita dan eksekusinya berhasil mengembangkan mitos yang ada tanpa kehilangan esensi horor yang melekat, bukan nggak mungkin Film Waktu Maghrib 2 bisa lebih besar dari pendahulunya.
Kita tunggu jawabannya di bioskop 28 Mei nanti!