Netflix resmi mengonfirmasi produksi drama orisinal terbarunya berjudul sementara Beauty in the Beast, sebuah serial youth fantasy romance yang menggabungkan kisah pertumbuhan, kehidupan kampus, dan unsur fantasi manusia serigala. Dengan jajaran pemeran muda yang menjanjikan serta tim kreatif berpengalaman, drama ini langsung menarik perhatian sejak pengumuman awalnya.
Beauty in the Beast berfokus pada kisah Ha Min Soo, seorang mahasiswi baru yang menyimpan rahasia besar: ia memiliki kemampuan untuk berubah menjadi serigala.
Sejak kecil, Min Soo menjalani hidup dengan menekan emosi dan perilakunya agar dapat beradaptasi di tengah masyarakat manusia tanpa menimbulkan kecurigaan. Setelah bertahun-tahun menjalani pelatihan ketat untuk bersosialisasi secara normal, ia akhirnya memasuki dunia baru bernama universitas.
Namun, kehidupan kampus yang bebas dan penuh dinamika justru menjadi awal dari berbagai peristiwa kacau yang mengubah hidupnya, sebagaimana dikutip dari Soompi.
Peran Ha Min Soo akan diperankan oleh Kim Min Ju, mantan idol yang kini aktif membangun karier sebagai aktris. Dalam drama ini, Min Soo digambarkan sebagai sosok yang penuh rasa ingin tahu, memiliki banyak mimpi sederhana, serta mendambakan kehidupan yang benar-benar biasa. Namun, keinginannya untuk hidup normal terus berbenturan dengan identitas aslinya yang harus ia sembunyikan rapat-rapat.
Karakter Min Soo disebut sebagai figur coming-of-age yang merepresentasikan kegelisahan remaja dalam mencari jati diri.
Moon Sang Min didapuk memerankan Hae Jun, senior Min Soo di kampus. Hae Jun digambarkan memiliki kesan pertama yang dingin dengan ekspresi wajah muram dan tatapan tajam, sehingga kerap terlihat menakutkan. Namun di balik itu, ia memiliki sifat lembut dan perhatian, sampai-sampai dijuluki "big puppy."
Meski biasanya tidak tertarik pada orang lain, tingkah Min Soo yang selalu terlihat aneh di hadapannya justru membuat Hae Jun perlahan memerhatikannya, tanpa memahami alasan pasti ketertarikan tersebut.
Sementara itu, Lomon akan memerankan Do Ha, seorang werewolf dengan kepribadian bebas dan spontan. Berbeda dengan Min Soo yang mengekang diri demi bertahan di dunia manusia, Do Ha justru bertindak mengikuti keinginannya tanpa ragu.
Sikap Min Soo yang terlalu menahan emosi membuat Do Ha merasa frustrasi, namun di saat yang sama ia tidak bisa mengabaikan keberadaan gadis tersebut. Hubungan mereka pun berkembang menjadi dinamika unik yang memperkaya konflik emosional dalam cerita.
Dari sisi produksi, Beauty in the Beast digarap oleh sutradara Jin Hyuk, sosok di balik drama populer seperti The Legend of the Blue Sea, Sisyphus: The Myth, dan The Tale of Lady Ok. Sementara itu, naskah ditulis oleh Jin Han Sae, penulis yang sebelumnya menuai pujian lewat serial Netflix Extracurricular dan Glitch.
Menariknya, Beauty in the Beast diadaptasi dari webtoon populer Kakao Page berjudul Beauty and the Beast, yang telah memiliki basis penggemar tersendiri. Adaptasi ini diharapkan mampu mempertahankan esensi cerita asli sekaligus memperluas narasi melalui pendekatan visual khas drama Korea.
Studio 329 turut memproduksi serial ini, menambah kredibilitas proyek mengingat rekam jejak mereka dalam menghasilkan karya-karya berkualitas.
Dengan latar kampus, tema fantasi, dan romansa remaja, Beauty in the Beast menawarkan sudut pandang baru dalam genre coming-of-age. Kisah tentang menerima diri sendiri, menghadapi emosi, dan membangun hubungan di tengah perbedaan menjadi benang merah utama drama ini.
Netflix sendiri belum mengumumkan jadwal rilis resmi, namun dengan produksi yang telah dikonfirmasi dan sesi pembacaan naskah pertama yang sudah berlangsung, antusiasme penonton global terus meningkat.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS