Manohara Buka Luka Lama: Hubungan dengan Ibunya Bersifat Transaksional?

Sekar Anindyah Lamase | Natasya Regina
Manohara Buka Luka Lama: Hubungan dengan Ibunya Bersifat Transaksional?
Manohara (Instagram/manodelia)

Baru-baru ini, Manohara Odelia Pinot kembali menjadi sorotan setelah membagikan kisah kelam masa lalunya. Pengakuan ini ia sampaikan menyusul serangan dari akun palsu yang diduga berkaitan dengan sang ibu, Daisy Fajarina.

Tekanan emosional yang muncul membuat Manohara merasa perlu berbicara terbuka mengenai pengalaman hidup yang selama ini ia pendam.

Dalam pernyataan tertulis yang ia unggah pada Senin (19/01/2026), Manohara mengungkapkan bahwa ia mengalami konflik batin yang mendalam terkait sosok perempuan yang melahirkannya.

Ia menyebut perlakuan yang diterimanya sejak kecil membuatnya kesulitan memaknai hubungan ibu dan anak sebagaimana mestinya.

“Aku bahkan kesulitan menyebutnya ibuku, karena tindakannya bertentangan dengan setiap definisi kemanusiaan tentang bagaimana seharusnya seorang ibu,” tulis Manohara.

Ungkapan tersebut menjadi gambaran betapa berat luka emosional yang masih ia rasakan hingga kini.

Manohara kemudian mengungkap hal yang lebih mengejutkan. Ia menuding sang ibu telah lama terlibat dalam praktik ilmu hitam, bahkan sejak dirinya masih berusia sangat muda. Menurutnya, keterlibatan tersebut bukan hal baru dan berlangsung dalam waktu yang lama.

“Ibu saya sudah lama terlibat secara mendalam dalam ilmu sihir hitam,” kata Manohara.

Ia menuturkan bahwa sang ibu kerap mendatangi dukun dan orang yang dianggap memiliki kemampuan supranatural di berbagai daerah.

Manohara mengingat masa kecilnya yang dipenuhi pengalaman tak menyenangkan. Ia mengaku sering diajak ke tempat-tempat tertentu seperti Sukabumi dan Bogor, dengan alasan dirinya dianggap tidak cukup patuh. Di sana, ia dipaksa menjalani ritual yang tidak ia pahami dan membuatnya ketakutan.

“Di Indonesia, ia sering mengunjungi dukun dan orang pintar. Ketika saya masih kecil, ia sering mengajak saya ke tempat-tempat seperti Sukabumi dan Bogor karena ia percaya saya tidak cukup patuh,” ungkapnya lebih lanjut.

Ritual-ritual tersebut, menurut Manohara, meninggalkan trauma mendalam yang terus membekas hingga ia dewasa.

“Saya dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan dan membingungkan. Pengalaman-pengalaman ini traumatis dan terus membekas dalam diri saya hingga dewasa,” lanjutnya.

Di tengah pengakuannya, Manohara merasa perlu meluruskan persepsi publik. Ia menegaskan bahwa praktik-praktik yang ia alami sama sekali tidak berkaitan dengan ajaran Islam. Menurutnya, ilmu hitam justru bertentangan dengan nilai agama.

“Saya ingin memperjelas satu hal. Ini bukan Islam. Ilmu hitam dilarang dalam Islam,” tegasnya.

Ia juga menyebut memiliki banyak teman Muslim yang tidak mempercayai hal-hal semacam itu, sebagai penegasan bahwa pengalaman pribadinya tidak mencerminkan ajaran agama tertentu.

Manohara turut menyinggung soal perpindahan agama yang dilakukan sang ibu. Ia menyatakan bahwa agama, dalam pandangan ibunya, hanya dijadikan sarana untuk kepentingan tertentu, bukan sebagai keyakinan yang dijalani dengan tulus.

“Video ini menunjukkan ibu saya dibaptis. Inilah mengapa saya mengatakan bahwa agama, seperti hal lainnya, adalah alat baginya,” terangnya.

Di akhir pernyataannya, Manohara menyimpulkan bahwa tidak ada ketulusan dalam sikap dan tindakan sang ibu selama ini. Ia menilai segala sesuatu selalu dilihat dari sisi keuntungan pribadi.

“Tidak ada yang nyata baginya. Semuanya bersifat transaksional. Semuanya adalah alat,” tutupnya.

Pengakuan ini menambah panjang daftar kisah pahit Manohara yang kembali terungkap ke publik. Meski penuh luka, ia tampak berusaha menyuarakan pengalamannya sebagai bentuk pelepasan beban emosional yang selama ini ia tanggung sendiri.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak