Film sejarah Korea The King's Warden menunjukkan performa luar biasa di box office sejak penayangan perdananya pada 4 Februari. Dikutip dari Soompi, film yang dibintangi Park Ji Hoon dan Yoo Hae Jin ini berhasil mempertahankan posisi puncak box office Korea Selatan selama lima hari berturut-turut. Capaian tersebut sekaligus menandai antusiasme tinggi penonton terhadap film berlatar sejarah yang mengangkat kisah emosional dari masa Dinasti Joseon.
Berdasarkan pengumuman resmi Korean Film Council pada 9 Februari, The King's Warden telah mencatat total 1.118.508 penonton hingga 8 Februari. Artinya, film ini hanya membutuhkan waktu lima hari untuk menembus angka satu juta penonton, sebuah pencapaian yang tergolong cepat dan menandakan momentum yang sangat kuat. Pada 7 Februari saja, film ini menarik 327.131 penonton dalam satu hari dan jauh mengungguli film peringkat kedua dengan selisih yang signifikan.
Dominasi The King's Warden juga terlihat pada akhir pekan pertama penayangannya. Menurut data Korea Film Council, film ini meraih 761.840 penonton secara nasional dari 6 hingga 8 Februari, dengan total kumulatif melampaui satu juta. Capaian ini semakin penting karena diraih menjelang libur Tahun Baru Imlek, periode yang dikenal sebagai musim kompetitif bagi industri perfilman Korea. Meski pekan berikutnya akan hadir film lain seperti HUMINT, The King's Warden diperkirakan tetap mengandalkan kekuatan word of mouth untuk mempertahankan jumlah penontonnya.
Kesuksesan ini tidak terlepas dari cerita yang diangkat. The King's Warden merupakan film Korea pertama yang secara khusus menyoroti kisah Raja Danjong, raja keenam Dinasti Joseon, yang naik takhta pada usia 12 tahun. Raja Danjong kemudian diturunkan dari takhta oleh pamannya, Grand Prince Suyang, dan diasingkan ke Cheongnyeongpo, Provinsi Gangwon, tempat ia akhirnya menemui akhir hidup yang tragis. Latar waktu film ini berada pada tahun 1457, salah satu periode paling bergejolak dalam sejarah Joseon.
Film ini berfokus pada hubungan yang tidak biasa antara Raja Danjong yang telah dilengserkan, diperankan oleh Park Ji Hoon, dan Eom Heung Do, kepala desa yang diperankan Yoo Hae Jin. Eom Heung Do digambarkan sebagai sosok yang secara sukarela menjadikan desanya sebagai tempat pengasingan demi menghidupkan kembali masa depan komunitasnya. Dari keputusan tersebut, terjalin ikatan emosional yang mendalam antara seorang raja muda yang kehilangan segalanya dan seorang rakyat biasa yang memilih pengorbanan.
Menariknya, kisah ini berakar pada peristiwa nyata. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Eom Heung Do memang merupakan tokoh historis yang menemukan jenazah Raja Danjong dan memiliki hubungan personal dengannya. Untuk menghidupkan sisi humanis yang jarang dibahas dalam buku sejarah, tim produksi melakukan riset mendalam dengan melibatkan para ahli sejarah. Upaya ini bertujuan menggali detail-detail tersembunyi di balik catatan resmi, sehingga film tidak hanya menampilkan tragedi politik, tetapi juga sisi kemanusiaan dari tokoh-tokohnya.
Dari segi pemeran, The King's Warden juga menjadi tonggak penting bagi Park Ji Hoon. Meski telah dikenal luas lewat drama sageuk seperti Flower Crew: Joseon Marriage Agency (2019) dan Love Song for Illusion (2024), film ini menandai debut layar lebarnya.
Didukung penampilan kuat dari Yoo Hae Jin, Yoo Ji Tae, dan Jeon Mi Do, serta cerita yang berpijak pada sejarah nyata, The King's Warden berhasil memadukan drama emosional dengan latar politik yang kelam. Tak heran jika film ini terus menuai respons positif dan diprediksi akan tetap menjadi salah satu tontonan paling berkesan di box office Korea tahun ini, sebagaimana dilaporkan oleh Korean Film Council.