Rilis 5 Maret 2026, Sinopsis Setan Alas: Teror Psikologis dan Kesunyian

Lintang Siltya Utami | Angelia Cipta RN
Rilis 5 Maret 2026, Sinopsis Setan Alas: Teror Psikologis dan Kesunyian
Kolase Poster Film Setan Alas. (IMDb)

Film horor Indonesia kembali menegaskan daya tariknya lewat Setan Alas, yang akan tayang di bioskop mulai 5 Maret 2026. 

Film ini mengusung latar villa tua dan hutan lebat yang terisolasi, Setan Alas tidak hanya menawarkan rangkaian jumpscare, tetapi juga atmosfer ketegangan yang dibangun perlahan dan konsisten. 

Disutradarai oleh Yusron Fuadi, Setan Alas tampil sebagai horor yang serius mengolah rasa takut melalui ruang, sunyi, dan kecurigaan antarmanusia.

Diproduksi oleh Akasacara Film, film ini sebelumnya telah mencuri perhatian lewat pencapaiannya di Indonesian Screen Awards JAFF 2023 dengan raihan Best Editing, Best Storytelling, dan Best Film

Penghargaan tersebut terasa relevan ketika menonton hasil akhirnya di layar lebar. Tontonan seram ini digarap dengan kontrol teknis yang rapi dan visi cerita yang cukup jelas.

Sinopsis Film Setan Alas

Cerita Setan Alas berpusat pada lima mahasiswa yakni Budi, Ani, Iwan, Wati, dan Amir yang memilih menghabiskan akhir pekan di sebuah villa tua di tengah alam.

Keputusan sederhana yang awalnya tampak seperti liburan biasa perlahan berubah menjadi awal dari mimpi buruk.

Ketika salah satu dari mereka ditemukan tewas secara misterius, suasana yang semula santai berganti menjadi paranoia.

Alih-alih menjadikan kematian sebagai sekadar pemicu adegan menakutkan, film ini menggunakan tragedi tersebut untuk membangun konflik psikologis. 

Ketakutan tidak hanya datang dari ancaman tak kasatmata, tetapi juga dari reaksi para karakter yang mulai saling curiga. Ketika mereka memutuskan melarikan diri dengan menembus hutan. 

Film ini juga membawa penonton ke dalam labirin ketegangan layaknya jalan keluar yang terasa berputar, ruang yang tak pernah benar-benar aman, dan waktu yang seolah berhenti.

Menariknya, film ini tidak terburu-buru menjelaskan sumber teror. Penonton diajak merasakan kebingungan yang sama dengan para tokohnya.

Kecurigaan Amir bahwa ada kekuatan gelap yang sengaja memperangkap mereka menjadi benang merah cerita, sekaligus membuka ruang tafsir tentang kutukan, dosa masa lalu, dan harga yang harus dibayar ketika manusia mengganggu wilayah yang bukan miliknya.

Atmosfer, Akting, dan Kekuatan Teknis Film

Kekuatan utama pada film horror ini terletak pada atmosfernya. Penggunaan villa tua dan hutan bukan sekadar latar visual, melainkan bagian aktif dari narasi. Kamera kerap mengambil sudut sempit dan jarak dekat, menciptakan rasa terkurung yang konstan.

Tata suara memainkan peran besar, bunyi dedaunan, langkah samar, dan keheningan panjang justru terasa lebih mengganggu dibanding musik keras.

Dari sisi akting, para pemeran seperti Anastasia Herzigova, Adhin Abdul, Abraheem Abdulwahhab hingga Putri Anggi berhasil menampilkan kepanikan yang terasa manusiawi. Tidak berlebihan, tetapi cukup meyakinkan untuk membuat penonton ikut tegang. 

Dinamika kelompok menjadi penting, karena film ini lebih banyak bermain pada interaksi dan tekanan psikologis ketimbang efek visual semata.

Keputusan editing yang ketat membuat alur cerita terasa terjaga. Transisi antar adegan tidak bertele-tele, namun juga tidak terburu-buru.

Ritme yang stabil ini membantu membangun ketegangan bertahap, sesuatu yang sering kali hilang dalam film horor yang terlalu mengandalkan kejutan instan.

Horor yang Mengajak Berpikir Kritis dan Teka Teki

Meski tetap berada dalam koridor horor populer, Setan Alas mencoba melangkah lebih jauh dengan menyentuh tema tentang batas manusia dan alam, serta konsekuensi dari ketidaktahuan. 

Teror di film ini tidak selalu hadir dalam bentuk sosok menyeramkan, melainkan juga dalam rasa bersalah, ego, dan keputusan-keputusan impulsif para karakter.

Film ini mungkin tidak sepenuhnya bebas dari klise genre, beberapa momen masih terasa familiar bagi penikmat horor Indonesia. 

Namun pendekatan atmosferik dan penekanan pada psikologi membuatnya tetap menonjol. 

Setan Alas berhasil menunjukkan bahwa horor tidak harus selalu gaduh. Terkadang, rasa takut paling kuat justru datang dari sunyi yang terlalu panjang.

Bagi pencinta horor yang menyukai ketegangan perlahan dan cerita yang atmosferik, film ini patut masuk daftar tontonan awal Maret 2026.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak