Manga fantasi sejarah legendaris Red River karya Chie Shinohara dipastikan akan mendapatkan adaptasi anime televisi dan dijadwalkan tayang pada musim panas 2026. Informasi ini diumumkan melalui situs resmi dan akun X (sebelumnya Twitter) yang baru saja diluncurkan pada Minggu (15/02/2026).
Adaptasi ini menjadi momen istimewa karena menandai pertama kalinya karya Shinohara diangkat ke format serial anime televisi, bertepatan dengan perayaan 45 tahun perjalanan kariernya di industri manga. Lebih menarik lagi, proyek ini hadir 24 tahun setelah manga tersebut menyelesaikan masa serialisasinya.
Dalam pengumuman tersebut, turut diperkenalkan teaser visual serta ilustrasi perayaan yang digambar langsung oleh Shinohara. Detail awal mengenai staf produksi juga telah diungkap, menandai langkah serius dalam mewujudkan adaptasi dari salah satu manga shojo terlaris sepanjang masa ini.
Manga Red River, yang dalam bahasa Jepang berjudul Sora wa Akai Kawa no Hotori dan juga dikenal dengan nama Anatolia Story, pertama kali diserialkan di majalah Sho-Comi terbitan Shogakukan sejak Januari 1995 hingga Juni 2002. Selama masa publikasinya, kisah ini dikumpulkan ke dalam 28 volume tankobon.
Pada 2019, dilaporkan bahwa jumlah eksemplar yang beredar telah melampaui 20 juta kopi, menjadikannya salah satu manga terlaris dalam kategori shojo. Bahkan, pada 2001, karya ini meraih Shogakukan Manga Award untuk kategori shojo.
Adaptasi anime ini akan disutradarai oleh Kosuke Kobayashi, dengan proses produksi animasi ditangani oleh studio Tatsunoko Production. Sementara itu, komposisi seri dipercayakan kepada Yoriko Tomita, dan desain karakter digarap oleh Kenji Fujisaki.
Menariknya, demi menjaga akurasi latar sejarah, produksi ini juga melibatkan dua peneliti sejarah, Kimihito Matsumura dan Daisuke Yoshida, yang berasal dari Japanese Institute of Anatolian Archaeology di bawah Middle Eastern Culture Center in Japan. Kehadiran para ahli ini menunjukkan komitmen tim produksi untuk menghadirkan nuansa Anatolia kuno secara lebih autentik.
Secara garis besar, Red River mengisahkan tentang Yuri Suzuki, seorang gadis Jepang berusia 15 tahun dari abad ke-21 yang secara misterius terseret ke masa lalu, tepatnya ke Anatolia kuno, wilayah yang kini dikenal sebagai bagian dari Turki modern. Ia dipanggil oleh Ratu Nakia dari Kekaisaran Het (Hittite) untuk dijadikan korban ritual demi mengutuk para pangeran kerajaan, sehingga putra Nakia dapat menjadi satu-satunya pewaris takhta.
Namun, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Yuri diselamatkan oleh Pangeran Kail, putra tiri Nakia. Seiring berjalannya cerita, Yuri tidak hanya berulang kali berhasil menggagalkan intrik sang ratu, tetapi juga mulai dihormati sebagai reinkarnasi dewi perang Ishtar oleh masyarakat setempat. Di tengah konflik politik, peperangan, dan intrik istana, tumbuh pula kisah romansa antara Yuri dan Kail yang menjadi salah satu daya tarik utama cerita ini.
Chie Shinohara menyampaikan rasa syukurnya atas adaptasi ini. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa setelah 24 tahun sejak serialnya berakhir, masih ada pihak yang mengingat dan ingin menghidupkannya kembali dalam format anime. Shinohara berharap para penggemar lama dapat merasakan kembali semangat cerita yang dulu mereka cintai, sementara penonton baru bisa menikmati kisah ini untuk pertama kalinya melalui medium animasi. Ia pun menyatakan tidak sabar menantikan penayangannya.
Bagi para penggemar lama, pengumuman ini tentu menjadi momen yang dinanti-nantikan setelah lebih dari dua dekade sejak serialisasi manga berakhir. Sementara bagi penonton baru, musim panas 2026 bisa menjadi awal petualangan epik menyusuri sejarah Anatolia kuno bersama Yuri, Kail, dan para karakter ikonik lainnya.