Entertainment

Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action

Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action
The Long Hair in the Attic (natalie.mu)

Karya horor legendaris milik Junji Ito kembali mendapatkan adaptasi live action terbaru. Manga one-shot berjudul The Long Hair in the Attic dipastikan akan diangkat menjadi film hasil kolaborasi tiga negara Asia, yakni Jepang, Thailand, dan Korea Selatan.

Proyek ini diumumkan secara resmi oleh Toei, studio film Thailand M Studio, serta rumah produksi Korea Selatan Showbox. Ketiga perusahaan tersebut akan bekerja sama dalam proses pengembangan, produksi, hingga distribusi internasional film horor tersebut.

Film ini akan disutradarai oleh sineas asal Thailand, Sitisiri Mongkolsiri, yang sebelumnya dikenal lewat sejumlah karya populer seperti Hunger, Inhuman Kiss, dan beberapa episode serial Girl from Nowhere. Nama Mongkolsiri cukup dikenal di industri film Asia berkat kemampuannya menghadirkan nuansa thriller psikologis dan visual yang kuat.

Menurut laporan Anime News Network, tahap pengembangan proyek dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2026. Setelah itu, proses syuting direncanakan mulai berjalan pada 2027. Film ini juga disebut akan menggunakan efek visual dalam skala besar untuk menghadirkan atmosfer horor khas karya Junji Ito.

Dalam pernyataannya, Mongkolsiri mengungkapkan bahwa ia ingin mengeksplorasi tekanan psikologis mengenai kecantikan dan identitas melalui adaptasi ini. Ia berharap film tersebut tidak hanya menampilkan horor visual, tetapi juga mampu memberikan pengalaman emosional yang mendalam bagi penonton.

Cerita The Long Hair in the Attic sendiri pertama kali diterbitkan pada 1988 melalui majalah Monthly Halloween milik Asahi Sonorama. Meski hanya berupa one-shot manga, kisah ini menjadi salah satu karya pendek Junji Ito yang cukup dikenal karena menghadirkan horor psikologis dengan konsep sederhana namun menyeramkan.

Ceritanya berpusat pada seorang perempuan muda bernama Chiemi. Setelah diputuskan oleh kekasihnya karena dianggap tidak cocok, Chiemi mulai mengingat bagaimana ia dulu memiliki rambut pendek. Namun, demi menyenangkan sang pacar yang menyukai perempuan berambut panjang, ia kemudian memanjangkan rambutnya.

Merasa tidak lagi memiliki alasan untuk mempertahankan rambut panjang tersebut, Chiemi memutuskan untuk memotong rambutnya. Ketika sang kakak, Eri, mencari gunting untuk membantu adiknya, ia tiba-tiba mendengar teriakan mengerikan dari dalam rumah. Saat menghampiri Chiemi, Eri menemukan tubuh adiknya dalam kondisi terpenggal secara misterius.

Tema obsesi terhadap penampilan, identitas diri, hingga tekanan sosial menjadi salah satu alasan cerita ini tetap relevan dan menakutkan hingga sekarang.

Ini bukan pertama kalinya The Long Hair in the Attic diadaptasi ke layar. Pada tahun 2000, cerita tersebut pernah muncul dalam film antologi live action Jepang The Hanging Balloons. Selain itu, kisahnya juga diadaptasi menjadi salah satu episode dalam serial anime antologi Junji Ito Maniac: Japanese Tales of the Macabre yang dirilis Netflix pada 2023.

Popularitas Junji Ito sendiri memang terus meningkat secara global dalam beberapa tahun terakhir. Ia dikenal sebagai salah satu mangaka horor paling berpengaruh dari Jepang lewat karya-karya seperti Tomie dan Uzumaki yang telah berkali-kali diadaptasi ke film maupun anime.

Junji Ito juga merupakan penerima beberapa penghargaan Eisner Awards, salah satu penghargaan paling bergengsi di industri komik internasional. Banyak penggemar memuji gaya horornya yang unik karena menggabungkan ketakutan psikologis, visual grotesque (bentuk-bentuk aneh atau terdistorsi), dan unsur supernatural yang tidak biasa.

Kolaborasi lintas negara antara Toei, M Studio, dan Showbox juga dianggap sebagai langkah besar dalam perkembangan industri perfilman Asia. Ketiga perusahaan tersebut menilai film genre, terutama horor, memiliki potensi besar untuk diterima lintas budaya dan pasar internasional.

Dengan nama besar Junji Ito, dukungan studio dari tiga negara, serta arahan sutradara berpengalaman seperti Sitisiri Mongkolsiri, adaptasi live action The Long Hair in the Attic menjadi salah satu proyek horor Asia yang paling dinantikan dalam beberapa tahun mendatang.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda