facebook

Filosofi Organ Untuknya

Aini
Filosofi Organ Untuknya
Ilustrasi hati (pexels)

Sudah terlalu lama jantung yang legam telah kau telan. Terlalu banyak pula hati yang pekat kau biarkan masuk menjalar ke lambungmu secara bulat-bulat.

Apa yang kau rasakan?

Sedap?

Manis?

Atau anyir?

Ya memang seperti itu rasanya melahap salah satu atau salah dua dari organ tubuh sendiri. Bahkan organ tubuh orang lain pun kau tampung di dalam lambungmu yang sempit. Belum lagi jika lambung tersebut telah tergores terlebih dahulu sebelum organ itu sampai. Kau hanya akan membuat lambungmu pecah dan semua organ yang kau makan hanya akan terbuang sia-sia.

Kawan, takkan kubiarkan lidah dan mulutmu ternodai oleh darah dari organ yang kau makan kembali dan menyebabkan salivamu juga ikut berubah warna menjadi merah pekat. Aku hanya melihat struktur tubuhmu menjadi tak beraturan. Mulai dari bibir hingga lambung yang sangat kau sayangi.

Tapi tak apa. Karena kini kau tak perlu lagi merasakan itu semua. Seringnya kusuntikkan kasih sayang pada hatimu yang telah lama gelap, kau akan tergerak untuk membagikan itu semua. Membagikan seluruh organ yang kau dapatentah dari diri sendiri atau orang lainkepadaku untuk kita olah bersama. Jadi akan lebih nikmat dalam memakannya dan kau tak perlu mengotori bibirmu dengan noda merah.

Jangan lagi kau membagikan organmu yang busuk kepada orang lain. karena orang lain hanya akan menginjak dan membuat organ tersebut pergi jauh. Cukup limpahkan kepadaku. Akan kubuat organ itu kembali berfungsi seperti sedia kata.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak