Mauro Zijlstra Sah Jadi WNI, Pertahanan Timnas U-23 Bakal Makin Kokoh?

Sekar Anindyah Lamase | Rana Fayola R.
Mauro Zijlstra Sah Jadi WNI, Pertahanan Timnas U-23 Bakal Makin Kokoh?
Mauro Zijlstra mengambil sumpah kewarganegaraan bersama tiga pemain diaspora lain yang diproyeksikan untuk Timnas Putri. (pssi.org)

Berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, empat pemain diaspora secara resmi mengucapkan sumpah setia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Salah satu dari mereka adalah Mauro Zijlstra, pemain muda berusia 20 tahun yang digadang-gadang akan memperkuat Timnas Indonesia U-23 dalam waktu dekat.

Proses naturalisasi Zijlstra menjadi langkah strategis PSSI untuk membangun skuad yang lebih kompetitif di level Asia. Keputusan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk memberikan kewarganegaraan kepada empat atlet diaspora termasuk Mauro Zijlstra menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi sepak bola nasional.

Tak heran jika bergabungnya pemain muda yang berkarier di Belanda ini pun langsung mendapat sorotan karena potensinya yang menjanjikan dan usianya yang masih sangat muda. Meski berstatus pemain bertahan saat pengambilan sumpah, dalam perkembangan terakhir, Zijlstra dikenal sebagai striker muda yang bermain untuk klub Eredivisie, FC Volendam.

Melansir pssi.org pada Jumat (29/8/2025), kehadiran sang pemain membawa angin optimisme tentang kuatnya lini pertahanan skuad Garuda Muda. Dengan demikian, Timnas Indonesia pun mampu meningkatkan daya saing di internasional.

Kombinasi postur tubuh, teknik, dan pengalaman di Eropa membuatnya diyakini akan menjadi senjata baru Timnas Indonesia U-23, meskipun saat ini ia belum bisa langsung tampil di ajang resmi seperti Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

Hal ini disebabkan oleh proses perpindahan federasi dari Belanda ke Indonesia yang belum rampung, serta ditutupnya masa pendaftaran pemain oleh AFC untuk turnamen tersebut. Namun, absennya Zijlstra di babak kualifikasi bukan berarti ia tidak akan ambil bagian di kompetisi lainnya dalam waktu dekat. Sebaliknya, ia justru diproyeksikan sebagai bagian penting dari regenerasi lini depan Garuda Muda.

Zijlstra adalah simbol dari gelombang baru pemain muda diaspora yang siap memperkuat Merah Putih dengan semangat nasionalisme. Walau belum bisa tampil dalam kualifikasi awal, pelatih dan PSSI menaruh harapan besar padanya untuk membawa dampak positif dalam jangka menengah hingga panjang. Keberadaannya diyakini akan memperkaya opsi taktik dan daya gedor Timnas Indonesia U-23.

Bawa Titel Pemain Eropa, Debut Zijlstra Menarik Dinantikan

Debut Mauro Zijlstra bersama Timnas menjadi momen yang sangat dinantikan, baik oleh pelatih, suporter, maupun pengamat sepak bola nasional. Namanya telah masuk dalam proyeksi laga uji coba tim senior melawan Taiwan dan Lebanon pada awal September 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Ini bisa menjadi panggung pertama bagi Zijlstra untuk membuktikan kualitasnya sebagai pemain naturalisasi yang layak diandalkan.

Pengalaman bermain di Eredivisie yang merupakan salah satu liga top di Eropa, memberi nilai tambah besar bagi pemain muda ini. Kecepatan, kemampuan membaca permainan, dan insting mencetak gol adalah modal penting yang dibawanya ke Timnas Indonesia. Jika mampu beradaptasi dengan cepat, ia bisa menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan lini depan Garuda Muda maupun senior.

Sebagai pemain yang masih berusia 20 tahun, Zijlstra punya waktu panjang untuk berkembang bersama Timnas. Ia tak hanya menjanjikan dalam hal performa individu, tapi juga dalam hal mentalitas sebagai pemain yang sudah mencicipi atmosfer kompetitif Eropa. Hal ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Timnas yang terus berupaya menyeimbangkan talenta lokal dan diaspora.

Kehadiran Mauro Zijlstra pun memperkuat pesan bahwa naturalisasi bukan hanya soal formalitas kewarganegaraan, tapi juga bagian dari strategi pembangunan sepak bola nasional. Apalagi, prosesnya kali ini melibatkan pemain muda dengan masa depan panjang dan potensi besar untuk berkembang lebih jauh lagi.

Di sisi lain, peran PSSI dan pemerintah dalam mempercepat proses naturalisasi patut diapresiasi. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa federasi sepak bola Indonesia tidak hanya fokus pada target jangka pendek, tetapi juga memperhatikan fondasi jangka panjang melalui perekrutan pemain-pemain berbakat diaspora seperti Zijlstra.

Dengan masuknya Zijlstra ke dalam skuad, Timnas Indonesia U-23 mendapatkan tambahan kekuatan yang tidak hanya sekadar menambah jumlah, tapi juga meningkatkan kualitas. Diharapkan, pemain muda ini bisa segera beradaptasi dan memberikan kontribusi maksimal di berbagai ajang yang akan datang.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?