Ultimatum John Herdman untuk Klub Domestik: Beri Pemain Muda Menit Bermain!

Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Ultimatum John Herdman untuk Klub Domestik: Beri Pemain Muda Menit Bermain!
John Herdman (PSSI)

Langkah awal John Herdman dalam menakhodai skuad Garuda dimulai dengan memberikan pesan kuat kepada seluruh klub domestik agar lebih berani memberikan menit bermain yang cukup bagi para pemain muda.

Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa keberlangsungan masa depan tim nasional sangat bergantung pada kesempatan yang didapatkan talenta-talenta remaja di kompetisi profesional tanah air.

Herdman secara resmi diperkenalkan pada 13 Januari 2026 di Hotel Mulia, Jakarta. Dalam momen tersebut, ia menunjukkan komitmennya untuk memantau langsung talenta lokal yang berkompetisi di liga domestik guna membangun fondasi tim yang kuat menuju target-target besar di masa depan.

Salah satu pemain yang menjadi sorotan utama Herdman adalah bek tengah Persija Jakarta, Rizky Ridho. Ia berharap pemain yang telah menjalani lima musim di kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut bisa segera melakukan lompatan karier ke jenjang yang lebih tinggi atau "naik level".

"Kita punya pemain seperti Rizky Ridho yang tampil baik di liga tersebut (Super League), dan semoga dia bisa naik ke level berikutnya," ujar Herdman di Jakarta Pusat, melansir Antara News pada Rabu (14/1/2026).

Pernyataan ini seolah menjadi sinyal dukungan agar Ridho mempertimbangkan untuk berkarier di luar negeri (abroad).

Herdman menilai bahwa komitmen terhadap liga profesional adalah harga mati bagi kemajuan sepak bola sebuah negara. Baginya, liga adalah tempat di mana bibit-bibit baru ditempa sebelum akhirnya siap membela bendera merah putih di kancah internasional.

Pelatih yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 ini juga sempat menyaksikan atmosfer panas sepak bola Indonesia melalui layar kaca. Ia mengaku terkesan dengan gairah yang ditunjukkan dalam laga besar antara Persib melawan Persija.

"Saya pikir kita harus mengakui pentingnya liga profesional di sini. Saya sempat menonton “El Clasico” (Persib vs Persija) di televisi beberapa malam lalu, pertandingan yang sangat panas dan penuh gairah, seperti derbi pada umumnya," ungkap pelatih kelahiran Consett itu.

Membangun Fondasi Masa Depan dari Liga Lokal

Kehadiran Herdman membawa optimisme tinggi karena ia mewarisi sekitar 23-25 pemain berkualitas siap pakai dari era sebelumnya. Namun, ia merasa penting untuk terus mencari darah baru melalui pengamatan langsung di stadion-stadion Indonesia.

"Saya percaya komitmen terhadap liga domestik adalah fondasi masa depan kita. Dan penting bagi saya untuk menonton langsung. Karena jika pelatih tim nasional tidak menonton liga domestik, maka tidak ada harapan bagi pemain-pemain lokal," tegas Herdman.

Ia secara spesifik menyebutkan bahwa pemain muda di klub seperti Borneo FC dan klub lainnya harus merasa dipantau. Hal ini bertujuan untuk memotivasi mereka agar terus memberikan performa terbaik setiap kali mendapatkan kepercayaan di lapangan.

"Penting bagi pemain-pemain muda, pemain muda di Borneo FC, dan pemain lain yang mendapatkan menit bermain, untuk tahu bahwa pelatih tim nasional memperhatikan mereka. Karena merekalah masa depan kita," katanya menambahkan.

Selain aspek taktis dengan formasi andalan 3-4-2-1, Herdman juga menitikberatkan pada kebugaran pemain melalui asisten setianya, Cesar Meylan. Ia memuji keberagaman pemain diaspora dan lokal sebagai kekuatan unik yang dimiliki Indonesia saat ini.

Strategi Herdman ini diharapkan mampu membawa Indonesia berbicara banyak di perempat final Piala Asia 2027 serta mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia 2030. Agenda terdekatnya adalah memimpin tim di FIFA Series pada Maret 2026 mendatang.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak