DAIHATSU Indonesia Masters 2026 yang sudah bergulir sejak Selasa (20/01/2026) menjadi istimewa bukan hanya karena digelar di Istora Senayan yang dikenal “magis”. Pasalnya, Antony Sinisuka Ginting akhirnya comeback setelah lama absen dari turnamen BWF.
Sempat didera cedera hingga ajukan protected rank dan sempat tampil kurang maksimal, kini Ginting kembali bermain dan mengawali di turnamen kandang. Bukan sekadar comeback, sebagai juara Indonesia Masters 2018 dan 2020 tentu momen ini sekaligus jadi tantangan baru.
Bahkan partisipasi Ginting pun sempat belum dipastikan mengingat peringkatnya yang sempat merosot jauh dan harus menempati posisi reserve di turnamen Super 500 kali ini. Usai Jonatan Christrie mundur, Ginting mendapat kesempatan bermain.
Hanya saja, Ginting harus memulai perjuangannya kali ini dari babak kualifikasi. Meski begitu, kesempatan ini tetap disyukuri Ginting karena akhirnya bisa bermain di rumah sendiri. Menariknya, Ginting juga mengaku ada rasa tegang yang dirasakan kali ini.
“Bisa main hari ini pun juga pasti berkat dari Tuhan. Awalnya saya masih di daftar tunggu, tapi di menit-menit terakhir dikabari kalau akan main. Meskipun begitu, dari awal—baik main atau tidak—saya tetap mempersiapkan diri untuk Indonesia Masters,” ucap Ginting.
“Tadi sebelum main saya bilang ke Mitzi (istri Ginting), ‘Kok saya merasa tegang ya?’ Maksudnya, agak berbeda seperti biasanya gitu. Tapi, puji Tuhan, begitu masuk lapangan saya bisa mengatasinya dengan baik,” tambah ayah satu anak tersebut.
Awal yang Positif Menuju Main Draw
Merangkak dari babak kualifikasi turnamen level Super 500 memang jadi pengalaman baru buat Ginting. Biasanya, hasil drawing Ginting di sejumlah turnamen BWF sudah langsung masuk ke babak utama.
Namun, kali ini pengaruh peringkat yang merosot tajam benar-benar terasa. Ginting harus legawa berjuang ekstra dari babak kualifikasi yang berlangsung pada hari pertama, Selasa pagi (20/1/2026), kemarin.
Melansir aplikasi Badminton4U, laga perdana Ginting dibuka dengan menghadapi wakil Thailand, Kantaphon Wangcharoen. Jika melihat riwayat head to head, Ginting memang lebih unggul dan mendominasi.
Modal ini tampaknya juga menambah kepercayaan diri Ginting untuk mengatasi ketegangan yang dirasakan. Tampil impresif, Ginting bahkan curi kemenangan dua gim langsung dengan skor akhir 21-12, 21-7 dalam waktu 37 menit.
Dengan hasil ini, dominasi Ginting atas Wangcharoen semakin jauh menjadi 8-3. Selain itu, kemenangan kali ini juga meloloskan Ginting ke babak utama Indonesia Masters 2026. Harapannya, awal yang positif ini terus berlanjut menjadi tren hingga ke babak selanjutnya.
Bertemu Belgia, Akankah Tren Positif Ginting Berlanjut?
Di babak utama, Anthony Ginting harus bersiap kembali untuk bertemu lawan selanjutnya asal Belgia, Julien Carraggi, yang juga sama-sama merangkak dari babak kualifikasi. Sejauh ini, pertemuan dengan Carraggi menjadi kali pertama bagi Ginting.
Jika menilik urutan peringkat saat ini, Ginting yang menempati peringkat 76 dunia memang tertinggal dari Carraggi yang ada di urutan 54 dunia. Hanya saja, kalau melihat pada performa, seharusnya Ginting bisa lebih mendominasi dan amankan tempat di babak kedua.
Namun, apa pun bisa saja terjadi di lapangan mengingat faktor kesiapan mental saat bertanding juga sangat berpengaruh. Harapannya, Ginting bisa tampil maksimal dan impresif seperti saat berlaga di babak kualifikasi kemarin.
Andai Ginting berhasil raih kemenangan lagi, tantangan baru sudah menanti di babak kedua. Ginting berpeluang melawan pemenang dari hasil laga Angus Ng Ka Long asal Hong Kong dan Jason Teh Jia Heng dari Singapura.
Kedua pemain sama-sama pernah berhadapan dengan Ginting. Angus Ng Ka Long bahkan sudah 14 kali bertemu dengan catatan head to head imbang 7-7 di mana pertemuan terakhir dimenangkan Ginting saat berlaga di Australian Open 2023.
Sementara dengan Jason Teh, Ginting baru satu kali bertemu. Itu pun terjadi di Asian Games 2022 dalam laga individual. Saat itu Ginting berhasil curi kemenangan dua gim langsung.