Adnan/Indah Juara Thailand Masters 2026: Keyakinan Jadi Kunci Kemenangan

Sekar Anindyah Lamase | e. kusuma .n
Adnan/Indah Juara Thailand Masters 2026: Keyakinan Jadi Kunci Kemenangan
Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (PBSI)

Prestasi membanggakan datang dari pasangan ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang sukses merebut gelar juara Thailand Masters 2026 setelah menundukkan rekan senegara mereka, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, dalam laga final yang berlangsung dramatis.

Bertanding di partai puncak, Adnan/Indah harus melewati pertarungan tiga gim yang menguras tenaga dan mental dengan skor akhir 18-21, 21-19, 21-17. Sempat tertinggal di gim pertama, pasangan unggulan keenam ini bangkit lewat keyakinan yang akhirnya berujung gelar juara.

Kemenangan ini sekaligus menegaskan konsistensi sektor ganda campuran Indonesia yang perlahan mulai menunjukkan taring di turnamen internasional. Perlahan tapi pasti, Adnan/Indah mulai menyusul dalam bursa persaingan atlet dunia.

Laga Perang Saudara yang Penuh Tekanan

Final Thailand Masters 2026 menghadirkan laga “perang saudara” antara dua pasangan Merah Putih. Meski sama-sama berasal dari Indonesia, duel ini tetap berlangsung panas karena keduanya tentu sama-sama tidak mau kalah dan mengincar gelar juara.

Sejak awal laga, Bobby/Melati tampil agresif. Smash keras dan permainan cepat membuat Adnan/Indah sempat tertekan. Ritme permainan lawan yang lebih siap membuat mereka kesulitan mengembangkan pola.

Tak heran jika gim pertama akhirnya diamankan Bobby/Melati. Situasi ini sempat membuat Adnan/Indah berada di bawah tekanan. Namun, justru di momen itulah ketenangan mereka diuji demi membuktikan mentalitas juara.

Bangkit Lewat Ketenangan

Masuk gim kedua, permainan Adnan/Indah mulai berubah. Mereka tampil lebih sabar, tidak terburu-buru, dan fokus membangun reli. Strategi ini perlahan merusak tempo cepat yang sebelumnya dikuasai lawan.

Indah mengakui bahwa awal pertandingan memang tidak berjalan sesuai rencana. Padahal Adnan/Indah sendiri sebenarnya punya modal keunggulan head to head 2-0 atas Bobby/Melati.

“Alhamdulillah kami bisa juara di sini. Pengalaman dari pertandingan-pertandingan sebelumnya akhirnya bisa terbalaskan di sini,” ungkap Indah.

Ia juga menyoroti start cepat Bobby/Melati yang sempat membuat mereka tertinggal. Namun, upaya mengambil alih pola permainan dengan tenang jadi kunci kemenangan mereka di gim selanjutnya.

“Bobby/Melati start-nya cukup bagus, kami tertinggal terus. Beruntung kami bisa mengambil alih ritme dengan tenang dan membalikkan keadaan,” jelasnya lebih lanjut.

Perubahan ritme itulah yang jadi titik balik. Adnan/Indah sukses mencuri gim kedua dengan skor tipis sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Mental Jadi Penentu di Gim Ketiga

Di gim ketiga, kedua pasangan bermain sama ngototnya. Reli panjang, adu drive cepat, hingga perang net terjadi hampir di setiap poin. Skor pun terus berkejaran meski kemudian di saat-saat krusial Adnan/Indah terlihat lebih solid.

Mereka minim kesalahan sendiri dan tampil lebih percaya diri saat menyerang. Ketika Bobby/Melati mulai kehilangan fokus, Adnan/Indah justru semakin tajam. Akhirnya, poin demi poin berhasil diamankan hingga menutup gim ketiga.

Adnan menilai faktor mental menjadi pembeda utama di laga final tersebut. Pengakuan Adnan pun jadi gambaran betapa pentingnya kepercayaan diri saat menghadapi laga besar. Bukan sekadar teknik, tapi keyakinan untuk tidak goyah.

“Kunci kemenangan kali ini yang penting yakin aja,” jelas Adnan singkat.

Evaluasi dan Kerendahan Hati

Meski berhasil keluar sebagai juara, Indah tetap bersikap realistis. Ia menilai masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki ke depan, terlebih dengan ambisi meraih prestasi lanjutan.

“Evaluasi ke depannya, start kami harus lebih bagus lagi dan jangan terburu-buru,” tambahnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa gelar juara bukan akhir perjalanan. Justru menjadi bahan evaluasi agar mereka bisa tampil lebih matang di turnamen selanjutnya. Sikap rendah hati seperti inilah yang sering dimiliki atlet besar: menang tanpa jumawa, kalah tanpa alasan.

Modal Berharga Menuju Turnamen Besar

Keberhasilan Adnan/Indah menjuarai Thailand Masters 2026 menjadi modal penting menghadapi turnamen berikutnya. Gelar Super 300 ini bukan hanya menambah kepercayaan diri, tapi juga membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level internasional.

Selain itu, kemenangan sektor ganda campuran ini melengkapi hasil positif Indonesia di Thailand Masters 2026, mempertegas dominasi Merah Putih di turnamen tersebut.

Dengan performa yang semakin matang, chemistry yang solid, serta mental bertanding yang kuat, Adnan/Indah berpotensi menjadi andalan baru Indonesia di sektor ganda campuran.

Meski gelar ini tidak diraih dengan mudah, tapi Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil harus melewati tekanan, ketertinggalan, hingga duel sengit melawan rekan sendiri yang mampu jadi bukti potensi mereka.

Kemenangan ini bukan hanya tentang trofi, tapi tentang bukti kerja keras dan keyakinan bisa membawa hasil manis. Thailand Masters 2026 menjadi saksi kalau Adnan/Indah kini bukan sekadar pasangan potensial, tapi juga juara yang siap melangkah lebih jauh di panggung dunia.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak