Uji coba resmi MotoGP di Sirkuit Sepang yang seharusnya menjadi panggung evaluasi dan optimisme justru berubah menjadi situasi genting bagi Yamaha. Seluruh pembalap Yamaha menghentikan aktivitas mereka secara mendadak setelah serangkaian insiden terjadi, termasuk kecelakaan yang menimpa Fabio Quartararo.
Pusat persoalan kali ini mengarah pada mesin V4 terbaru Yamaha yang menimbulkan tanda tanya besar terkait keandalan dan keselamatan.
Pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sepang, suasana tak biasa sudah terasa sejak pagi. Yamaha yang datang dengan ambisi besar, membawa mesin V4 sebagai senjata baru untuk mengejar ketertinggalan.
Harga yang tak murah, Yamaha justru dihadapkan pada masalah serius. Puncaknya terjadi ketika pembalap andalan Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mengalami kecelakaan di tikungan 5 pada Selasa, 3 Februari 2026.
Quartararo terjatuh cukup keras dan langsung dilarikan ke pusat medis. Hasil pemeriksaan menyatakan ia mengalami patah jari tengah pada tangan kanannya. Cedera tersebut membuat juara dunia MotoGP 2021 itu memutuskan untuk menyudahi lebih awal seluruh rangkaian tes pramusim di Sepang dan segera kembali untuk menjalani proses penyembuhan.
Absennya Quartararo dari sisa tes jelas menjadi pukulan besar bagi Yamaha, mengingat perannya yang krusial dalam pengembangan motor.
Menariknya, usai kecelakaan itu, Quartararo sempat kembali ke lintasan pada sesi sore hari. Setelah mendapat izin medis, ia mencoba melanjutkan pengujian demi membantu tim mengumpulkan data. Namun nasib berkata lain.
Di tengah sesi, motor Yamaha yang ia tunggangi tiba-tiba mengeluarkan asap tebal alias “ngebul parah”. Quartararo pun terpaksa menepi dan menghentikan aktivitasnya sepenuhnya. Insiden teknis ini memperkuat kekhawatiran yang sudah muncul sejak awal hari: ada masalah serius pada jantung pacu Yamaha.
Pemeriksaan awal dari tim teknis mengindikasikan adanya potensi cacat desain pada mesin V4 yang sedang diuji. Mesin ini sejatinya menjadi proyek strategis Yamaha untuk mengubah arah pengembangan, setelah bertahun-tahun setia dengan konfigurasi inline-four.
Namun transisi besar ini ternyata tidak berjalan mulus. Isu overheating, keandalan komponen internal, hingga potensi risiko keselamatan pembalap menjadi perhatian utama.
Merespons situasi tersebut, pabrik Yamaha di Jepang langsung mengambil langkah tegas. Mereka memberlakukan larangan turun lintasan bagi seluruh pembalap Yamaha hingga ada kepastian penuh mengenai aspek keamanan mesin.
Keputusan ini praktis menghentikan seluruh program uji coba Yamaha di Sepang. Dari sudut pandang keselamatan, langkah ini patut diapresiasi. Namun dari sisi persiapan musim, dampaknya sangat signifikan.
Tes pramusim adalah fase krusial untuk memahami karakter motor, menyempurnakan setelan, dan mengumpulkan data sebanyak mungkin. Dengan terhentinya tes lebih awal, Yamaha kehilangan waktu berharga untuk mengembangkan mesin V4 mereka.
Sementara itu, para rival seperti Ducati, KTM, dan Aprilia terus melaju dengan program pengujian yang relatif stabil.
Situasi ini juga menimbulkan pertanyaan besar: seberapa siap Yamaha sebenarnya dengan proyek V4 mereka? Apakah masalah ini sekadar gangguan awal yang wajar dalam fase pengembangan, atau justru indikasi bahwa Yamaha terlalu memaksakan perubahan besar dalam waktu singkat?
Yang jelas, uji coba Sepang kali ini akan dikenang sebagai mimpi buruk bagi Yamaha. Cedera Fabio Quartararo, motor yang bermasalah, serta penghentian total aktivitas lintasan menjadi kombinasi yang tidak ideal untuk membuka musim 2026.
Tantangan Yamaha kini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga memulihkan kepercayaan pembalap dan memastikan bahwa motor yang mereka kembangkan benar-benar aman sebelum kembali melaju di lintasan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS