Kunjungi Sassuolo, John Herdman Pantau Langsung Aksi Jay Idzes?

Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Kunjungi Sassuolo, John Herdman Pantau Langsung Aksi Jay Idzes?
Potret Jay Idzes dan John Herdman saat bertemu di sesi latihan Sassuolo. (Instagram/sassuolocalcio)

Pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun skuad Garuda yang tangguh. Baru-baru ini, ia terlihat mengunjungi markas klub Liga Italia, Sassuolo, untuk memantau langsung perkembangan sang kapten timnas, Jay Idzes.

Kunjungan Herdman ke Mapei Football Center pada awal Februari 2026 ini disambut hangat oleh pihak klub. Melalui akun Instagram resminya, Sassuolo mengunggah momen kebersamaan tersebut dengan takarir yang menunjukkan keramahan mereka.

"Sungguh menyenangkan," tulis akun Instagram Sassuolo sembari memajang foto John Herdman bersama Jay Idzes.

Melansir Antara News, unggahan ini pun langsung memancing antusiasme luar biasa dari suporter Indonesia, dengan puluhan ribu tanda suka dan ribuan komentar yang membanjiri kolom unggahan tersebut.

Sassuolo menyatakan kebanggaan mereka dapat menjamu pelatih yang pernah membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 tersebut. Dalam keterangannya, pihak klub menyebutkan bahwa Herdman berkesempatan melihat langsung dapur pelatihan tim berjuluk Neroverdi itu.

"Sore yang istimewa di Mapei Football Center di Sassuolo, menyambut kunjungan John Herdman, pelatih kepala tim nasional Indonesia," tulis Sassuolo dalam rilis resmi di laman mereka.

Selama kunjungannya, Herdman tidak hanya sekadar duduk di pinggir lapangan. Ia berkeliling melihat fasilitas pusat pelatihan "hitam hijau" dan mengamati dengan saksama sesi latihan tim utama Sassuolo yang sedang bersiap menghadapi kompetisi domestik.

Momen krusial terjadi setelah latihan usai. Herdman menyempatkan diri untuk berdiskusi secara mendalam dengan pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, serta melakukan pembicaraan pribadi dengan Jay Idzes.

Pihak klub mendeskripsikan pertemuan ini sebagai ajang pertukaran ilmu yang positif.

"Pertemuan yang menyenangkan yang didedikasikan untuk berbagi dan bertukar pengalaman, yang sekali lagi menegaskan fokus dan keterbukaan internasional Sassuolo Calcio," tambah mereka.

Peran Strategis Jay Idzes di Bawah Arahan John Herdman

Kehadiran Herdman di Italia bukan tanpa alasan kuat. Jay Idzes saat ini merupakan pilar tak tergantikan di jantung pertahanan Sassuolo. Sejauh musim ini berjalan, pemain berusia 24 tahun tersebut telah menunjukkan konsistensi yang luar biasa di Serie A.

Hingga saat ini, Idzes tercatat hanya absen dalam satu pertandingan dari total 23 laga yang dilakoni Sassuolo. Sisanya, ia selalu dipercaya sebagai starter dan bermain penuh selama 90 menit untuk mengawal lini belakang.

Satu-satunya kegagalan Idzes merumput hanyalah pada laga pembuka Liga Italia musim ini. Saat itu, timnya harus mengakui keunggulan sang juara bertahan, Napoli, dengan skor 0-2. Selebihnya, Idzes adalah "nyawa" bagi pertahanan tim yang kini duduk di peringkat 11 klasemen.

Di level internasional, pengaruh Idzes juga kian meluas sejak resmi dinaturalisasi pada tahun 2023. Ia telah mengantongi 16 caps dengan sumbangan satu gol, serta dipercaya mengemban ban kapten dalam 12 pertandingan terakhir.

Kunjungan Herdman ini juga menjadi bagian dari strategi besar untuk membangun chemistry tim. Pelatih asal Inggris itu bahkan melibatkan Idzes dalam diskusi pemilihan asisten pelatih lokal, mengingat posisi Idzes sebagai pemimpin di lapangan hijau yang mewakili jutaan rakyat Indonesia.

Langkah Herdman memantau pemain di Eropa tidak berhenti di Italia saja. Sebelumnya, ia telah memantau Kevin Diks di Borussia Moenchengladbach serta menyaksikan performa Dean James bersama Go Ahead Eagles di Liga Belanda.

Upaya jemput bola yang dilakukan John Herdman menunjukkan komitmen jangka panjang demi kemajuan sepak bola Indonesia. Dengan memantau langsung para pemain kunci seperti Jay Idzes yang berkompetisi di kasta tertinggi Eropa, diharapkan transisi dan persiapan tim menuju agenda besar tahun 2026, termasuk Piala AFF dan kualifikasi Piala Dunia, dapat berjalan maksimal dan terukur.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak