Penjaga gawang internasional milik Timnas Indonesia, Maarten Paes langsung mendapatkan dua kesempatan beruntun untuk tampil bersama klub barunya di Liga Belanda, Ajax Amsterdam.
Pada data yang dilansir oleh laman transfermarkt, setelah laga debutnya melawan NEC Nijmegen (22/2/2026) lalu, eks penjaga gawang FC Dallas tersebut langsung mendapatkan kesempatan selanjutnya dengan menjadi penjaga gawang utama Der Amsterdamer pada laga melawan PEC Zwolle (1/3/2026).
Namun sayangnya, dari dua pertandingan yang dijalani oleh Paes bersama klub barunya tersebut, kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh kiper berusia 27 tahun tersebut justru semakin kelihatan.
Dalam kaca mata pribadi saya, setidaknya ada dua kelemahan yang nampak dari seorang Maarten Paes dari dua pertandingannya bersama Ajax Amsterdam tersebut.
Apa sajakah kelemahan yang ditunjukkan oleh Maarten Paes dari dua laganya tersebut? Mari kita ulas bersama!
1. Lemah dalam Melakukan Build-Up Serangan
Salah satu kelemahan yang cukup nampak dari Maarten Paes dari dua laga awalnya bersama Ajax Amsterdam adalah lemahnya sang penjaga gawang ketika melakukan build-up serangan.
Dalam mekanisme persepakbolaan modern, peran penjaga gawang bukan hanya untuk menghindarkan gawangnya dari kebobolan, namun juga melakukan proses pertama dalam membangun serangan yang terorganisir dan tersistematis.
Hal inilah yang belum terlihat dari seorang Maarten Paes di dua laga awal yang dijalaninya. Baik ketika melawan Nijmegen maupun Zwolle, Paes hanya melakukan distribusi bola yang bersifat "aman", yang mana mengalirkannya ke bek terdekat atau melakukan sapuan jarak jauh.
Terlepas dari sistem pertahanan Ajax yang belakangan ini tengah berada dalam kondisi rapuh, namun terlihat jelas di di dua laga tersebut Paes belum memiliki visi sebagai seorang kiper modern pembangun serangan.
2. Telat dalam Mengambil Keputusan
Kelemahan kedua yang tampak nyata dari dua pertandingan yang dijalani oleh Maarten Paes besama Ajax Amsterdam adalah dirinya masih terlihat telat dalam mengambil keputusan yang bahkan membuat timnya mendapatkan ancaman dari sang lawan.
Dilansir laman Suara.com (2/3/2026), di laga melawan Zwolle kemarin, Paes nyaris melakukan blunder di pertengahan babak kedua ketika bola sapuannya justru mengarah ke pemain lawan.
Beruntungnya, gawang Ajax tak kebobolan karena gerak cepat yang dilakukannya mampu menebus kesalahan passing yang dia lakukan.
Jika melihat gaya bermain Maarten Paes, sejatinya kita akan sepakat bahwa blunder yang dilakukan oleh Paes imbas telat mengambil keputusan tersebut bukanlah hal yang baru.
Pasalnya, ketika memperkuat Timnas Indonesia di laga melawan Arab Saudi pada pertandingan pertama ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026, Paes juga sempat melakukan kesalahan yang sama.
Keragu-raguannya dalam mengalirkan bola di area kotak 16, membuat Arab Saudi mendapatkan hadiah penalti, yang mana pada akhirnya terselamatkan dengan aksi tepisan heroiknya.
Kelemahan-kelemahan yang diperlihatkan oleh Maarten Paes di dua laga yang dijalaninya bersama Ajax Amsterdam, mau tak mau harus segera dibenahi.
Pasalnya, dengan status Ajax yang merupakan salah satu tim terbaik di Belanda dan bahkan Eropa, akan sangat mudah bagi mereka untuk mendatangkan penjaga gawang baru yang tentu saja berpotensi untuk menggeser Paes dari posisi penjaga gawang.
Terlebih, dengan kelemahan-kelemahan itu, pihak Ajax bisa saja dengan mudah memarkir Paes dan menggantikannya dengan penjaga gawang yang lebih minim kelemahan.
Bukan begitu Sobat Bola Yoursay?