Hobi
Belanda, Piala Dunia, dan Predikat Juara Tanpa Mahkota yang Masih Abadi
Pada babak 32 besar ajang Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko kali ini, timnas Belanda harus mengakui keunggulan dari Maroko usai mereka gagal memenangi laga melalui drama adu penalti.
Melansir dari laman akun Instagram @faktabola, timnas berjuluk “De Oranje” tersebut harus kalah melalui drama adu penalti dari Maroko setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit dan melalui babak extra time.
“Belanda gugur setelah kalah babak adu penalti lawan Maroko! Gol penyama kedudukan di menit-menit akhir + menang adu penalti. Kemenangan dramatis Maroko yang berbuah tiket ke 16 besar!” tulis laman instagram @faktabola.
Dalam laga babak 32 besar yang digelar pada Selasa (30/06/2026) tersebut, timnas Belanda sejatinya mampu unggul terlebih dahulu di menit ke-72 melalui salah satu pemain andalannya, yakni Cody Gakpo.
Namun, jelang berakhirnya babak kedua, Maroko justru bisa menyamakan kedudukan melalui gol Issa Diop di menit ke-90+1 dan memaksa laga harus berlanjut ke babak extra time.
Di babak extra time, kedua kesebelasan masih belum mampu memecah kebuntuan sehingga laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Di babak adu “tos-tosan” ini Belanda sepertinya belum diberkahi oleh dewi fortuna. Tiga penendang Belanda harus gagal mencetak gol berbanding dengan dua pemain Maroko yang tak mampu menyarangkan bola ke gawang. Alhasil, Belanda harus takluk 2-3 dari Maroko di babak adu penalti kali ini.
Hasil ini kian mencatatkan rekor yang kurang baik bagi timnas Belanda saat babak adu penalti. Di ajang Piala Dunia 2022 silam, mereka juga gagal melaju ke babak perempat final setelah kalah adu penalti dari Argentina yang pada akhir turnamen keluar sebagai juara.
Di sisi lain, hasil ini sendiri seakan-akan kian menegaskan jika timnas Belanda adalah juara tanpa mahkota di ajang Piala Dunia. Mengapa bisa?
Tiga Kali Masuk Final, Tiga Kali Belanda Harus Puas Jadi Runner-up
Sepertinya predikat juara tanpa makhota masih akan terus dibawa oleh timnas Belanda selama keikutsertaannya di ajang Piala Dunia.
Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), timnas Belanda masih menjadi salah satu tim dengan predikat runner-up terbanyak di ajang Piala Dunia. Rekor tersebut dicatatkan saat ajang Piala Dunia 1974, 1978 dan 2010 silam.
Pada ajang Piala Dunia 1974, timnas Belanda yang masih diperkuat oleh Johan Cruyff harus gagal di partai final setelah kalah dari Jerman Barat yang keluar sebagai juara. Lalu, pada edisi 1978, Belanda yang dimotori oleh Robert Rensenbrink juga harus gagal di partai final setelah takluk dari Argentina.
Terakhir, pada ajang Piala Dunia 2010 timnas Belanda lagi-lagi harus puas mengakhiri kompetisi sebagai runner-up kendati dianggap berada dalam puncak kejayaan para pemainnya.
Kala itu, timnas Belanda yang diperkuat nama-nama seperti Arjen Robben, Wesley Sneijder, Robin van Persie dan John Heitinga harus takluk 0-1 dari Spanyol di partai puncak. Bahkan, Spanyol kala itu yang baru pertama kali menginjakkan kaki di partai final justru mampu langsung meraih gelar juara dunia.
Predikat juara tanpa makhota memang seakan-akan masih menghantui timnas Belanda sejauh ini. Prestasi terbaik timnas Belanda sejauh ini hanya di ajang Piala Eropa edisi 1988 yang dimana kala itu mereka yang diperkuat oleh banyak pemain bintang seperti Marco van Basten, Ruud Gullit, Ronald Koeman dan Franck De Boer sukses menjadi juara Eropa.
Namun, jika berbicara di level Piala Dunia, Belanda sepertinya belum mampu menjuarai turnamen tersebut kendati dianggap sebagai salah satu tim terkuat dari benua Eropa yang memiliki banyak pemain bintang. Bahkan, mereka seakan-akan masih di bawah negara yang baru sekali sampai ke final seperti Spanyol dan Inggris yang bisa langsung meraih gelar juara
Seakan-akan ada kutukan yang tidak pernah diketahui yang masih menyelimuti timnas Belanda dan membuat mereka selalu gagal di setiap gelaran Piala Dunia. Menurutmu, apakah yang jadi penyebab timnas Belanda selalu gagal di ajang Piala Dunia?