Hobi
Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya
MotoGP 2026 kembali bergulir setelah jeda musim panas. Seri berikutnya akan berlangsung di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada 7–9 Agustus 2026. Bagi Marc Marquez, balapan ini menjadi kesempatan penting untuk memangkas jarak poin dari pemuncak klasemen sementara, Jorge Martin.
Saat ini, pembalap Ducati Lenovo Team tersebut berada di posisi ketiga klasemen dengan 190 poin, hanya terpaut 18 angka dari Martin. Meski datang dengan kepercayaan diri tinggi, Marquez mengakui Silverstone menyimpan tantangan yang tidak mudah baginya.
Performa Marquez Sedang Menanjak
Marc Marquez menutup paruh pertama musim dengan tren yang sangat positif. Dari empat seri terakhir sebelum jeda musim panas, pembalap asal Spanyol itu berhasil mengoleksi tiga kemenangan balapan utama, yakni di GP Jerman, GP Republik Ceko, dan GP Hungaria.
Tak hanya itu, ia juga sukses memenangi balapan sprint di GP Jerman dan Hungaria. Secara keseluruhan, Marquez mengumpulkan 119 poin dari total 148 poin yang tersedia dalam empat seri tersebut.
Performa impresif tersebut membuat posisinya di klasemen melonjak drastis. Sebelumnya, usai GP Italia, Marquez masih tercecer di peringkat kedelapan dengan selisih lebih dari 100 poin dari pemimpin klasemen. Kini, peluangnya kembali terbuka untuk bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
Marquez mengaku puas dengan perkembangan yang ditunjukkan tim sebelum jeda musim panas. Menurutnya, masa libur dimanfaatkan bukan hanya untuk beristirahat, tetapi juga memulihkan kondisi fisik dan kembali menjalani latihan.
Silverstone Jadi Tantangan Berat
Meski tengah berada dalam performa terbaiknya, Marquez tidak ingin terlalu percaya diri menghadapi GP Inggris. Ia menilai Sirkuit Silverstone merupakan salah satu lintasan yang paling menguras tenaga sepanjang kalender MotoGP.
Lintasan tersebut memiliki banyak tikungan cepat serta perubahan arah dalam kecepatan tinggi sehingga membutuhkan kondisi fisik yang prima. Selain itu, cuaca di Inggris yang sulit diprediksi juga bisa mengubah jalannya balapan kapan saja.
Marquez menyebut kombinasi karakter trek dan cuaca menjadi faktor yang harus benar-benar diwaspadai sepanjang akhir pekan balap.
Karakter Silverstone dinilai memiliki kemiripan dengan Sirkuit Assen, Belanda. Kedua lintasan sama-sama dipenuhi tikungan cepat yang membutuhkan kekuatan fisik dan kestabilan motor.
Situasi tersebut sempat menyulitkan Marquez saat tampil di GP Belanda 2026. Kala itu, ia memilih tampil lebih hati-hati demi menjaga kondisi bahunya yang masih dalam tahap pemulihan setelah menjalani operasi pada Mei lalu.
Pendekatan minim risiko membuatnya tetap mampu membawa pulang poin penting. Marquez finis keenam pada sprint race dan ketujuh di balapan utama, sehingga mengumpulkan total 13 poin.
Rekor Silverstone Belum Terlalu Istimewa
Catatan Marc Marquez di Silverstone juga belum bisa dibilang mengesankan. Sepanjang kariernya di kelas utama, ia baru sekali meraih kemenangan di sirkuit tersebut, tepatnya pada musim 2014 ketika masih membela Repsol Honda.
Pada musim lalu, Marquez finis di posisi ketiga dan terpaut hampir enam detik dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi.
Sepanjang tampil di MotoGP Inggris, Marquez tercatat beberapa kali naik podium, tetapi juga cukup sering gagal menyelesaikan balapan. Rekor tersebut membuat Silverstone bukan termasuk salah satu sirkuit yang paling bersahabat baginya.
Meski demikian, peningkatan performa Ducati dan tren positif yang sedang dimilikinya menjadi modal penting untuk menghadapi akhir pekan ini.
Dengan selisih poin yang masih cukup dekat di klasemen, GP Inggris bisa menjadi salah satu balapan penentu dalam persaingan gelar MotoGP 2026. Namun, Marquez harus mampu mengatasi tantangan fisik, cuaca yang tidak menentu, serta tekanan dari para rival jika ingin menambah kemenangan di Silverstone dan terus menjaga peluang menjadi juara dunia.