alexametrics

Menilik Alasan Melakukan Sologamy: Menikah Dengan Diri Sendiri

Lintang Larissya
Menilik Alasan Melakukan Sologamy: Menikah Dengan Diri Sendiri
Ilustrasi Pernikahan. [pexels.com]

Kasus menikahi diri sendiri kian marak terjadi diberbagai belahan dunia. Kasus ini disebut sologamy. Seperti pada umumnya, orang-orang yang melakukan sologamy menggelar berbagai perayaan dan pesta, mereka juga menyiapkan seluruh persiapan seperti pernikahan pada umumnya yaitu cincin nikah, gaun pernikahan, tempat pernikahan, bridesmaid atau groomsmen, hingga janji pernikahan.

Ada beberapa ahli mengatakan, menikahi diri sendiri adalah bentuk dari narcissistic. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa menikahi diri sendiri tidak ada hubungannya dengan mencari pemujaan dari orang lain atau bersikap sombong.

Mereka berpendapat, sologamy adalah berkomitmen untuk benar-benar mencintai diri sendiri, hal tersebut juga dapat memberikan kesiapan diri secara emosional untuk menerima dan memahami orang lain. Hal tersebut juga dapat mengembangkan kepercayaan diri dan lebih menghargai diri sendiri.

Bagi yang telah melakukan sologamy, mereka biasanya menanamkan pada diri  bahwa mereka tidak membutuhkan seseorang untuk mendampingi atau bergantung pada seseorang. Selama itu dapat dilakukan seorang diri, maka mereka akan percaya pada diri mereka sendiri, hal ini diterjemahkan sebagai gaya hidup independen.

Dilansir dari wolipop.detik.com— Pengertian sologamy yang dipaparkan oleh Dr. Timothy George dalam tulisannya berjudul 'Same-Self Marriage'. Dr. George melihat sologamy ini merupakan bentuk dari narsisme. "Jika dilihat, menikahi diri sendiri merupakan perkembangan dari apa yang Christopher Lasch tulis dalam bukunya pada 1979, The Culture od Narcissism," tulisnya. Dalam bukunya, Lasch menulis berdasarkan esai psikolog legendaris Sigmun Freud mengenai narisisme. Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan.

Dalam mitologi Yunani, juga pernah ada kasus sologamy. Seorang pemuda bernama Narcissus, ia terlahir dengan postur tubuh atletis dan memiliki wajah yang sangat tampan. Banyak gadis yang tergoda dan jatuh cinta padanya. Sayangnya, tidak ada yang berhasil memikat pemuda tersebut. Ia malah jatuh cinta pada refleksi dirinya sendiri dalam sebuah kolam, ia sangat terpaku akan ketampanan wajahnya.

Ternyata praktek sologamy atau menikahi diri sendiri sudah menjadi hal yang umum dilakukan oleh masyarakat beberapa suku di Afrika seperti Hutu dan Por'Quatzi.

Suku tersebut mempercayai bahwa ketika seseorang melakukan pernikahan solo, tubuh dan jiwa mereka akan berpisah dan menjadi makhluk baru. Biasanya para anggota dua suku tersebut akan menggelar pesta pernikahan besar selama tiga hari. Acara tersebut terdiri dari makan-makan dan berdansa dalam perayaan sologamy tersebut. Bahkan sologamy ditetapkan oleh pemerintah Afrika sebagai pernikahan yang legal atau resmi. Sedangkan di negara lain seperti Amerika Utara dan Eropa, sologamy merupakan tindakan ilegal dan tidak diakui oleh hukum negara.

Kabar terbaru, seorang model wanita bernama Cristiane Galera yang berasal dari Brasil menggelar pernikahan dengan dirinya sendiri di sebuah gereja Katolik di Sao Paulo.

Tak hanya itu, Patricia Christine, seorang guru dari Sydney menikahi dirinya sendiri pada 30 Mei 2020 setelah mengakhiri pertunangannya.

Sologamy juga terjadi pada seorang pria China bernama Liu Yen yang menikahi dirinya sendiri pada 2007 lalu. Ia menggelar upacara pernikahan dengan dihadiri 100 tamu.

Bagaimana nih menurutmu?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak