facebook

3 Contoh Pahlawan di Masa Pandemi: Pahlawanku Inspirasiku

al mahfud
3 Contoh Pahlawan di Masa Pandemi: Pahlawanku Inspirasiku
Logo Hari Pahlawan 2021 (ist)

Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memeringati momentum penting, yakni Hari Pahlawan. Hari Pahlawan menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa ini dalam mempertahankan kemerdekaan. 

Kita tahu, peringatan yang ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 tersebut bertujuan mengenang peristiwa pertempuran besar di Surabaya pada 10 November 1945. Pertempuran besar melawan bangsa penjajah tersebut membuat ribuan pejuang Tanah Air gugur. 

Peringatan Hari Pahlawan bertujuan mengenang sekaligus menghormati jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia tersebut.  

Setiap tahun, peringatan Hari Pahlawan mengangkat tema berbeda-beda, dengan tetap menjadikan nilai-nilai kepahlawanan, nasionalisme, pengorbanan, dan perjuangan sebagai spirit utama. Adapun Peringatan Hari Pahlawan tahun 2021 ini mengambil tema “Pahlawanku Inspirasiku” 

Tema Hari Pahlawan 2021 “Pahlawanku Inspirasiku” menggambarkan bahwa setiap insan masyarakat Indonesia sudah semestinya memiliki spirit dan nilai kepahlawanan, sehingga terdorong untuk berpartisipasi membangun negeri sesuai potensi dan profesi di bidang masing-masing.

Pandemi

Di masa pandemi Covid-19 yang masih belum sepenuhnya mereda ini, kita bisa menemukan sosok-sosok inspirasi kepahlawanan. Mereka adalah sosok-sosok yang memancarkan spirit kepahlawanan lewat berbagai peran di berbagai bidang. Dan tentunya, mereka semua harus kita hargai, kita hormati, dan kita contoh atau kita teladani. 

Di tengah situasi di mana banyak orang berjuang menjaga keselamatan dan keamanan, hingga berjuang bertahan hidup di tengah kondisi ekonomi yang sulit karena pandemi saat ini, ada banyak orang-orang berhati mulia yang sangat layak kita sebut sebagai pahlawan. Peran dan jasa mereka sangat berarti di tengah kondisi saat ini.    

Pertama, sosok pahlawan di masa pandemi tersebut di antaranya tentu saja adalah para tenaga medis. Mereka yang selama kurang lebih 2 tahun ini telah berjuang siang malam tanpa kenal lelah untuk merawat dan mengobati para pasien Covid-19 yang terus bertambah.

Para tenaga kesehatan ini telah mengerahkan segenap pikiran, tenaga, dan waktunya untuk berjuang menangani para pasien Covid-19. Sudah semestinya kita semua memberikan apresiasi, dukungan, dan menghargai jasa mereka di momen Hari Pahlawan ini.

Kedua, sosok pahlawan di masa pandemi yang tak boleh dilupakan adalah para relawan. Baik relawan medis yang menangani pasien, hingga relawan di lapangan yang bertugas melakukan sosialisasi pencegahan penularan Covid-19, semua berjasa besar di tengah situasi pandemi ini. Tanpa perjuangan dan peran serta mereka, upaya-upaya penanganan pandemi ini tentu tidak akan bisa berjalan dengan efektif dan optimal. 

Selain tenaga medis dan para relawan, pahlawan di tengah pandemi yang ketiga adalah para donatur yang telah menyumbangkan sebagian materi untuk penanganan Covid-19 ini.

Tak hanya para dermawan yang menyumbangkan materi dalam jumlah besar, tetapi juga orang-orang yang sudah menyisihkan sedikit materi, termasuk juga orang-orang yang punya inisiatif menggalang bantuan dengan cara apa pun di lingkungan terkecil dan terdekat untuk saling membantu serta meringankan beban sesama. 

Seberapa pun nilai bantuan yang diberikan, itu merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang harus dihargai di tengah krisis kesehatan saat ini. Seperti apapun cara dan wujudnya.

Tenaga kesehatan, para relawan, maupun para donatur adalah pahlawan di tengah pandemi ini. Dedikasi, perjuangan, dan kepedulian mereka adalah teladan yang harus kita contoh agar kita semua bisa tetap kuat dalam menghadapi situasi ini.

Sebab di tengah kondisi sulit ini, yang dibutuhkan adalah spirit untuk saling mendukung, saling menguatkan, saling peduli, gotong royong, dan solidaritas pada sesama. 

Selama kita terus optimis dan saling menguatkan, saling peduli dan membantu, selama itu pula kita akan memiliki ketahanan sosial dan kekuatan untuk bisa menghadapi dan mengatasi pandemi Covid-19 ini. 

Sebaliknya, di tengah situasi sulit karena pandemi ini, jangan sampai kita malah menjadi provokator yang gemar menyalahkan dan menyudutkan pihak-pihak tertentu, sehingga memantik keributan dan pertikaian yang justru kontraproduktif terhadap upaya-upaya penanganan Covid-19. 

Jangan pula kita mudah terprovokasi dan percaya dengan konten-konten negatif yang menyebarkan kebencian dan permusuhan pada pihak manapun. Terlebih, di era media sosial saat ini, di mana semua orang mudah berekspresi dan menyebarkan informasi dengan sangat cepat, kita harus lebih bijak dan berhati-hati. 

Terakhir, jika kita bukan tenaga medis, bukan relawan, dan tidak pula memberikan bantuan atau donasi, setidaknya kita harus mendukung upaya-upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 tersebut. Ini bisa kita lakukan dengan cara ikut vaksinasi dan disiplin mematuhi protokol kesehatan. 

Dengan memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan, artinya kita telah turut berkontribusi dalam mendukung upaya pencegahan penularan Covid-19. Sehingga, kita tidak tertular dan tidak menulari orang lain. Dengan mematuhi protokol kesehatan, artinya kita telah turut berjuang dan meneladani spirit kepahlawanan di tengah pandemi ini. Selamat Hari Pahlawan! 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak