Kolom

Ini Alasan Imlek dan Hujan Menjadi Dua Hal yang Tak Dapat Terpisahkan, Sumber Keberuntungan?

Ini Alasan Imlek dan Hujan Menjadi Dua Hal yang Tak Dapat Terpisahkan, Sumber Keberuntungan?
Ilustrasi Imlek. (pexels)

Imlek atau tahun baru Cina yang ke 2573 tahun ini jatuh bertepatan dengan hari selasa, 1 Februari 2022 dan tahun ini merupakan tahun Macan. Layaknya hari raya umat beragama lainnya, Imlek juga sangat dinanti oleh masyarakat penganut agama Konghucu ataupun keturunan Tionghoa. Namun, tak hanya mereka saja yang menanti kedatangan imlek, melainkan semua masyarakat Indonesia seluruhnya. Terutama dodol ranjang yang hanya ada pada saat imlek saja. Selain identik dengan dodol ranjang, imlek juga identik dengan warna merah, angpau, barongsai, dan kue bulan

Namun, ada satu hal lagi yang sangat identik dengan perayaan Imlek, yaitu Hujan. Pasti pernah terlintas dibenak anda kenapa setiap peringatan hari raya imlek tiba akan dibarengi dengan turunnya hujan. Imlek dan hujan seakan menjadi dua hal yang tak dapat dipisahkan dan menjadi mitos yang berkembang di masyarakat.

Cnbc dan newsdelivery melansir, jika kita mengambil sudut pandang dari penjelasan ilmiahnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa Imlek memang selalu jatuh pada akhir Januari atau awal Februari. Hari raya Imlek yang jatuh pada akhir Januari atau awal Februari ternyata bertepatan dengan puncak musim hujan dan curah hujan tinggi. Inilah mengapa hari raya Imlek dikatakan identik dengan turunnya hujan. Selain itu, hujan yang terjadi Ketika imlek memiliki arti tersendiri. 

Hujan adalah simbol keberuntungan

Menurut orang Cina, hujan adalah sumber keberuntungan. Menurut para ahli Feng shui, hujan berarti Dewi Kwan Im sedang menyiram bunga Mei Hwa yang bisa diartikan sebagai berkah dari langit. Bunga Mei Hwa sendiri dipercayai sebagai bunga yang ditanam oleh Dewi Kwan Im sebelum Tahun Baru Imlek. Hujan dianggap membawa berkah karena dapat mengidupi seluruh mahluk yang hidup dibumi dengan menyuburkan tanah dan kebun yang ditanami padi dan lain sebagainya. 

Masyarakat Tionghoa, pada zaman dahulu kebanyakan memiliki mata penceharian sebagai petani, dan menggantungkan hidupnya pada hasil ladang atau kebun milik mereka. Oleh karena itu, bagi mereka hujan yang turun selalu menjadi sumber keberkahan yang harus selalu disyukuri. Itulah penjelasan mengenai kenapa hari raya imlek selalu dibarengi dengan hujan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda